Sikapi 17+8 Tuntutan Rakyat, PDIP Gencarkan Berkomunikasi dengan Masyarakat
Jum'at, 05 September 2025 - 14:19 WIB
loading...
PDIP bakal menggencarkan berkomunikasi dengan masyarakat menyikapi 17+8 tuntutan rakyat yang kian menggema di dunia nyata maupun jagat maya. Hal ini merespons tuntutan koalisi masyarakat sipil yang disampaikan influencer. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - PDIP bakal menggencarkan berkomunikasi dengan masyarakat menyikapi 17+8 tuntutan rakyat yang kian menggema di dunia nyata maupun jagat maya. Hal ini merespons tuntutan koalisi masyarakat sipil yang disampaikan sejumlah influencer.
Fraksi PDIP di DPR memandang serius tuntutan masyarakat karena itu adalah amanat konstitusi. PDIP berkomitmen mengawal dan melaksanakan putusan rapat pimpinan DPR sebagai berikut menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota dan moratorium kunjungan kerja luar negeri bagi anggota dan komisi-komisi DPR.
Baca juga: 17+8 Tuntutan Rakyat Menggema, Yusril: Mustahil Pemerintah Mengabaikan
Kemudian, melakukan pembenahan dan memperbaiki diri serta menjadikan aspirasi masyarakat sebagai masukan yang membangun. Selanjutnya, mendukung penuh dan berkontribusi aktif dalam reformasi kelembagaan DPR yang dipimpin langsung Ketua DPR Puan Maharani.
"Saya baru saja memimpin urun rembuk untuk transformasi DPR. Semua ketua fraksi sepakat menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota dan melakukan moratorium kunjungan kerja bagi anggota dan komisi-komisi DPR," ujar Puan yang juga politikus PDIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Karena itu, PDIP menginstruksikan seluruh anggota fraksi turun ke bawah dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Setiap anggota wajib menyerap aspirasi masyarakat, mendengar langsung kebutuhan mereka, serta menjadikannya dasar dalam setiap sikap dan keputusan politik fraksi.
Selain itu, Fraksi PDIP bakal mengoptimalkan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR untuk menangani penyampaian aspirasi masyarakat kepada DPR sehingga dapat ditangani secara langsung dan efektif.
PDIP juga mengawal aspirasi masyarakat untuk membentuk tim investigasi independen yang kredibel dan berintegritas dalam mengusut aksi demonstrasi berujung anarkistis yang telah menimbulkan korban jiwa.
Puan memastikan DPR berupaya melakukan reformasi kelembagaan agar bisa sesuai dengan harapan rakyat. "Saya sendiri yang akan memimpin reformasi DPR," tegasnya.
Fraksi PDIP di DPR memandang serius tuntutan masyarakat karena itu adalah amanat konstitusi. PDIP berkomitmen mengawal dan melaksanakan putusan rapat pimpinan DPR sebagai berikut menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota dan moratorium kunjungan kerja luar negeri bagi anggota dan komisi-komisi DPR.
Baca juga: 17+8 Tuntutan Rakyat Menggema, Yusril: Mustahil Pemerintah Mengabaikan
Kemudian, melakukan pembenahan dan memperbaiki diri serta menjadikan aspirasi masyarakat sebagai masukan yang membangun. Selanjutnya, mendukung penuh dan berkontribusi aktif dalam reformasi kelembagaan DPR yang dipimpin langsung Ketua DPR Puan Maharani.
"Saya baru saja memimpin urun rembuk untuk transformasi DPR. Semua ketua fraksi sepakat menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota dan melakukan moratorium kunjungan kerja bagi anggota dan komisi-komisi DPR," ujar Puan yang juga politikus PDIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Karena itu, PDIP menginstruksikan seluruh anggota fraksi turun ke bawah dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Setiap anggota wajib menyerap aspirasi masyarakat, mendengar langsung kebutuhan mereka, serta menjadikannya dasar dalam setiap sikap dan keputusan politik fraksi.
Selain itu, Fraksi PDIP bakal mengoptimalkan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR untuk menangani penyampaian aspirasi masyarakat kepada DPR sehingga dapat ditangani secara langsung dan efektif.
PDIP juga mengawal aspirasi masyarakat untuk membentuk tim investigasi independen yang kredibel dan berintegritas dalam mengusut aksi demonstrasi berujung anarkistis yang telah menimbulkan korban jiwa.
Puan memastikan DPR berupaya melakukan reformasi kelembagaan agar bisa sesuai dengan harapan rakyat. "Saya sendiri yang akan memimpin reformasi DPR," tegasnya.
(jon)
Lihat Juga :