Diaspora Muda Sebut Rahayu Saraswati Pemimpin yang Membuka Ruang Politik bagi Anak Muda

Jum'at, 12 September 2025 - 17:57 WIB
loading...
Diaspora Muda Sebut...
Diaspora muda Raga Awandayu Prakasa (kiri) menuturkan, Rahayu Saraswati adalah sosok pemimpin yang konsisten membuka ruang belajar politik bagi anak muda. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Keputusan Rahayu Saraswati mundur dari anggota DPR menuai sorotan luas. Banyak pihak menilai keputusannya itu meninggalkan ruang kosong dalam politik Indonesia. Hal ini mengingat kiprah dan kontribusinya yang nyata bagi masyarakat, terutama anak muda dan diaspora muda Indonesia.

Salah satunya disampaikan diaspora muda Raga Awandayu Prakasa. Menurutnya, Rahayu Saraswati adalah sosok pemimpin yang konsisten membuka ruang belajar politik bagi anak muda, termasuk bagi diaspora muda di luar negeri. Baca juga: Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo Mengundurkan Diri sebagai Anggota DPR

“Bagi kami yang berada di rantau, Mbak Saras adalah figur yang memberi kesempatan generasi muda untuk mengenal, memahami, dan berani terlibat dalam dunia politik. Ia mengajarkan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi juga ruang pengabdian,” katanya, Jumat (12/9/2025).

Polemik yang menimpa Rahayu Saraswati belakangan ini, menurut Raga, tidak sepenuhnya mencerminkan fakta. Raga menegaskan, bahwa yang beredar di publik hanyalah potongan klip yang kemudian digoreng dan dipelintir.

”Padahal, jika didengar secara utuh, maksud beliau jelas: mendorong anak muda agar mandiri dan tidak semata-mata bergantung pada negara. Sayangnya, framing media menjadikan niat baik itu seolah-olah kesalahan besar,” tegasnya.

Dukungan terhadap Rahayu Saraswati terus mengalir. Dari masyarakat di Dapil III Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) hingga tokoh publik, tokoh nasional, kader partai, serta orang-orang yang pernah merasakan kebaikan, serta visi besar, dan perjuangannya. Banyak yang menilai bahwa gaya kepemimpinan Saraswati yang visioner, dekat dengan rakyat, dan penuh dedikasi adalah hal yang jarang ditemukan di dunia politik hari ini.

Lebih dari sekadar legislator, Rahayu Saraswati telah membuka ruang bagi diaspora muda yang awalnya tidak tertarik dengan politik. Ia hadir, menyapa, dan melebur di tengah komunitas, mendengarkan aspirasi mereka, serta menanamkan kesadaran bahwa politik bisa menjadi sarana perubahan nyata. Dari interaksi sederhana itu, tumbuh generasi diaspora yang lebih peduli, lebih percaya diri, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Kiprah Saraswati juga tercermin dari keberaniannya memperjuangkan isu-isu penting, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, perdagangan manusia, hingga isu lingkungan hidup. Komitmen tersebut membuatnya masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 Tahun 2025, sebagai salah satu tokoh muda paling berpengaruh di Indonesia. Baca juga: Suasana Hangat dan Penuh Keakraban Prabowo Bersama Diaspora di Belgia

Raga berpandangan, kehilangan figur seperti Rahayu Saraswati di parlemen bukan hanya kerugian bagi partai atau konstituen, melainkan juga kerugian bagi bangsa. Tanpa sosok dengan kapasitas, integritas, dan kepedulian seperti Rahayu Saraswati, DPR berisiko diisi oleh mereka yang hanya mengejar jabatan tanpa ketulusan.

Sebagai diaspora muda, Raga menegaskan, pihaknya tidak ingin DPR diisi orang-orang yang hanya mengejar jabatan tanpa kapasitas dan ketulusan. ”Kehadiran Mbak Saras adalah harapan bagi anak muda dan diaspora Indonesia. Tidak hanya bagi Dapil Jakarta, mundurnya beliau juga akan menjadi kehilangan besar bagi generasi muda yang sedang mencari panutan politik yang bersih dan visioner,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Rekomendasi
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved