Presiden Prabowo Instruksikan Fasum Rusak Dampak Demo Ricuh Segera Diperbaiki
Selasa, 02 September 2025 - 15:14 WIB
loading...
Gerbang Tol Pejompongan yang dibakar perusuh. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar segera memperbaiki fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh di beberapa daerah. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo beserta Sekjen dan Dirjen Kementerian PU di Gedung Sekretariat Kabinet RI, tadi malam.
Pertemuan tersebut membahas progres perbaikan fasum yang terdampak aksi anarkis dalam demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah.
"Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo, pertemuan ini diadakan untuk membahas kemajuan dan progres terkait perbaikan beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat adanya beberapa aksi anarkis dalam demonstrasi di minggu kemarin," tulisnya di akun media sosial Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Seskab Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan bahwa fasum yang rusak harus segera dibenahi agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat.
"Secara tegas, Presiden Prabowo memberikan instruksi agar seluruh fasilitas umum yang mengalami kerusakan di beberapa kota di Indonesia untuk diperbaiki secepat mungkin, sehingga dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat, dan aktivitas bisa kembali berjalan lancar."
Pemerintah mulai menghitung total kerusakan akibat aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah pada akhir Agustus lalu. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan estimasi kerugian infrastruktur dan fasilitas umum mencapai hampir Rp900 miliar.
Perkiraan kerugian terbesar tercatat di wilayah Jawa Timur dan Makassar. Dody menyebutkan, selain halte dan gerbang tol, sejumlah kantor DPRD hingga gedung bersejarah juga menjadi sasaran aksi perusakan. "Kerugian ini mencakup berbagai fasilitas di seluruh Indonesia, mulai dari halte TransJakarta, gerbang tol, hingga gedung DPRD yang dibakar massa," ujarnya seusai meninjau Halte TransJakarta Senayan Bank DKI dan Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai kerugian tertinggi, antara lain akibat terbakarnya Gedung Negara Grahadi—yang merupakan cagar budaya—serta Kantor DPRD Kota Kediri. Sementara itu, di Makassar, aksi massa berujung pembakaran gedung DPRD pada Jumat hingga Sabtu dini hari.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan anggaran darurat senilai Rp900 miliar untuk memperbaiki infrastruktur terdampak. Anggaran ini, kata Dody, disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan dipastikan tidak akan mengganggu program strategis nasional lainnya.
Sebelumnya, gelombang demonstrasi meluas di berbagai kota di Indonesia seusai meninggalnya Affan Kurniawan di tengah aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis pekan lalu. Presiden Prabowo menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi kepada pemerintah.
Seskab Teddy menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo beserta Sekjen dan Dirjen Kementerian PU di Gedung Sekretariat Kabinet RI, tadi malam.
Pertemuan tersebut membahas progres perbaikan fasum yang terdampak aksi anarkis dalam demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah.
"Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo, pertemuan ini diadakan untuk membahas kemajuan dan progres terkait perbaikan beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat adanya beberapa aksi anarkis dalam demonstrasi di minggu kemarin," tulisnya di akun media sosial Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Seskab Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan bahwa fasum yang rusak harus segera dibenahi agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat.
"Secara tegas, Presiden Prabowo memberikan instruksi agar seluruh fasilitas umum yang mengalami kerusakan di beberapa kota di Indonesia untuk diperbaiki secepat mungkin, sehingga dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat, dan aktivitas bisa kembali berjalan lancar."
Pemerintah mulai menghitung total kerusakan akibat aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah pada akhir Agustus lalu. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan estimasi kerugian infrastruktur dan fasilitas umum mencapai hampir Rp900 miliar.
Perkiraan kerugian terbesar tercatat di wilayah Jawa Timur dan Makassar. Dody menyebutkan, selain halte dan gerbang tol, sejumlah kantor DPRD hingga gedung bersejarah juga menjadi sasaran aksi perusakan. "Kerugian ini mencakup berbagai fasilitas di seluruh Indonesia, mulai dari halte TransJakarta, gerbang tol, hingga gedung DPRD yang dibakar massa," ujarnya seusai meninjau Halte TransJakarta Senayan Bank DKI dan Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai kerugian tertinggi, antara lain akibat terbakarnya Gedung Negara Grahadi—yang merupakan cagar budaya—serta Kantor DPRD Kota Kediri. Sementara itu, di Makassar, aksi massa berujung pembakaran gedung DPRD pada Jumat hingga Sabtu dini hari.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan anggaran darurat senilai Rp900 miliar untuk memperbaiki infrastruktur terdampak. Anggaran ini, kata Dody, disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan dipastikan tidak akan mengganggu program strategis nasional lainnya.
Sebelumnya, gelombang demonstrasi meluas di berbagai kota di Indonesia seusai meninggalnya Affan Kurniawan di tengah aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis pekan lalu. Presiden Prabowo menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi kepada pemerintah.
(zik)
Lihat Juga :