MUI Minta Warga Stop Lakukan Demo Anarkis: Banyak Mafsadat dan Mudharatnya!
Selasa, 02 September 2025 - 16:51 WIB
loading...
Waketum MUI, Marsudi Suhud meminta warga menghentikan aksi demo anarkis karena banyak mafsadat dan mudharatnya. Foto/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Suhud meminta warga menghentikan aksi demo anarkis karena banyak mafsadat dan mudharatnya. Aksi demo boleh dilakukan, tapi sesuai aturan yang berlaku.
"Agama mengajarkan, mau melakukan apa saja harus ditimbang resiko-resikonya, jangan sampai ada mafsadat dan mudharatnya, ada resiko-resiko yang bisa mengakibatkan kehidupan berbangsa, bernegara ini pecah dan menjadi kurang produktif," ujarnya pada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Fasum Rusak Dampak Demo Ricuh Segera Diperbaiki
Menurutnya, sejak tanggal 25 Agustus 2025 kemarin hingga Selasa (2/9/2025) ini terdapat aksi-aksi demo, yang mana tujuannya baik untuk memperingatkan, mengkritik, dan memberi masukan pada pembuat kebijakan, termasuk eksekutif atau DPR. Secara agama, kritik memang harus disampaikan karena menyampaikan wasiat kebenaran.
"Ketika terjadi hal yang tidak kita inginkan, maka harapan kami, tokoh-tokoh ini, hak menyampaikan pendapat itu sesuai aturan dan undang-undang dan juga termasuk ajaran agama, maka itu terus dilaksanakan, dijalankan, tapi dengan cara yang baik yang jangan sampai melakukan kerusakan-kerusakan," tuturnya.
Dia menerangkan, bagi pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk bisa mendengarkan kritikan atau pendapat masyarakat yang disampaikan secara lebih nyaman. Misalnya, dengan membuat forum diantara mahasiswa atau si penyampai pendapat dengan si pembuat kebijakan.
Baca juga: Negara Diminta Bertindak Tegas Terhadap Pendemo Anarkis dan Aparat yang Langgar HAM
"Kemarin dari MUI yang berangkat (ketemu Presiden Prabowo Subianto) sekjen ngikutin yang dibahas ya tidak jauh dari yang kita sampaikan tadi, semua bangsa Indonesia agar bisa bareng-bareng memperbaiki yang masih kurang, memperbaiki yang masih belum baik, tapi dengan cara yang baik," paparnya.
Dia menambahkan, para pemuka agama, khususnya organisasi massa yang bersama MUI sendiri telah melakukan inisiatif untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia ini dengan baik pasca demo terjadi.
"Agama mengajarkan, mau melakukan apa saja harus ditimbang resiko-resikonya, jangan sampai ada mafsadat dan mudharatnya, ada resiko-resiko yang bisa mengakibatkan kehidupan berbangsa, bernegara ini pecah dan menjadi kurang produktif," ujarnya pada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Fasum Rusak Dampak Demo Ricuh Segera Diperbaiki
Menurutnya, sejak tanggal 25 Agustus 2025 kemarin hingga Selasa (2/9/2025) ini terdapat aksi-aksi demo, yang mana tujuannya baik untuk memperingatkan, mengkritik, dan memberi masukan pada pembuat kebijakan, termasuk eksekutif atau DPR. Secara agama, kritik memang harus disampaikan karena menyampaikan wasiat kebenaran.
"Ketika terjadi hal yang tidak kita inginkan, maka harapan kami, tokoh-tokoh ini, hak menyampaikan pendapat itu sesuai aturan dan undang-undang dan juga termasuk ajaran agama, maka itu terus dilaksanakan, dijalankan, tapi dengan cara yang baik yang jangan sampai melakukan kerusakan-kerusakan," tuturnya.
Dia menerangkan, bagi pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk bisa mendengarkan kritikan atau pendapat masyarakat yang disampaikan secara lebih nyaman. Misalnya, dengan membuat forum diantara mahasiswa atau si penyampai pendapat dengan si pembuat kebijakan.
Baca juga: Negara Diminta Bertindak Tegas Terhadap Pendemo Anarkis dan Aparat yang Langgar HAM
"Kemarin dari MUI yang berangkat (ketemu Presiden Prabowo Subianto) sekjen ngikutin yang dibahas ya tidak jauh dari yang kita sampaikan tadi, semua bangsa Indonesia agar bisa bareng-bareng memperbaiki yang masih kurang, memperbaiki yang masih belum baik, tapi dengan cara yang baik," paparnya.
Dia menambahkan, para pemuka agama, khususnya organisasi massa yang bersama MUI sendiri telah melakukan inisiatif untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia ini dengan baik pasca demo terjadi.
(shf)
Lihat Juga :