Dokter Tifa Ingatkan Peristiwa Nepal Harus Jadi Alarm di Indonesia
Sabtu, 13 September 2025 - 15:49 WIB
loading...
Demonstran membakar rumah pejabat di Nepal. Foto/ndtv
A
A
A
JAKARTA - Kerusuhan berdarah yang terjadi di Nepal menyedot perhatian banyak pihak. Pegiat Media Sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengingatkan peristiwa di Nepal harus menjadi alarm bagi para pejabat Indonesia beserta keluarga yang hobinya flexing atau gaya hedon.
“Peristiwa NEPAL harus menjadi ALARM pejabat-pejabat dan anak-anak pejabat INDONESIA yang hobby flexing dan gaya hidup hedon,” cuit Dokter Tifa di akun X @DokterTifa dikutip Sabtu (13/9/2025).
Tifa tak ingin peristiwa di Nepal terjadi di Tanah Air. “Jangan sampai kejadian serupa terjadi di sini gara-gara kalian tidak mampu menahan hawa nafsu mempertontonkan kemewahan hidup kalian yang diperoleh dari uang pajak yang dibayar rakyat dengan darah dan keringat ke media sosial,” pungkasnya.
Baca juga: Gaya Hidup 'Nepo Kids' Nepal Bikin Marah Demonstran Gen-Z: dari Tas Desainer hingga Mobil Mewah
Diberitakan SindoNews sebelumnya, Nepal telah dilanda demonstrasi berdarah yang dipimpin kaum Gen-Z selama pekan ini. Mereka marah atas inefisiensi pemerintah, yang dengan cepat meluas menjadi gerakan nasional.
Protes Gen-Z berhasil memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri. Tindakan keras polisi terhadap para demonstran menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Kerusuhan tersebut mengakibatkan gedung-gedung pemerintahan, kediaman pribadi politisi senior, dan bahkan hotel-hotel di pusat wisata dibakar.
Baca juga: Kebiasaan Flexing Keluarga Pejabat Nepal Picu Kemarahan Gen Z
Gedung Parlemen juga dibakar massa. Saat ini, negara tersebut tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi, dengan militer turun tangan untuk memberlakukan jam malam dan bernegosiasi dengan para pengunjuk rasa.
Inti dari pergolakan ini adalah kebencian lintas generasi karena sementara rakyat Nepal berjuang melawan pengangguran, inflasi yang meningkat, dan kemiskinan yang parah, anak-anak elite politik—atau "nepo kids (anak nepo)"—memamerkan mobil mewah, tas desainer, dan liburan internasional di media sosial.
Unggahan dan video yang menyoroti gaya hidup mewah anak-anak elite politik tersebar luas di TikTok, Instagram, Reddit, dan X. Tagar seperti #PoliticiansNepoBabyNepal dan #NepoBabies menarik jutaan penayangan.
Unggahan-unggahan ini menampilkan mobil mewah, pakaian desainer mahal, restoran mewah di luar negeri, dan destinasi liburan eksklusif. Banyak yang disandingkan dengan gambaran rakyat Nepal biasa yang berjuang melawan banjir, pemadaman listrik, dan melonjaknya harga pangan.
“Peristiwa NEPAL harus menjadi ALARM pejabat-pejabat dan anak-anak pejabat INDONESIA yang hobby flexing dan gaya hidup hedon,” cuit Dokter Tifa di akun X @DokterTifa dikutip Sabtu (13/9/2025).
Tifa tak ingin peristiwa di Nepal terjadi di Tanah Air. “Jangan sampai kejadian serupa terjadi di sini gara-gara kalian tidak mampu menahan hawa nafsu mempertontonkan kemewahan hidup kalian yang diperoleh dari uang pajak yang dibayar rakyat dengan darah dan keringat ke media sosial,” pungkasnya.
Baca juga: Gaya Hidup 'Nepo Kids' Nepal Bikin Marah Demonstran Gen-Z: dari Tas Desainer hingga Mobil Mewah
Diberitakan SindoNews sebelumnya, Nepal telah dilanda demonstrasi berdarah yang dipimpin kaum Gen-Z selama pekan ini. Mereka marah atas inefisiensi pemerintah, yang dengan cepat meluas menjadi gerakan nasional.
Protes Gen-Z berhasil memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri. Tindakan keras polisi terhadap para demonstran menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Kerusuhan tersebut mengakibatkan gedung-gedung pemerintahan, kediaman pribadi politisi senior, dan bahkan hotel-hotel di pusat wisata dibakar.
Baca juga: Kebiasaan Flexing Keluarga Pejabat Nepal Picu Kemarahan Gen Z
Gedung Parlemen juga dibakar massa. Saat ini, negara tersebut tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi, dengan militer turun tangan untuk memberlakukan jam malam dan bernegosiasi dengan para pengunjuk rasa.
Inti dari pergolakan ini adalah kebencian lintas generasi karena sementara rakyat Nepal berjuang melawan pengangguran, inflasi yang meningkat, dan kemiskinan yang parah, anak-anak elite politik—atau "nepo kids (anak nepo)"—memamerkan mobil mewah, tas desainer, dan liburan internasional di media sosial.
Unggahan dan video yang menyoroti gaya hidup mewah anak-anak elite politik tersebar luas di TikTok, Instagram, Reddit, dan X. Tagar seperti #PoliticiansNepoBabyNepal dan #NepoBabies menarik jutaan penayangan.
Unggahan-unggahan ini menampilkan mobil mewah, pakaian desainer mahal, restoran mewah di luar negeri, dan destinasi liburan eksklusif. Banyak yang disandingkan dengan gambaran rakyat Nepal biasa yang berjuang melawan banjir, pemadaman listrik, dan melonjaknya harga pangan.
(rca)
Lihat Juga :