Prabowo Minta Program Prioritas Tak Boleh Ada Hambatan dengan Alasan Kertas

Selasa, 09 September 2025 - 17:07 WIB
loading...
Prabowo Minta Program...
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025) mengingatkan jajaran menterinya agar program prioritas tidak boleh ada hambatan dengan alasan kertas atau administratif semata. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran menterinya agar program prioritas tidak boleh ada hambatan dengan alasan kertas atau administratif semata. Penegasan Presiden itu khususnya khususnya di program prioritas sektor pangan.

“Ya baru saja selesai kami Ratas dipimpin bapak Presiden, arahan beliau semua program harus dipercepat pelaksanaannya, tidak boleh ada hambatan dengan alasan kertas. Artinya alasan itu aturan lah apa gitu ya, antara lain misalnya pangan, pangan apapun harus segera dilaksanakan,” kata Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Baca juga: Raja Juli Minta Maaf ke Presiden dan Masyarakat usai Viral Main Domino

Zulhas menjelaskan, program ketahanan pangan akan ditempuh melalui dua jalur. Pertama, optimalisasi produksi yang sudah berjalan. Kedua, membuka lahan baru, termasuk pembangunan sawah di kawasan Wanan, Sumatera Selatan, dan Kalimantan.



“Nah, kita pangan dari dua yang satu optimalisasi kita sudah produksi lebih. Tapi yang kedua kan kita harus membangun lahan yang baru sawah yang baru seperti di Wanan, di Sumatera Selatan, di Kalimantan, dan yang lain-lain,” katanya.

“Nah di Wanan tadi, sudah dibangun jalan pelabuhan sudah hampir jadi, tapi kita akan segera menyelesaikan soal tata ruangnya ya. Kan itu ada kawasan sudah ada tata ruang untuk segera kita akan selesaikan percepatan perubahan fungsinya, satu,” tambah Zulhas.

Baca juga: Budi Arie hingga Karding Kena Reshuffle, Dejokowinisasi Sedang Berlangsung

Selain itu, kata Zulhas, Presiden Prabowo juga mendorong percepatan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih agar bisa berjalan efektif pada akhir tahun. Program pembangunan 100 desa nelayan pun diminta dipercepat sebagai bagian dari peningkatan produksi pangan berbasis protein.

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut diminta oleh Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan tambak udang dan ikan. Tahun ini ditargetkan 20.000 hektare tambak bisa terealisasi, sebagai bagian dari target jangka panjang seluas 70.000 hektar.

“Nah menteri kelautan perikanan akan membangun 20.000 apa namanya tambak itu juga diminta untuk dipercepat tahun ini dan tahun depan harus bisa diselesaikan 20.000 dulu dari target 70.000 hektar,” kata Zulhas.

“Nah tadi ada Menteri Keuangan kira-kira itu program itu, sehingga bisa didengar langsung oleh Kementerian Keuangan sehingga ini bisa sinkron ya dan bisa cepat eh dilaksanakan,” paparnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Rekomendasi
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Clara Shinta dan Muhammad...
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Rujuk, Gugatan Cerai Resmi Dicabut
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved