Pemberian Tanda Jasa dan Kehormatan untuk Mbah Moen, PPP Apresiasi Presiden Prabowo
Senin, 25 Agustus 2025 - 18:06 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar tanda jasa dan kehormatan kepada almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang diwakili oleh KH. Idror Maimoen (Gus Idror ), putera bungsu Mbah Moen di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - PPP mengapresiasi pemberian tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto yang diberikan ke almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Sekjen PPP Arwani Thomafi berterima kasih atas pemberian tanda kehormatan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada KH Maimoen Zubair.
"Keluarga besar PPP mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas pemberian tanda kehormatan kepada KH. Maimoen Zubair. Ini merupakan pengakuan negara atas kontribusi Mbah Moen," ujar Arwani di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Tanda Kehormatan kepada 141 Tokoh, Ini Daftar Penerimanya
Menurut Arwani, komitmen Mbah Moen terhadap kebangsaan dan ke-Indonesiaan ditunjukkan melalui sikap dan pandangannya yang moderat atas persoalan yang mengemuka. "Tak terkecuali sikap politik PPP baik di eksekutif dan legislatif tidak terlepas dari pandangan dan sikap Mbah Moen," tegas Arwani.
Dia menyebutkan, hubungan pribadi Presiden Prabowo dan Mbah Moen juga terajut cukup baik. Menurut dia, relasi Prabowo dan Mbah Moen menjadi contoh model yang patut diteruskan oleh keluarga besar PPP. "Relasi personal Presiden Prabowo dan Mbah Moen menjadi teladan baik bagi seluruh kader PPP," pungkas Arwani.
Diketahui KH Maimoen Zubair, pengasuh PP Al-Anwar, Sarang, Rembang yang juga pernah menjadi Ketua Majelis Syariah PPP dan merupakan tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara itu, KH. Idror Maimoen (Gus Idror ), putera bungsu KH Maimoen Zubair, mewakili keluarga menerima tanda jasa dan kehormatan langsung dari Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Tanda jasa dan kehormatan tersebut diberikan kepada Mbah Moen yang telah berjasa kepada negara di bidang pendidikan dan keagamaan melalui pengasuhan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah tanda jasa dan kehormatan kepada almarhum Abah kami, yaitu KH. Maimoen Zubair yang telah berjasa dalam bidang pendidikan dan keagamaan," jelasnya.
Dikatakan Gus Idror, Mbah Moen merupakan sosok ayah yang sangat mengutamakan pendidikan dan keagamaan.
Baca juga: Prabowo Anugerahi Haji Isam Bintang Mahaputera Utama karena Dedikasinya untuk Negeri
Ia juga mendapatkan pesan dari ayahnda untuk menjunjung tinggi ilmu, menjaga, dan meneruskan pondok pesantren agar dirawat dengan baik.
“Sangat menjunjung tinggi dengan sekali dengan ilmu, supaya pendidikan pesantren dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Kalau saya membantu di Al-Anwar induk, membantu di kajian kitab-kitab berbahasa arab. Banyak sekali kenangan dan banyak ilmu yang diberikan kepada saya. Di antaranya selalu mengajarkan banyak murid dan putra beliau yang ahli ilmu dan ahli Al-Qur’an,” kata Gus Idror.
Seperti diketahui Gus Idror merupakan putra bungsu dari ulama kharismatik KH Maimoen Zubair yang dinilai memiliki wajah yang mirip dengan ayahnya.
Sejak kecil Gus Idror dididik oleh ayahandanya sendiri di Pesantren Al-Anwar bersama dengan santri-santri yang lain sampai dengan usia remaja.
Setelah dinyatakan lulus, Gus Idror pergi ke Makkah untuk memperdalam keilmuannya. Ia diasuh langsung oleh Sayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alawy Al Maliki. Salah satu ulama tersohor di kota Makkah.
Setelah pulang, Gus Idror membantu ayahnya mendidik para santri di Ponpes Al-Anwar satu. Ia merupakan membantu ayahnya untuk melakukan kajian kitab-kitabberbahasa Arab, fiqih, dan juga hadits.
Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 141 tokoh di Istana Negara, Jakarta. Seremoni itu merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
"Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga atas nama negara dan bangsa terima kasih kami, Republik Indonesia, atas pengabdian saudara-saudara sekalian. Semoga jasa-jasa saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus," kata Prabowo.
"Keluarga besar PPP mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas pemberian tanda kehormatan kepada KH. Maimoen Zubair. Ini merupakan pengakuan negara atas kontribusi Mbah Moen," ujar Arwani di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Tanda Kehormatan kepada 141 Tokoh, Ini Daftar Penerimanya
Menurut Arwani, komitmen Mbah Moen terhadap kebangsaan dan ke-Indonesiaan ditunjukkan melalui sikap dan pandangannya yang moderat atas persoalan yang mengemuka. "Tak terkecuali sikap politik PPP baik di eksekutif dan legislatif tidak terlepas dari pandangan dan sikap Mbah Moen," tegas Arwani.
Dia menyebutkan, hubungan pribadi Presiden Prabowo dan Mbah Moen juga terajut cukup baik. Menurut dia, relasi Prabowo dan Mbah Moen menjadi contoh model yang patut diteruskan oleh keluarga besar PPP. "Relasi personal Presiden Prabowo dan Mbah Moen menjadi teladan baik bagi seluruh kader PPP," pungkas Arwani.
Diketahui KH Maimoen Zubair, pengasuh PP Al-Anwar, Sarang, Rembang yang juga pernah menjadi Ketua Majelis Syariah PPP dan merupakan tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara itu, KH. Idror Maimoen (Gus Idror ), putera bungsu KH Maimoen Zubair, mewakili keluarga menerima tanda jasa dan kehormatan langsung dari Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Tanda jasa dan kehormatan tersebut diberikan kepada Mbah Moen yang telah berjasa kepada negara di bidang pendidikan dan keagamaan melalui pengasuhan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah tanda jasa dan kehormatan kepada almarhum Abah kami, yaitu KH. Maimoen Zubair yang telah berjasa dalam bidang pendidikan dan keagamaan," jelasnya.
Dikatakan Gus Idror, Mbah Moen merupakan sosok ayah yang sangat mengutamakan pendidikan dan keagamaan.
Baca juga: Prabowo Anugerahi Haji Isam Bintang Mahaputera Utama karena Dedikasinya untuk Negeri
Ia juga mendapatkan pesan dari ayahnda untuk menjunjung tinggi ilmu, menjaga, dan meneruskan pondok pesantren agar dirawat dengan baik.
“Sangat menjunjung tinggi dengan sekali dengan ilmu, supaya pendidikan pesantren dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Kalau saya membantu di Al-Anwar induk, membantu di kajian kitab-kitab berbahasa arab. Banyak sekali kenangan dan banyak ilmu yang diberikan kepada saya. Di antaranya selalu mengajarkan banyak murid dan putra beliau yang ahli ilmu dan ahli Al-Qur’an,” kata Gus Idror.
Seperti diketahui Gus Idror merupakan putra bungsu dari ulama kharismatik KH Maimoen Zubair yang dinilai memiliki wajah yang mirip dengan ayahnya.
Sejak kecil Gus Idror dididik oleh ayahandanya sendiri di Pesantren Al-Anwar bersama dengan santri-santri yang lain sampai dengan usia remaja.
Setelah dinyatakan lulus, Gus Idror pergi ke Makkah untuk memperdalam keilmuannya. Ia diasuh langsung oleh Sayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alawy Al Maliki. Salah satu ulama tersohor di kota Makkah.
Setelah pulang, Gus Idror membantu ayahnya mendidik para santri di Ponpes Al-Anwar satu. Ia merupakan membantu ayahnya untuk melakukan kajian kitab-kitabberbahasa Arab, fiqih, dan juga hadits.
Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 141 tokoh di Istana Negara, Jakarta. Seremoni itu merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
"Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga atas nama negara dan bangsa terima kasih kami, Republik Indonesia, atas pengabdian saudara-saudara sekalian. Semoga jasa-jasa saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus," kata Prabowo.
(shf)
Lihat Juga :