Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Jum'at, 19 September 2025 - 07:25 WIB
loading...
Ketua Umum PB PII Abdul Kohar Ruslan, memberikan apresiasi mendalam terhadap kiprah dan keputusan Rahayu Saraswati. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari DPR menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII).
Langkah ini dinilai sebagai wujud integritas tinggi dan sikap ksatria seorang politisi muda yang memilih mendengar suara publik di atas kepentingan pribadi dan jabatannya.
Ketua Umum PB PII Abdul Kohar Ruslan, memberikan apresiasi mendalam terhadap kiprah dan keputusan Saraswati. Menurutnya, keberhasilan Saraswati meraih kursi DPR pada Pemilu 2024 adalah bukti nyata kerja keras dan integritas, bukan semata-mata faktor hubungan keluarga.
Baca juga: Aktif Lawan TPPO, Keputusan Rahayu Saraswati Mundur dari DPR Bikin Kaget
“Saraswati menunjukkan integritas dan kegigihan seorang anak muda dalam berpolitik. Ia gagal pada Pemilu 2019, namun tidak menyerah dan kembali berjuang hingga akhirnya berhasil lolos ke parlemen pada 2024. Ini adalah bukti kerja keras, bukan semata-mata karena hubungan keluarganya,” katanya, Jumat (19/9/2025).
Lebih dari itu, rekam jejak dan perjuangannya selama ini dikenal publik sebagai figur yang sangat dekat dengan anak, perempuan, dan anak-anak muda. Kehadirannya di parlemen, menurut Kohar, telah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut terjun ke dunia politik dengan niat baik dan komitmen tulus memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kita butuh lebih banyak anak muda di parlemen yang berani, bersih, dan berintegritas. Saraswati adalah contoh nyata bahwa politik bisa dijalani dengan penuh dedikasi dan perjuangan,” tambahnya.
Baca juga: GPBI Sarankan Fraksi Gerindra Tolak Pengunduran Diri Rahayu Saraswati
PB PII menilai langkah Saraswati mundur dari DPR merupakan keputusan yang tepat dan konsisten dengan integritas yang selama ini ia tunjukkan. Diharapkan, meski tak lagi di parlemen, Saraswati tetap membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin masa depan bangsa.
Perlu diketahui, keputusan besar yang diambil Saraswati dipicu oleh pernyataannya dalam sebuah podcast. Potongan video berdurasi dua menit yang viral di media sosial dianggap merendahkan perjuangan masyarakat kecil, sehingga memicu gelombang kritik publik.
Meski menilai ucapannya telah dipelintir dari konteks utuh video berdurasi 42 menit, Saraswati menunjukkan kebesaran hatinya dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Tidak ada maksud meremehkan perjuangan masyarakat, terutama anak muda yang berusaha membangun usaha di tengah banyak tantangan. Saya sadar kata-kata saya telah menyakiti,” tuturnya.
Langkah mundur dari parlemen ini semakin mengukuhkan citranya sebagai teladan generasi muda di dunia politik. Ia menunjukkan sikap bijaksana dan tidak mau memanfaatkan privilese keluarganya yang penguasa. Hal ini tercermin dari penegasannya yang hampir mustahil menerima posisi di kabinet pemerintahan pamannya.
“Di DPR saja, di mana saya dipilih langsung rakyat, saya masih dituduh hanya karena keponakan. Apalagi kalau jadi menteri, pasti tuduhannya lebih besar lagi,” ujar Saraswati, menegaskan prinsipnya untuk berjalan di atas kaki sendiri.
Langkah ini dinilai sebagai wujud integritas tinggi dan sikap ksatria seorang politisi muda yang memilih mendengar suara publik di atas kepentingan pribadi dan jabatannya.
Ketua Umum PB PII Abdul Kohar Ruslan, memberikan apresiasi mendalam terhadap kiprah dan keputusan Saraswati. Menurutnya, keberhasilan Saraswati meraih kursi DPR pada Pemilu 2024 adalah bukti nyata kerja keras dan integritas, bukan semata-mata faktor hubungan keluarga.
Baca juga: Aktif Lawan TPPO, Keputusan Rahayu Saraswati Mundur dari DPR Bikin Kaget
“Saraswati menunjukkan integritas dan kegigihan seorang anak muda dalam berpolitik. Ia gagal pada Pemilu 2019, namun tidak menyerah dan kembali berjuang hingga akhirnya berhasil lolos ke parlemen pada 2024. Ini adalah bukti kerja keras, bukan semata-mata karena hubungan keluarganya,” katanya, Jumat (19/9/2025).
Lebih dari itu, rekam jejak dan perjuangannya selama ini dikenal publik sebagai figur yang sangat dekat dengan anak, perempuan, dan anak-anak muda. Kehadirannya di parlemen, menurut Kohar, telah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut terjun ke dunia politik dengan niat baik dan komitmen tulus memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kita butuh lebih banyak anak muda di parlemen yang berani, bersih, dan berintegritas. Saraswati adalah contoh nyata bahwa politik bisa dijalani dengan penuh dedikasi dan perjuangan,” tambahnya.
Baca juga: GPBI Sarankan Fraksi Gerindra Tolak Pengunduran Diri Rahayu Saraswati
PB PII menilai langkah Saraswati mundur dari DPR merupakan keputusan yang tepat dan konsisten dengan integritas yang selama ini ia tunjukkan. Diharapkan, meski tak lagi di parlemen, Saraswati tetap membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin masa depan bangsa.
Perlu diketahui, keputusan besar yang diambil Saraswati dipicu oleh pernyataannya dalam sebuah podcast. Potongan video berdurasi dua menit yang viral di media sosial dianggap merendahkan perjuangan masyarakat kecil, sehingga memicu gelombang kritik publik.
Meski menilai ucapannya telah dipelintir dari konteks utuh video berdurasi 42 menit, Saraswati menunjukkan kebesaran hatinya dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Tidak ada maksud meremehkan perjuangan masyarakat, terutama anak muda yang berusaha membangun usaha di tengah banyak tantangan. Saya sadar kata-kata saya telah menyakiti,” tuturnya.
Langkah mundur dari parlemen ini semakin mengukuhkan citranya sebagai teladan generasi muda di dunia politik. Ia menunjukkan sikap bijaksana dan tidak mau memanfaatkan privilese keluarganya yang penguasa. Hal ini tercermin dari penegasannya yang hampir mustahil menerima posisi di kabinet pemerintahan pamannya.
“Di DPR saja, di mana saya dipilih langsung rakyat, saya masih dituduh hanya karena keponakan. Apalagi kalau jadi menteri, pasti tuduhannya lebih besar lagi,” ujar Saraswati, menegaskan prinsipnya untuk berjalan di atas kaki sendiri.
(cip)
Lihat Juga :