Menanti Pembuktian Kerja Menteri, Wamen, Kepala Badan Baru
Kamis, 18 September 2025 - 07:33 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala badan pada Rabu, 17 September 2025. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah melantik menteri , wakil menteri (wamen), dan kepala badan baru pada Rabu (17/9/2029). Kini, publik menanti pembuktian kerja mereka.
Prabowo resmi melantik dua jabatan menteri dan tiga wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Para menteri dan wakil menteri dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Kedua menteri dan tiga wakil menteri yang dilantik adalah:
1. Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
2. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga;
3. Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan;
4. Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan; dan
5. Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Presiden juga melantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Lanjutkan Program yang Sudah Ada
Para pejabat yang dilantik berdasarkan Keppres tersebut adalah:
1. Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah;
2. Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan;
3. Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian;
4. Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional; serta
5. Sonny Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Selain itu, Presiden turut melantik Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP. Pelantikan Sarah berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 152/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, serta Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Baca Juga: Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih
Menurut pengamat politik Adi Prayitno, yang paling penting kini adalah pembuktian kerja para menteri, wamen, dan kepala badan yang baru dilantik. "Apakah mereka setelah dipercaya menjadi pembantu presiden, mampu melakukan inovasi dan menunjukkan kinerja yang sesuai ekspektasi, sehingga PR-PR yang selama ini ada di kementerian, ada di kepala badan itu bisa tuntas setuntas-tuntasnya," kata Adi dalam program Sindo Prime, dikutip Kamis (18/9/2025).
Adi mengatakan, Djamari Chaniago yang diangkat menjadi Menko Polkam, memiliki latar belakang yang cukup mentereng di militer. Dia berharap Djamari segera melakukan mitigasi supaya tidak ada lagi tindakan anarkisme yang menimbulkan waswas publik, seperti yang terjadi pada akhir Agustus 2025.
"Dengan adanya Pak Menko, keamanan ketertiban betul-betul dijamin dan tentu tidak ada lagi peristiwa yang terjadi di akhir Agustus," ujar Adi.
Selain itu, Erick Thohir yang kini menjadi Menpora, memang memiliki passion di bidang olahraga selain dikenal sebagai pengusaha. Karena itu, hal yang terkait olahraga dan kepemudaan diharapkan sesuai ekpektasi.
Sementara, para wamen yang baru diharapkan bisa mengakselerasi keinginan Presiden Prabowo Subianto dan membantu para menteri mewujudkan Asta Cita Presiden.
Kepala Staf Kepresidenan M Qodari dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo juga diharapkan mampu menjelaskan apa saja capaian Istana yang mungkin belum bisa dilihat publik. Yang terpenting, jangan ada statement blunder yang justru menimbulkan kegaduhan lagi.
"Kalau ini yang dilakukan, saya kira ke depan publik akan berikan apresiasi. Tapi sebaliknya, kalau beberapa bulan ke depan kinerjanya tidak baik, underperform, tidak sesuai dengan ekspektasi, wajar kalau kemudian menteri baru ini akan dikritik," katanya.
Prabowo resmi melantik dua jabatan menteri dan tiga wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Para menteri dan wakil menteri dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Kedua menteri dan tiga wakil menteri yang dilantik adalah:
1. Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
2. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga;
3. Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan;
4. Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan; dan
5. Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Presiden juga melantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Lanjutkan Program yang Sudah Ada
Para pejabat yang dilantik berdasarkan Keppres tersebut adalah:
1. Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah;
2. Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan;
3. Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian;
4. Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional; serta
5. Sonny Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Selain itu, Presiden turut melantik Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP. Pelantikan Sarah berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 152/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, serta Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Baca Juga: Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih
Menurut pengamat politik Adi Prayitno, yang paling penting kini adalah pembuktian kerja para menteri, wamen, dan kepala badan yang baru dilantik. "Apakah mereka setelah dipercaya menjadi pembantu presiden, mampu melakukan inovasi dan menunjukkan kinerja yang sesuai ekspektasi, sehingga PR-PR yang selama ini ada di kementerian, ada di kepala badan itu bisa tuntas setuntas-tuntasnya," kata Adi dalam program Sindo Prime, dikutip Kamis (18/9/2025).
Adi mengatakan, Djamari Chaniago yang diangkat menjadi Menko Polkam, memiliki latar belakang yang cukup mentereng di militer. Dia berharap Djamari segera melakukan mitigasi supaya tidak ada lagi tindakan anarkisme yang menimbulkan waswas publik, seperti yang terjadi pada akhir Agustus 2025.
"Dengan adanya Pak Menko, keamanan ketertiban betul-betul dijamin dan tentu tidak ada lagi peristiwa yang terjadi di akhir Agustus," ujar Adi.
Selain itu, Erick Thohir yang kini menjadi Menpora, memang memiliki passion di bidang olahraga selain dikenal sebagai pengusaha. Karena itu, hal yang terkait olahraga dan kepemudaan diharapkan sesuai ekpektasi.
Sementara, para wamen yang baru diharapkan bisa mengakselerasi keinginan Presiden Prabowo Subianto dan membantu para menteri mewujudkan Asta Cita Presiden.
Kepala Staf Kepresidenan M Qodari dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo juga diharapkan mampu menjelaskan apa saja capaian Istana yang mungkin belum bisa dilihat publik. Yang terpenting, jangan ada statement blunder yang justru menimbulkan kegaduhan lagi.
"Kalau ini yang dilakukan, saya kira ke depan publik akan berikan apresiasi. Tapi sebaliknya, kalau beberapa bulan ke depan kinerjanya tidak baik, underperform, tidak sesuai dengan ekspektasi, wajar kalau kemudian menteri baru ini akan dikritik," katanya.
(zik)
Lihat Juga :