Isu Darurat Militer Upaya Melemahkan Persatuan Bangsa
Sabtu, 13 September 2025 - 07:21 WIB
loading...
Wacana darurat militer imbas demo anarkis pada akhir Agustus 2025 dinilai merupakan tudingan yang tidak relevan dan tak berdasar hingga memicu keresahan publik. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wacana darurat militer imbas aksi unjuk rasa atau demo ricuh berujung anarkis pada akhir Agustus 2025 merupakan tudingan yang tidak relevan dan tak berdasar. Isu tersebut hanya memicu keresahan publik dan berpotensi merusak hubungan harmonis antara rakyat dan TNI.
"Itu hanya dibuat-buat saja. Situasi masih jauh dan tidak relevan untuk darurat militer," kata aktivis pemuda nasional Benny Ario Hasibuan, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: Publik Ramai Bicara Darurat Militer, Wakil Panglima: Jauh dari Apa yang Kita Lakukan
Menurut Benny, TNI sejak era Reformasi terus bertransformasi menjadi tentara yang profesional dan tunduk pada konstitusi.
“Sejak era Reformasi, TNI telah meneguhkan diri sebagai tentara profesional yang tunduk pada konstitusi dan menjunjung tinggi demokrasi. Tidak ada indikasi TNI ingin menciptakan darurat militer. Itu fitnah yang harus dihentikan,” ujarnya.
Menurut Benny, pemberlakuan darurat militer hanya bisa diputuskan Presiden dalam keadaan luar biasa, bukan berdasarkan isu yang digoreng di ruang publik. "Demo dan dinamika politik tidak bisa dijadikan alasan untuk menyebar ketakutan seolah negara dalam ancaman perang. Kita harus cerdas membaca situasi,” ucapnya.
Baca juga: Soal Demo Anarkis, Hendardi: Jangan Sampai Terjadi Darurat Sipil dan Militer
Benny menambahkan, darurat militer tercipta dalam situasi yang luar biasa. Seperti yang terjadi di Nepal saat ini. Menurutnya, aksi unjuk rasa di Indonesia masih dalam situasi kondusif. Aksi kekerasan tidak merata terjadi di semua daerah.
"Kemarin kerusuhan tidak merata. Saya juga menduga itu ada yang menunggangi sehingga terjadi kerusuhan. Kemarin mahasiswa juga jadi bingung kenapa aksinya bisa rusuh seperti itu," katanya.
Benny mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang mengaitkan TNI dengan skenario politik tertentu. Ia menilai tudingan semacam itu justru melemahkan soliditas bangsa.
“Kita justru harus membela TNI. Mereka ada di garis depan menjaga kedaulatan. Kalau ada pihak yang sengaja menyebarkan isu miring, aparat penegak hukum harus bertindak. Negara tidak boleh kalah dengan provokasi,” tegasnya.
Benny menyerukan agar pemuda menjadi penjernih informasi, bukan penyebar hoaks. “Jangan biarkan opini sesat menjerumuskan kita. Rakyat dan TNI harus tetap bersatu demi Indonesia,” tegasnya.
"Itu hanya dibuat-buat saja. Situasi masih jauh dan tidak relevan untuk darurat militer," kata aktivis pemuda nasional Benny Ario Hasibuan, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: Publik Ramai Bicara Darurat Militer, Wakil Panglima: Jauh dari Apa yang Kita Lakukan
Menurut Benny, TNI sejak era Reformasi terus bertransformasi menjadi tentara yang profesional dan tunduk pada konstitusi.
“Sejak era Reformasi, TNI telah meneguhkan diri sebagai tentara profesional yang tunduk pada konstitusi dan menjunjung tinggi demokrasi. Tidak ada indikasi TNI ingin menciptakan darurat militer. Itu fitnah yang harus dihentikan,” ujarnya.
Menurut Benny, pemberlakuan darurat militer hanya bisa diputuskan Presiden dalam keadaan luar biasa, bukan berdasarkan isu yang digoreng di ruang publik. "Demo dan dinamika politik tidak bisa dijadikan alasan untuk menyebar ketakutan seolah negara dalam ancaman perang. Kita harus cerdas membaca situasi,” ucapnya.
Baca juga: Soal Demo Anarkis, Hendardi: Jangan Sampai Terjadi Darurat Sipil dan Militer
Benny menambahkan, darurat militer tercipta dalam situasi yang luar biasa. Seperti yang terjadi di Nepal saat ini. Menurutnya, aksi unjuk rasa di Indonesia masih dalam situasi kondusif. Aksi kekerasan tidak merata terjadi di semua daerah.
"Kemarin kerusuhan tidak merata. Saya juga menduga itu ada yang menunggangi sehingga terjadi kerusuhan. Kemarin mahasiswa juga jadi bingung kenapa aksinya bisa rusuh seperti itu," katanya.
Benny mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang mengaitkan TNI dengan skenario politik tertentu. Ia menilai tudingan semacam itu justru melemahkan soliditas bangsa.
“Kita justru harus membela TNI. Mereka ada di garis depan menjaga kedaulatan. Kalau ada pihak yang sengaja menyebarkan isu miring, aparat penegak hukum harus bertindak. Negara tidak boleh kalah dengan provokasi,” tegasnya.
Benny menyerukan agar pemuda menjadi penjernih informasi, bukan penyebar hoaks. “Jangan biarkan opini sesat menjerumuskan kita. Rakyat dan TNI harus tetap bersatu demi Indonesia,” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :