Janggal jika Negara Tidak Antusias Usut Tuntas Kasus Arya Daru dan Zetro Leonardo
Jum'at, 12 September 2025 - 19:52 WIB
loading...
Kuasa hukum keluarga ADP Nicholay Aprilindo serta Praktisi dan Pengajar Diplomasi Dinna Prapto Raharja dalam Sindo Prime. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Praktisi dan Pengajar Diplomasi Dinna Prapto Raharja mendorong kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP) dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru Zetro Leonardo Purba diusut tuntas. Menurut dia, janggal jika negara tidak antusias melakukan pengusutan hingga tuntas.
“Saya melihat bahwa diplomat itu adalah representasi dari negara. Jadi, bukan sekadar etalase, malah diplomat itu representasi dari negara,” ujar Dinna dalam Sindo Prime dikutip dari YouTube SindoNews, Jumat (12/9/2025).
Dinna mengungkapkan bahwa seorang diplomat punya tugas menyelesaikan misi-misi yang memang ingin dicapai oleh suatu negara. “Jadi dia adalah bagian dari negara,” katanya.
Baca juga: Alasan Keluarga Arya Daru Ajukan Perlindungan ke LPSK: Terima Pesan Berisi Simbol Aneh
Dia melanjutkan, walaupun masih muda atau posisinya bukan duta besar, diplomat itu tetap orang-orang yang punya hak untuk dilindungi sebagai perwakilan negara.
“Jadi kalau menurut saya janggal justru kalau pemerintah itu berlama-lama seakan tidak antusias untuk mengusut sampai tuntas dan mengatakan bahwa cukuplah puas sampai sini saja,” katanya.
Baca juga: Staf KBRI Peru Zetro Dimakamkan di TPU Sari Mulya Tangsel
“Karena harusnya dicari betul mengapa orang-orang yang mewakili Indonesia itu sampai mengalami unfortunate events ya, situasi yang sangat tidak menguntungkan seperti ini gitu. Harusnya diusut tuntas,” sambungnya.
Dia pun berharap Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono konsisten dengan apa yang dijanjikan dan betul-betul mendampingi keluarga Arya Daru dan Zetro untuk mencari keadilan.
Diketahui, ADP (39) ditemukan meninggal dunia pada Selasa (8/7/2025) pukul 08.30 pagi di kamar kos Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Keluarga ADP mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Alasannya, keluarga menerima pesan berisi simbol-simbol aneh. LPSK masih melakukan verifikasi atas permohonan itu.
"Soal kejanggalan disampaikan kepada LPSK mengenai ada pihak yang mengirimkan pesan melalui simbol-simbol yang tidak dipahami dan soal makam almarhum yang bunganya diganti oleh orang atau pihak tak dikenal," ujar Wakil Ketua LPSK Susilaningtias melalui keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Sementara itu, Zetro Leonardo Purba tewas usai ditembak orang tak dikenal pada 1 September 2025.
“Saya melihat bahwa diplomat itu adalah representasi dari negara. Jadi, bukan sekadar etalase, malah diplomat itu representasi dari negara,” ujar Dinna dalam Sindo Prime dikutip dari YouTube SindoNews, Jumat (12/9/2025).
Dinna mengungkapkan bahwa seorang diplomat punya tugas menyelesaikan misi-misi yang memang ingin dicapai oleh suatu negara. “Jadi dia adalah bagian dari negara,” katanya.
Baca juga: Alasan Keluarga Arya Daru Ajukan Perlindungan ke LPSK: Terima Pesan Berisi Simbol Aneh
Dia melanjutkan, walaupun masih muda atau posisinya bukan duta besar, diplomat itu tetap orang-orang yang punya hak untuk dilindungi sebagai perwakilan negara.
“Jadi kalau menurut saya janggal justru kalau pemerintah itu berlama-lama seakan tidak antusias untuk mengusut sampai tuntas dan mengatakan bahwa cukuplah puas sampai sini saja,” katanya.
Baca juga: Staf KBRI Peru Zetro Dimakamkan di TPU Sari Mulya Tangsel
“Karena harusnya dicari betul mengapa orang-orang yang mewakili Indonesia itu sampai mengalami unfortunate events ya, situasi yang sangat tidak menguntungkan seperti ini gitu. Harusnya diusut tuntas,” sambungnya.
Dia pun berharap Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono konsisten dengan apa yang dijanjikan dan betul-betul mendampingi keluarga Arya Daru dan Zetro untuk mencari keadilan.
Diketahui, ADP (39) ditemukan meninggal dunia pada Selasa (8/7/2025) pukul 08.30 pagi di kamar kos Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Keluarga ADP mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Alasannya, keluarga menerima pesan berisi simbol-simbol aneh. LPSK masih melakukan verifikasi atas permohonan itu.
"Soal kejanggalan disampaikan kepada LPSK mengenai ada pihak yang mengirimkan pesan melalui simbol-simbol yang tidak dipahami dan soal makam almarhum yang bunganya diganti oleh orang atau pihak tak dikenal," ujar Wakil Ketua LPSK Susilaningtias melalui keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Sementara itu, Zetro Leonardo Purba tewas usai ditembak orang tak dikenal pada 1 September 2025.
(rca)
Lihat Juga :