Jaga Kamtibmas, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri Minta Siskamling RT/RW Diaktifkan
Jum'at, 12 September 2025 - 16:03 WIB
loading...
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Laode Ahmad P. Bolombo meminta Siskamling tingkat RT/RW diaktifkan. Foto/SindoNews
A
A
A
BALI - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Laode Ahmad P. Bolombo meminta Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat RT/RW diaktifkan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga lingkungan masing-masing.
"Ini menindaklanjuti arahan Bapak Menteri, Provinsi Bali di 8 Kabupaten dan 1 Kota telah 100% melaksanakan arahan Bapak Menteri dimaksud," ujar Laode saat menyampaikan 11 arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait perkembangan situasi Kamtibmas di Bali yang dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster Jumat (12/09/2025).
Laode menjelaskan, Mendagri juga meminta pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan berbagai langkah dalam menghadapi isu aksi demonstrasi yang tejadi baru-baru ini. Langkah ini sebagai bentuk penanganan konflik.
Baca juga: Apresiasi Kamtibmas di Tangsel, Kemendagri Minta Siskamling Kembali Diaktifkan
Seperti diketahui, aksi demonstrasi tersebut telah mengakibatkan ketidaknyamanan dan disintegrasi sosial. Pemda diminta menyusun Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Provinsi, Kab/Kota.
Pemda juga mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi penanganan konflik secara lokal berdasarkan pendekatan pranata adat yang berlaku.
Selain itu, Pemda diminta memberikan informasi kepada publik tentang terjadinya konflik dan upaya penanganannya, melakukan upaya pencegahan konflik melalui sistem peringatan dini.
Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri Apresiasi Pemkab Bekasi Perkuat Peran Satlinmas dan Siskamling
"Pemda diminta merespon secara cepat dan menyelesaikan secara damai semua permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik dan membantu upaya penanganan pengungsi dan pemulihan pascakonflik yang meliputi rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi, " paparnya.
Sementara Gubernur Bali I Wayan Koster menambahkan, Provinsi Bali memiliki ciri khas keamanan yaitu adanya Pecalang untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. "Sehingga pada saat terjadinya aksi unjuk rasa oleh mahasiswa, puluhan ribu pecalang diturunkan dan dilaporkan tidak terdapat konflik," katanya.
I Wayan turut mengajak Rakyat Bali untuk memperkuat solidaritas melawan segala bentuk politik pecah belah. Upaya ini membuahkan hasil.
"Partisipasi masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan logistik, bantuan medis, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan prinsip Sekala-Niskala yaitu upaya tidak berwujud dari kepercayaan masyarakat Bali untuk menciptakan keseimbangan dalam mencapai keharmonisan dan kesejahteraan," paparnya.
"Ini menindaklanjuti arahan Bapak Menteri, Provinsi Bali di 8 Kabupaten dan 1 Kota telah 100% melaksanakan arahan Bapak Menteri dimaksud," ujar Laode saat menyampaikan 11 arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait perkembangan situasi Kamtibmas di Bali yang dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster Jumat (12/09/2025).
Laode menjelaskan, Mendagri juga meminta pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan berbagai langkah dalam menghadapi isu aksi demonstrasi yang tejadi baru-baru ini. Langkah ini sebagai bentuk penanganan konflik.
Baca juga: Apresiasi Kamtibmas di Tangsel, Kemendagri Minta Siskamling Kembali Diaktifkan
Seperti diketahui, aksi demonstrasi tersebut telah mengakibatkan ketidaknyamanan dan disintegrasi sosial. Pemda diminta menyusun Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Provinsi, Kab/Kota.
Pemda juga mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi penanganan konflik secara lokal berdasarkan pendekatan pranata adat yang berlaku.
Selain itu, Pemda diminta memberikan informasi kepada publik tentang terjadinya konflik dan upaya penanganannya, melakukan upaya pencegahan konflik melalui sistem peringatan dini.
Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri Apresiasi Pemkab Bekasi Perkuat Peran Satlinmas dan Siskamling
"Pemda diminta merespon secara cepat dan menyelesaikan secara damai semua permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik dan membantu upaya penanganan pengungsi dan pemulihan pascakonflik yang meliputi rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi, " paparnya.
Sementara Gubernur Bali I Wayan Koster menambahkan, Provinsi Bali memiliki ciri khas keamanan yaitu adanya Pecalang untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. "Sehingga pada saat terjadinya aksi unjuk rasa oleh mahasiswa, puluhan ribu pecalang diturunkan dan dilaporkan tidak terdapat konflik," katanya.
I Wayan turut mengajak Rakyat Bali untuk memperkuat solidaritas melawan segala bentuk politik pecah belah. Upaya ini membuahkan hasil.
"Partisipasi masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan logistik, bantuan medis, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan prinsip Sekala-Niskala yaitu upaya tidak berwujud dari kepercayaan masyarakat Bali untuk menciptakan keseimbangan dalam mencapai keharmonisan dan kesejahteraan," paparnya.
(cip)
Lihat Juga :