Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jabatan Menhan dan Menpora Definitif Segera Diisi

Kamis, 11 September 2025 - 18:42 WIB
loading...
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dan meminta agar jabatan Menko Polkam dan Menpora definitif segera diisi. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Namun, masih ada dua jabatan menteri yang belum belum diisi secara definitif, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Saat ini jabatan Menhan masih dirangkap secara ad interim oleh Menteri Pertahanan (Menhan). Sementara dua kementerian itu memiliki fungsi dan tugas yang berbeda. Kemenkopolkam bersifat koordinatif, sementara Menhan bersifat operasional.

Baca juga: Sejumlah Tokoh Nasional Diundang ke Istana, dari Sinta Nuriyah hingga Quraish Shihab

"Kami menilai rangkap jabatan antara Menhan dan Menkopolkam tidak boleh di lakukan terlalu lama dan harus segera diakhiri. Membiarkan rangkap jabatan itu terlalu lama akan menimbulkan kerumitan tersendiri dalam tata kelola manajemen politik, keamanan dan pertahanan negara," kata Koalisi Masyarakat Sipil dalam pernyataan tertulis yang diterima SindoNews, Kamis (11/9/2025).



Koalisi Masyarakat Sipil menilai tidak tepat bila pengelolaan dua kementerian itu pada satu orang menteri dalam periode yang terlalu lama. Kondisi ini akan menimbulkan potensi penyalahgunaan kewenangan yang besar, karena adanya akumulasi kewenangan pada satu orang menteri.

Di dalam negara demokrasi, lanjut dia, penting untuk dihindari adanya akumulasi kewenangan di satu tangan. Negara demokrasi menuntut pentingnya diferensiasi fungsi dan tugas kementerian demi efektitas kerja pemerintah itu sendiri.

Baca juga: Kursi Menko Polkam dan Menpora Masih Kosong, Prabowo: Tunggu Waktunya

Diferensiasi fungsional dalam pemerintahan ini menjadi penting guna menghindari terjadinya absolut power satu orang atau satu lembaga. Karena jika akumulasi kewenangan itu terjadi maka potensi penyalahgunaan kewenangan akan tinggi.

Koalisi Masyarakat Sipil menambahkan, perangkapan kedua jabatan tersebut dalam satu tangan cenderung akan membuka ruang terjadinya sekuritisasi, yakni negara akan melihat semua isu sosial politik akan menjadi masalah keamanan nasional, yang perlu didekati dengan pendekatan keamanan.

Sekuritisasi ini akan mendelegitimasi pendekatan dialog, tidak mendengarkan aspirasi publik secara penuh (hanya formalitas), dan dalam penyelesaian masalah cenderung lebih mengedepankan pendekatan militer.

"Konsentrasi kekuaasaan keamanan terhadap satu orang akan menimbulkan persepsi negatif terhadap kehidupan demokrasi, perbaikan ekonomi, serta iklim investasi, serta persepsi global," paparnya.

"Keresahan masyarakat Indonesia berkait ketidakpastian situasi keamanan Indonesia haruslah dijawab dengan cara-cara demokratik konstitutional, dengan segera menunjuk Menkopolkam yang baru serta dapat menurunkan ketegangan politik," tandasnya.

Lebih lanjut, Koalisi Masyarakat Sipil meminta pemerintah segera menghentikan langkah-langkah inkonstitusional untuk menjerat aktivitas-aktivitas gerakan sosial yang mengawal tuntutan rakyat (17+8) yang sedang digelorakan.

"Kehidupan berdemokrasi harus diselamatkan serta penjaminan terhadap kebebasan sipil baik di ruang nyata maupun maya," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Takut Ditangkap ICC,...
Takut Ditangkap ICC, Netanyahu Minta Bantuan Inggris dan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved