Prabowo Akan Pidato di PBB Setelah Trump dan Lula, Dino Patti Djalal: Sejarahnya seperti Bung Karno

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:28 WIB
loading...
A A A
“Nah Indonesia menurut saya perlu memberikan konsep dan masukan mengenai the next world order itu seperti apa? Karena sekarang ini semuanya lagi berpikir ke arah itu, tapi belum ada konsep yang jelas belum ada masukan yang jelas. Sementara kekuatan orde-orde yang sebelumnya itu masih tetap bertahan,” tambahnya.

Selain itu, Dino pun mengatakan bahwa momen Presiden Prabowo kali ini sama dengan ketika Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno pada Sidang Umum PBB tahun 1960, yang berjudul To Build the World Anew.

“Jadi, saya kira ini konteks sejarahnya menurut saya sama bobotnya dengan pidato Bung Karno dulu tahun 1960. To build the world anew. Cuma sayangnya apa? Pidato bagus, tapi apa yang dicita-citakan tidak tercapai. Karena apa? Waktu itu (Indonesia) negara berkembang masih belum kuat,” kata Dino.

Apalagi, kata Dino, negara-negara kekuatan menengah seperti Indonesia, Turki, Korea Selatan, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Brasil dinilai kini memiliki peran penting dalam menentukan arah politik global.

“Sekarang kan beliau (Prabowo) memberikan pidato pada saat di mana middle power itu sedang naik daun sekarang. Sekarang yang mengubah dunia itu adalah negara kekuatan menengah. Indonesia, Turki, Korea, Afrika Selatan, Saudi, Brazil. Termasuk middle power negara-negara barat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dino pun optimistis pidato Presiden Prabowo Prabowo di PBB bisa membawa nilai strategis besar bagi Indonesia. “Jadi saya kira dalam konteks itu, saya kira pidato beliau di PBB nanti akan sangat diperhatikan orang dan mempunyai potensi nilai strategis yang besar,” sebutnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Rekomendasi
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Berita Terkini
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved