Djamari Chaniago Masuk Bursa Calon Menko Polkam, Dilantik Besok?
Selasa, 16 September 2025 - 17:47 WIB
loading...
Djamari Chaniago masuk dalam bursa calon Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Foto/Tangkapan layar YouTube Dodikjur Rindam 3 Siliwangi
A
A
A
JAKARTA - Djamari Chaniago masuk dalam bursa calon Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Disebut-sebut, Djamhari yang memiliki pangkat terakhir Letnan Jenderal Purnawirawan TNI ini diisukan bakal mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Budi Gunawan (BG).
Menjawab isu tersebut, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengaku tidak bisa berbicara mengenai perombakan atau reshuffle kabinet yang merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Waduh, saya tidak bisa bicara tentang reshuffle ya, biar nanti yang diumumkan beliau,” kata Aris usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: Punya Posisi Strategis, Ini Fungsi Menko Polkam Berikut Kementerian dan Lembaga di Bawahnya
Aris juga tidak menanggapi lebih jauh perihal penentuan nama Menko Polkam baru apakah sudah final atau masih dipertimbangkan oleh Prabowo. “Tidak mengertilah. Reshuffle nanti biar urusan beliau,” kata Aris.
Termasuk mengenai kandidat Menko Polkam dari kalangan sipil atau militer, Aris meminta awak media tidak menanyakan perihal tersebut kepada dirinya. “Tentang reshuffle jangan tanya saya,” ujarnya.
Aris mengaku tidak ikut dalam diskusi penentuan Menko Polkam baru. Pertemuan ia dengan Prabowo siang hingga sore ini hanya membahas mengenai energi hingga program pemerintah.
“Saya tidak ikut diskusi soal itu ya, itu hak prerogatif beliaulah. Ini tadi hanya bicara tentang energi, Koperasi Merah Putih, nelayan, dan lain sebagainya,” tambah Aris.
Menurut Aris, posisi Menko Polkam Ad Interim yang kini dipercayakan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tidak memiliki batas waktu. “Saya kurang tahu persis ya, namanya ad interim itu tidak ada batas waktu ya mungkin bisa seminggu, dua minggu, sebulan,” kata Aris.
Sementara terkait kapan waktu pelantikan Menko Polkam definitif, menurutnya, tergantung dari keputusan Presiden Prabowo. “Itu kan sesuai kebutuhan kan, dan presiden untuk dapat calon yang putra terbaik bangsa. Tunggu saja,” pungkasnya.
Aris juga turut menanggapi munculnya nama Mahfud MD yang santer dikaitkan sebagai calon Menko Polkam. Sebelumnya, Mahfud pernah menduduki jabatan tersebut saat nomenklaturnya masih bernama Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan pada era Presiden ke-7 Joko Widodo.
Aris menegaskan persoalan utak-atik kabinet merupakan hak prerogatif presiden. “Saya enggak bisa menyampaikan,” ujarnya.
Dia hanya memastikan bahwa Prabowo tentu akan mencari putra terbaik bangsa untuk diberi amanah menjadi Menko Polkam baru. “Oh nanti akan dicari putra terbaiklah oleh pak presiden pasti. Beliau akan mencari putra terbaik bangsa tanpa pandang bulu, dari suku apapun, darimana asalnya,” pungkas Aris.
Menjawab isu tersebut, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengaku tidak bisa berbicara mengenai perombakan atau reshuffle kabinet yang merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Waduh, saya tidak bisa bicara tentang reshuffle ya, biar nanti yang diumumkan beliau,” kata Aris usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: Punya Posisi Strategis, Ini Fungsi Menko Polkam Berikut Kementerian dan Lembaga di Bawahnya
Aris juga tidak menanggapi lebih jauh perihal penentuan nama Menko Polkam baru apakah sudah final atau masih dipertimbangkan oleh Prabowo. “Tidak mengertilah. Reshuffle nanti biar urusan beliau,” kata Aris.
Termasuk mengenai kandidat Menko Polkam dari kalangan sipil atau militer, Aris meminta awak media tidak menanyakan perihal tersebut kepada dirinya. “Tentang reshuffle jangan tanya saya,” ujarnya.
Aris mengaku tidak ikut dalam diskusi penentuan Menko Polkam baru. Pertemuan ia dengan Prabowo siang hingga sore ini hanya membahas mengenai energi hingga program pemerintah.
“Saya tidak ikut diskusi soal itu ya, itu hak prerogatif beliaulah. Ini tadi hanya bicara tentang energi, Koperasi Merah Putih, nelayan, dan lain sebagainya,” tambah Aris.
Menurut Aris, posisi Menko Polkam Ad Interim yang kini dipercayakan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tidak memiliki batas waktu. “Saya kurang tahu persis ya, namanya ad interim itu tidak ada batas waktu ya mungkin bisa seminggu, dua minggu, sebulan,” kata Aris.
Sementara terkait kapan waktu pelantikan Menko Polkam definitif, menurutnya, tergantung dari keputusan Presiden Prabowo. “Itu kan sesuai kebutuhan kan, dan presiden untuk dapat calon yang putra terbaik bangsa. Tunggu saja,” pungkasnya.
Pelantikan Rabu Besok?
Aris sebelum bertemu Presiden Prabowo pun ikut menjawab pertanyaan awak media mengenai isu pelantikan Menko Polkam dan Menpora yang disebut-sebut akan dilaksanakan, pada Rabu 17 September 2025. “Ya nanti kita lihat saja. Nanti kita lihat. Nanti setelah selesai lah,” kata Aris.Aris juga turut menanggapi munculnya nama Mahfud MD yang santer dikaitkan sebagai calon Menko Polkam. Sebelumnya, Mahfud pernah menduduki jabatan tersebut saat nomenklaturnya masih bernama Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan pada era Presiden ke-7 Joko Widodo.
Aris menegaskan persoalan utak-atik kabinet merupakan hak prerogatif presiden. “Saya enggak bisa menyampaikan,” ujarnya.
Dia hanya memastikan bahwa Prabowo tentu akan mencari putra terbaik bangsa untuk diberi amanah menjadi Menko Polkam baru. “Oh nanti akan dicari putra terbaiklah oleh pak presiden pasti. Beliau akan mencari putra terbaik bangsa tanpa pandang bulu, dari suku apapun, darimana asalnya,” pungkas Aris.
(rca)
Lihat Juga :