Ari Junaedi: Penonaktifan Anggota DPR Konsekuensi, tapi Deddy Sitorus Berbeda
Rabu, 03 September 2025 - 20:57 WIB
loading...
Anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Penonaktifan terhadap anggota DPR seperti Ahmad Sahroni, Adies Kadir, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Eko Patrio dipandang sebagai konsekuensi karena menyakiti hati masyarakat. Hal itu menurut Direktur Lembaga Kajian Nusakom Pratama Ari Junaedi.
Ari berpendapat, tingkah laku para anggota DPR tidak bisa disamaratakan, apalagi dipandang tidak sesuai dengan para konstituennya. Dia pun menyoroti apa yang terjadi dengan anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus, yang juga didesak untuk dinonaktifkan. Padahal, Deddy terkena imbas potongan video di media sosial saat membahas masalah gaji DPR.
“Harus diingat, pernyataan Deddy Yevri Sitorus di sebuah stasiun televisi swasta itu disampaikan jauh sebelum aksi-aksi unjuk rasa besar. Video pernyataan Deddy ada yang sengaja memotongnya. Mirip dengan kasus pernyataan Ahok yang dipenggal sehingga menimbulkan misinformasi di masyarakat,” kata Ari, Rabu (3/9/2025).
Baca juga: Emrus Sihombing: Kritik ke Deddy Sitorus Harus Logis dan Ilmiah
Ari berpendapat, tingkah laku para anggota DPR tidak bisa disamaratakan, apalagi dipandang tidak sesuai dengan para konstituennya. Dia pun menyoroti apa yang terjadi dengan anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus, yang juga didesak untuk dinonaktifkan. Padahal, Deddy terkena imbas potongan video di media sosial saat membahas masalah gaji DPR.
“Harus diingat, pernyataan Deddy Yevri Sitorus di sebuah stasiun televisi swasta itu disampaikan jauh sebelum aksi-aksi unjuk rasa besar. Video pernyataan Deddy ada yang sengaja memotongnya. Mirip dengan kasus pernyataan Ahok yang dipenggal sehingga menimbulkan misinformasi di masyarakat,” kata Ari, Rabu (3/9/2025).
Baca juga: Emrus Sihombing: Kritik ke Deddy Sitorus Harus Logis dan Ilmiah
Lihat Juga :