Dianugerahi Bintang Mahaputera Adipurna, Purnomo Yusgiantoro: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo
Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:46 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penasihat Presiden Bidang Energi Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro menjadi salah satu dari 141 tokoh yang menerima penganugerahan Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto . Purnomo menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Purnomo yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Menteri Pertahanan (Menhan) didampingi Ibu Lis Purnomo Yusgiantoro menerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Purnomo menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo atas penganugerahan penghargaan tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan, sehingga saya mendapat penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna,” kata Purnomo di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca juga: Terima Bintang Mahaputera Adipurna, Cak Imin Dedikasikan ke Masyarakat
Purnomo dikenal sebagai salah seorang tokoh nasional yang menjadi menteri pada tiga era presiden berbeda. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Pada era pemerintahan Presiden Abudurrahman Wahid (Gus Dur), periode 2000-2001 Purnomo dipercayakan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.
Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri memimpin negeri ini, pada 2001-2004, Purnomo diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kemudian, pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Purnomo menjabat Menteri ESDM (2004-2009) dan Menteri Pertahanan (2009-2014).
Selain itu, peran Purnomo sebagai Sekjen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tahun 2004, berhasil mengangkat Indonesia mendapat pengakuan internasional. Setelah menyelesaikan tugasnya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Purnomo mendirikan sebuah institusi think tank di bidang penelitian di sektor energi, pertahanan, dan sosial yang diberi nama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).
Saat ini, Presiden Prabowo mempercayakan Purnomo sebagai Penasihat Presiden Bidang Energi, karena dinilai memiliki kemampuan multidisiplin, baik sebagai ahli ekonomi, sumber daya alam, maupun strategi pertahanan. Sementara itu, Presiden Prabowo saat berpidato pada upacara penganugerahan Tanda Kehormatan menyampaikan terima kasih atas darma bakti dan jasa-jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
“Prof Purnomo berjasa luar biasa dalam merumuskan kebijakan energi nasional, pengelolaan migas, dan penguatan sektor pertahanan negara," kata Presiden Prabowo.
Purnomo yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Menteri Pertahanan (Menhan) didampingi Ibu Lis Purnomo Yusgiantoro menerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Purnomo menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo atas penganugerahan penghargaan tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan, sehingga saya mendapat penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna,” kata Purnomo di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca juga: Terima Bintang Mahaputera Adipurna, Cak Imin Dedikasikan ke Masyarakat
Purnomo dikenal sebagai salah seorang tokoh nasional yang menjadi menteri pada tiga era presiden berbeda. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Pada era pemerintahan Presiden Abudurrahman Wahid (Gus Dur), periode 2000-2001 Purnomo dipercayakan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.
Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri memimpin negeri ini, pada 2001-2004, Purnomo diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kemudian, pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Purnomo menjabat Menteri ESDM (2004-2009) dan Menteri Pertahanan (2009-2014).
Selain itu, peran Purnomo sebagai Sekjen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tahun 2004, berhasil mengangkat Indonesia mendapat pengakuan internasional. Setelah menyelesaikan tugasnya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Purnomo mendirikan sebuah institusi think tank di bidang penelitian di sektor energi, pertahanan, dan sosial yang diberi nama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).
Saat ini, Presiden Prabowo mempercayakan Purnomo sebagai Penasihat Presiden Bidang Energi, karena dinilai memiliki kemampuan multidisiplin, baik sebagai ahli ekonomi, sumber daya alam, maupun strategi pertahanan. Sementara itu, Presiden Prabowo saat berpidato pada upacara penganugerahan Tanda Kehormatan menyampaikan terima kasih atas darma bakti dan jasa-jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
“Prof Purnomo berjasa luar biasa dalam merumuskan kebijakan energi nasional, pengelolaan migas, dan penguatan sektor pertahanan negara," kata Presiden Prabowo.
(rca)
Lihat Juga :