Anies Berbincang dengan Profesor Mid West University Nepal soal Ketimpangan dan Perdamaian

Minggu, 14 September 2025 - 13:19 WIB
loading...
Anies Berbincang dengan...
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Kamal Raj Lamsal, Profesor Asisten (Studi Konflik dan Perdamaian) di Mid West University, Nepal pada forum pertemuan dan aktivis Asia, belum lama ini. Foto: X @aniesbaswedan
A A A
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Kamal Raj Lamsal, Profesor Asisten (Studi Konflik dan Perdamaian) di Mid West University, Nepal pada forum pertemuan dan aktivis Asia, belum lama ini. Keduanya ngobrol mengenai situasi di Nepal yang beberapa hari lalu terjadi kerusuhan massal.

Kamal menuturkan apa yang terjadi di Nepal disebabkan selama 30 tahun tak ada rotasi dan kesempatan yang sama untuk rakyatnya. Sepanjang waktu para pejabat mengubah konstitusi. “Mereka menghapus batas usia sehingga menimbulkan kekecewaan dari pemuda,” ujarnya kepada Anies yang diunggah Anies melalui Twitter alias X @aniesbaswedan dikutip, Minggu (14/9/2025).

Baca juga: Demonstran Nepal Usulkan Pemimpin Baru Sementara

Puncak kekecewaan terjadi ketika Gen Z menghadapi beberapa hal tabu. Misalnya saat mereka berusaha atau mendaftarkan perusahaannya, mereka tak diberi kesempatan maupun berkarya. “Itu membuat mereka frustrasi lantaran tak bisa berbuat apa-apa,” kata Kamal.

Ironisnya, di partai politik misalnya ada kasus pidana dikelola tokoh politik sehingga mereka mempertanyakan itu.

Menyikapi kondisi di Nepal, Anies menjelaskan kesempatan dan kesetaraan akan menciptakan keadilan. Seringkali dia menyampaikan di berbagai forum soal ketimpangan dan perdamaian.

Menurut dia, jika ingin perdamaian, maka harus ada kesempatan yang sama. Kalau masih terjadi ketimpangan akan ada yang bekerja dan tidak bekerja, yang tahu dan tidak mengetahui. “Akhirnya menimbulkan ketidakstabilan yang mengakibatkan konflik dan perpecahan. Saya membaca Nepal sejauh itu,” ujar Anies.


Dia juga menyoroti kinerja parpol seperti yang diungkapkan Kamal Raj Lamsal. Ketika pemimpin parpol mengintervensi sistem peradilan yang terjadi muncul motif politik dan eksekusi serta tujuan politik. “Seharusnya peradilan jauh dari intervensi politik,” ucapnya.

Di akhir perbincangannya, Anies berpesan. “Saya pikir dunia bisa belajar dari Nepal. Mari perbaiki rumah kita karena kita menghadapi itu semua dengan skala yang berbeda, tapi kita mengalami hal serupa. Jika masih terjadi ketimpangan masif, korupsi merajalela, maka akan sulit menjaga stabilitas,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Atasi Ketimpangan, Pengamat...
Atasi Ketimpangan, Pengamat Dorong Enam Agenda Transformasi Ekonomi
Rekomendasi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved