Polri Ingatkan Masyarakat Sumber Kredibel dari Media Massa
Senin, 01 September 2025 - 15:31 WIB
loading...
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan masyarakat sebaiknya mencari informasi yang kredibel seperti dari media massa. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Polri mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap adanya ajakan demo berujung kericuhan melalui media sosial. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan masyarakat sebaiknya mencari informasi yang kredibel seperti media massa.
“Semua dalam rangka proses untuk konsolidasi, diantaranya proses penegakan hukum, sekali lagi saya minta juga sekaligus mengimbau kepada masyarakat, jadikan informasi itu secara jernih dan kredibel, saluran utamanya hanyalah teman-teman media massa, teman-teman wartawan dan jurnalis lah yang bisa menyampaikan dan bisa dijadikan suatu rujukan,” kata Trunoyudo saat konferensi pers, Senin (1/9/2025).
Baca juga: 2 Anggota Brimob Pelindas Affan Kurniawan Langgar Etik Berat
Dia meminta masyarakat agar menyaring setiap informasi yang diterima. Menurutnya, media massa memiliki peran penting untuk menyajikan informasi.
“Bahwa setiap informasi itu betul-betul harus di saring dulu, kemudian lihat sumbernya tentu teman-teman media yang bisa menjernihkan informasi yang berkembang, sehingga mari teman-teman media masa terdepan untuk selalu memberikan saluran utama informasi yang tepat dan kredibel,” ujar dia.
Sebagai informasi, rangkaian aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (25/8), kemudian Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8) dini hari.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan bahwa 1.240 orang telah ditangkap terkait aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi saat demo di Jakarta.
Baca juga: Soal Demo Anarkis, Hendardi: Jangan Sampai Terjadi Darurat Sipil dan Militer
Irjen Asep menerangkan, massa yang diamankan mayoritas berasal dari luar Jakarta.
“Perlu kami sampaikan bahwa untuk saat ini Polda Metro Jaya dari mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya,” kata Irjen Asep Edi kepada wartawan, Senin (1/9/2025).
“Yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta, ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa dari Banten,” sambung dia.
Dia menuturkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan perusakan, termasuk penjarahan.
“Semua dalam rangka proses untuk konsolidasi, diantaranya proses penegakan hukum, sekali lagi saya minta juga sekaligus mengimbau kepada masyarakat, jadikan informasi itu secara jernih dan kredibel, saluran utamanya hanyalah teman-teman media massa, teman-teman wartawan dan jurnalis lah yang bisa menyampaikan dan bisa dijadikan suatu rujukan,” kata Trunoyudo saat konferensi pers, Senin (1/9/2025).
Baca juga: 2 Anggota Brimob Pelindas Affan Kurniawan Langgar Etik Berat
Dia meminta masyarakat agar menyaring setiap informasi yang diterima. Menurutnya, media massa memiliki peran penting untuk menyajikan informasi.
“Bahwa setiap informasi itu betul-betul harus di saring dulu, kemudian lihat sumbernya tentu teman-teman media yang bisa menjernihkan informasi yang berkembang, sehingga mari teman-teman media masa terdepan untuk selalu memberikan saluran utama informasi yang tepat dan kredibel,” ujar dia.
Sebagai informasi, rangkaian aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (25/8), kemudian Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8) dini hari.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan bahwa 1.240 orang telah ditangkap terkait aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi saat demo di Jakarta.
Baca juga: Soal Demo Anarkis, Hendardi: Jangan Sampai Terjadi Darurat Sipil dan Militer
Irjen Asep menerangkan, massa yang diamankan mayoritas berasal dari luar Jakarta.
“Perlu kami sampaikan bahwa untuk saat ini Polda Metro Jaya dari mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya,” kata Irjen Asep Edi kepada wartawan, Senin (1/9/2025).
“Yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta, ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa dari Banten,” sambung dia.
Dia menuturkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan perusakan, termasuk penjarahan.
(shf)
Lihat Juga :