Hasil Survei Continuum INDEF, Mayoritas Publik Pesimistis Reshuffle Bawa Perubahan
Selasa, 16 September 2025 - 09:39 WIB
loading...
Publik pesimistis reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan besar. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025 menjadi isu hangat yang diperbincangkan di media sosial. Berdasarkan hasil survei Continuum INDEF sebagian besar netizen pesimistis reshuffle akan membawa perubahan besar.
Berdasarkan data yang dihimpun Continuum INDEF di platform media sosial Tiktok, X, Instagram, YouTube, dan Facebook pada 8-9 September 2025, terlihat jelas sentimen negatif terkait reshuffle. Di mana 64,4% netizen skeptis dengan reshuffle dan hanya 35,6% yang menanggapi positif reshuffle kabinet.
“Mereka merasa reshuffle ini lebih mengarah pada kepentingan politik. Mereka juga menyoroti posisi lain yang semestinya diganti namun belum diganti seperti Menteri HAM dan Kapolri,” bunyi keterangan tertulis dikutip SindoNews, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: Lewat Seskab, Prabowo Serahkan Surat Khusus ke Eks Menteri yang Kena Reshuffle
Dalam survei tersebut, reshuffle Menteri Keuangan (Menkeu) mendapat sorotan dari netizen. Sebanyak 23,7 ribu perbincangan netizin berisi perpisahan Sri Mulyani dan penggantinya menteri baru Purbaya.
“Jabatan Menteri Keuangan paling banyak dibahas. Perpisahan Sri Mulyani disambut hangat oleh netizen. Di Sisi lain, Purbaya disinggung karena tanggapannya terkait tuntutan 17+8 yang dinilai hanya suara sebagian rakyat kecil.”
Dalam survei tersebut publik menaruh simpati dan ucapan terima kasih atas jasanya selama menjadi menteri. Positif rate Sri Mulyani sebesar 73,5%. Berbeda dengan Purbaya yang mendapatkan 38,7% untuk positif ratenya.
Baca juga: Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
Meski di sisi lain, kebijakannya soal pajak juga disinggung dan disesalkan oleh netizen. “Jangan terlalu didewakan, Sri Mulyani punya andil pada tingginya pajak,” tulisnya.
Sedangkan menteri penggantinya Purbaya, netizen melihat rekam jejak dan kompetensinya sudah bagus. Hanya saja, kedekatannya dengan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan statemen blunder terkait Tuntutan Rakya 17+8 disorot netizen. Purbaya dinilai tidak membumi dengan tuntutan rakyat.
Selain itu, Menteri Koperasi Budi Arie juga banyak diperbincangkan netizen. Pencopotan Budi Arie mendapatkan banyak atensi. Hal ini tak lepas dari dugaan keterlibatan dalam kasus judi online (judol) yang banyak dibahas dalam beberapa waktu ke belakang.
Dalam survei tersebut positive rate Budi Arie hanya 6,6%. Berbeda dengan Ferry Juliantono yang mencapai 59,5%. Netizen sepakat Budi Arie dicopot sebagai upaya bersih-bersih Geng Solo disusul dengan pengusutan dugaan keterlibatan dalam judi online. Sementara penggantinya Ferry Juliantono, netizen mengucapkan selamat bertugas dan amanah dalam menjalankannya.
Begitu juga dengan pergantian Menteri P2MI Abdul Kadir Karding yang hanya mendapat 55,0% positive ratenya. Berbeda dengan penggantinya Mukhtarudin yang mendapatkan 98,4% positive ratenya.
Netizen sepakat dengan Abdul Kadir Karding. Hal itu terkait dengan perbuatannya bermain domino dengan salah satu tersangka koruptor. Dalam survei tersebut, netizen juga mempertanyakan kenapa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli tak dicopot. Sedangkan kepada penggantinya Mukhtarudin, netizen mengucapkan selamat bertugas, semoga amanah dalam menjalankannya.
Sementara pencopotan Budi Gunawan dari kursi jabatan sebagai Menko Polkam, netizen menilai karena gagal memberikan perlindungan dan keamanan terkait dengan demo beberapa waktu lalu. Meski demikian positive rate mantan Wakapolri dan Kepala BIN ini cukup tinggi yakni 56,8%.
Tidak hanya itu, netizen juga menyoroti kinerja Dito Ariotedjo sebagai Menpora. Netizen menyebut Dito pantas dicopot karena hasil kerjanya kurang tampak. Netizen juga meminta kasus dugaan korupsi menara BTS yang menyeret namanya diselidiki. Meski demikian, positive rate Dito mencapai 57,1%.
Netizen menghubungkan reshuffle ini merupakan salah satu upaya “bersih-bersih” dari peninggalan pemerintah sebelumnya, salah satu menteri yang dimaksud adalah Budi Arie (Menkop). Mereka menyebut ini sebagai langkah yang bagus karena menteri terkait dinilai juga tidak perform.
Selain itu, beberapa menteri lain juga di mention oleh netizen, mereka menanyakan kenapa menteri-menteri tersebut tak direshuffle. Di antaranya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menko Ekonomi Airlangga Hartarto. Termasuk Menteri HAM Natalius Pigai.
Netizen memberikan sorotan spesifik berkaitan dengan kinerjanya yang dinilai tidak tanggap dalam menangani kasus demo beberapa kebelakang di mana terdapat beberapa kasus pelanggaran HAM.
Berdasarkan data yang dihimpun Continuum INDEF di platform media sosial Tiktok, X, Instagram, YouTube, dan Facebook pada 8-9 September 2025, terlihat jelas sentimen negatif terkait reshuffle. Di mana 64,4% netizen skeptis dengan reshuffle dan hanya 35,6% yang menanggapi positif reshuffle kabinet.
“Mereka merasa reshuffle ini lebih mengarah pada kepentingan politik. Mereka juga menyoroti posisi lain yang semestinya diganti namun belum diganti seperti Menteri HAM dan Kapolri,” bunyi keterangan tertulis dikutip SindoNews, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: Lewat Seskab, Prabowo Serahkan Surat Khusus ke Eks Menteri yang Kena Reshuffle
Dalam survei tersebut, reshuffle Menteri Keuangan (Menkeu) mendapat sorotan dari netizen. Sebanyak 23,7 ribu perbincangan netizin berisi perpisahan Sri Mulyani dan penggantinya menteri baru Purbaya.
“Jabatan Menteri Keuangan paling banyak dibahas. Perpisahan Sri Mulyani disambut hangat oleh netizen. Di Sisi lain, Purbaya disinggung karena tanggapannya terkait tuntutan 17+8 yang dinilai hanya suara sebagian rakyat kecil.”
Dalam survei tersebut publik menaruh simpati dan ucapan terima kasih atas jasanya selama menjadi menteri. Positif rate Sri Mulyani sebesar 73,5%. Berbeda dengan Purbaya yang mendapatkan 38,7% untuk positif ratenya.
Baca juga: Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
Meski di sisi lain, kebijakannya soal pajak juga disinggung dan disesalkan oleh netizen. “Jangan terlalu didewakan, Sri Mulyani punya andil pada tingginya pajak,” tulisnya.
Sedangkan menteri penggantinya Purbaya, netizen melihat rekam jejak dan kompetensinya sudah bagus. Hanya saja, kedekatannya dengan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan statemen blunder terkait Tuntutan Rakya 17+8 disorot netizen. Purbaya dinilai tidak membumi dengan tuntutan rakyat.
Selain itu, Menteri Koperasi Budi Arie juga banyak diperbincangkan netizen. Pencopotan Budi Arie mendapatkan banyak atensi. Hal ini tak lepas dari dugaan keterlibatan dalam kasus judi online (judol) yang banyak dibahas dalam beberapa waktu ke belakang.
Dalam survei tersebut positive rate Budi Arie hanya 6,6%. Berbeda dengan Ferry Juliantono yang mencapai 59,5%. Netizen sepakat Budi Arie dicopot sebagai upaya bersih-bersih Geng Solo disusul dengan pengusutan dugaan keterlibatan dalam judi online. Sementara penggantinya Ferry Juliantono, netizen mengucapkan selamat bertugas dan amanah dalam menjalankannya.
Begitu juga dengan pergantian Menteri P2MI Abdul Kadir Karding yang hanya mendapat 55,0% positive ratenya. Berbeda dengan penggantinya Mukhtarudin yang mendapatkan 98,4% positive ratenya.
Netizen sepakat dengan Abdul Kadir Karding. Hal itu terkait dengan perbuatannya bermain domino dengan salah satu tersangka koruptor. Dalam survei tersebut, netizen juga mempertanyakan kenapa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli tak dicopot. Sedangkan kepada penggantinya Mukhtarudin, netizen mengucapkan selamat bertugas, semoga amanah dalam menjalankannya.
Sementara pencopotan Budi Gunawan dari kursi jabatan sebagai Menko Polkam, netizen menilai karena gagal memberikan perlindungan dan keamanan terkait dengan demo beberapa waktu lalu. Meski demikian positive rate mantan Wakapolri dan Kepala BIN ini cukup tinggi yakni 56,8%.
Tidak hanya itu, netizen juga menyoroti kinerja Dito Ariotedjo sebagai Menpora. Netizen menyebut Dito pantas dicopot karena hasil kerjanya kurang tampak. Netizen juga meminta kasus dugaan korupsi menara BTS yang menyeret namanya diselidiki. Meski demikian, positive rate Dito mencapai 57,1%.
Netizen menghubungkan reshuffle ini merupakan salah satu upaya “bersih-bersih” dari peninggalan pemerintah sebelumnya, salah satu menteri yang dimaksud adalah Budi Arie (Menkop). Mereka menyebut ini sebagai langkah yang bagus karena menteri terkait dinilai juga tidak perform.
Selain itu, beberapa menteri lain juga di mention oleh netizen, mereka menanyakan kenapa menteri-menteri tersebut tak direshuffle. Di antaranya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menko Ekonomi Airlangga Hartarto. Termasuk Menteri HAM Natalius Pigai.
Netizen memberikan sorotan spesifik berkaitan dengan kinerjanya yang dinilai tidak tanggap dalam menangani kasus demo beberapa kebelakang di mana terdapat beberapa kasus pelanggaran HAM.
(cip)
Lihat Juga :