Politikus Bermental Rampok Memicu Penjarahan Demokrasi, Bukan Jaga Amanah Rakyat
Sabtu, 20 September 2025 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena itu sering terselubung di balik program-program yang tampak mulia. Infrastruktur dibangun, namun anggarannya membengkak karena adanya komisi. Regulasi disusun, tetapi lebih berpihak pada kepentingan kelompok daripada rakyat.
Dia menilai praktik ini telah mengubah wajah demokrasi dari rumah kebersamaan menjadi sekadar panggung sandiwara. Lantas, Syam juga menyoroti dampak buruknya terhadap moral bangsa.
Rakyat terbiasa disuguhi kebohongan, sementara generasi muda dipaksa belajar pelajaran keliru tentang bagaimana kekuasaan dijalankan.
“Untuk berkuasa harus pandai menipu, untuk bertahan harus siap menyuap, dan untuk naik pangkat harus mampu menggadaikan integritas. Inilah virus yang pelan-pelan melumpuhkan bangsa,” tuturnya.
Menurut Syam, kejahatan politikus bermental rampok tidak sekadar soal uang yang dirampas. Lebih dari itu, mereka mencuri kepercayaan rakyat. Padahal, kepercayaan adalah modal sosial yang sangat berharga. Sekali retak akan sulit memulihkannya.
Dia mengingatkan bahwa fenomena ini kerap melahirkan lingkaran oligarki, di mana para politikus bermental rampok saling melindungi. Mereka menguasai proyek, tender, hingga hukum, sementara rakyat hanya dijadikan tameng.
Dia menilai praktik ini telah mengubah wajah demokrasi dari rumah kebersamaan menjadi sekadar panggung sandiwara. Lantas, Syam juga menyoroti dampak buruknya terhadap moral bangsa.
Rakyat terbiasa disuguhi kebohongan, sementara generasi muda dipaksa belajar pelajaran keliru tentang bagaimana kekuasaan dijalankan.
“Untuk berkuasa harus pandai menipu, untuk bertahan harus siap menyuap, dan untuk naik pangkat harus mampu menggadaikan integritas. Inilah virus yang pelan-pelan melumpuhkan bangsa,” tuturnya.
Menurut Syam, kejahatan politikus bermental rampok tidak sekadar soal uang yang dirampas. Lebih dari itu, mereka mencuri kepercayaan rakyat. Padahal, kepercayaan adalah modal sosial yang sangat berharga. Sekali retak akan sulit memulihkannya.
Dia mengingatkan bahwa fenomena ini kerap melahirkan lingkaran oligarki, di mana para politikus bermental rampok saling melindungi. Mereka menguasai proyek, tender, hingga hukum, sementara rakyat hanya dijadikan tameng.
Lihat Juga :