Pagebluk Covid-19 Belum Ada Tanda Berakhir, Pengamat: Bansos Minimal Sampai Pertengahan 2021

Jum'at, 11 September 2020 - 10:48 WIB
loading...
Pagebluk Covid-19 Belum...
Sejumlah Ketua RT dari RW 03 Kelurahan Kalibata, Jakarta Selatan memeriksa paket sembako bantuan dari Kementerian Sosial, Selasa (7/7/2020). Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - The Indonesian Institute Center for Public Policy Research (TII) menyatakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta akan membuat pemulihan ekonomi dalam jangka pendek terhambat. Semua indikator pembalikan ekonomi akan berubah lagi menjadi negatif.

Peneliti TII M Rifki Fadilah mengatakan PSBB akan membuat semua kegiatan masyarakat hingga perekonomian kembali dipaksa berhenti. Masyarakat kembali beraktivitas di rumah. "Kondisi ini tentu akan berdampak luas kepada perekonomian secara agregat. Terlebih DKI Jakarta menjadi pusat penopang perekonomian Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Jumat (11/9/2020).

Dia menjelaskan, ekonomi memang tidak akan berjalan penuh selama masalah di sektor kesehatan belum dapat diatasi. Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan dan diproduksi massal, protokol kesehatan masih harus tetap dijalankan.

Dalam situasi pagebluk Covid-19 yang belum mereda, PSBB ketat mungkin akan diberlakukan sewaktu-waktu. "Implikasinya, ekonomi tidak akan beroperasi 100 persen. Putaran berikutnya, jika hal ini terus-menerus dibiarkan, pemulihan ekonomi akan terhambat," tuturnya.

Rifki mendorong pemerintah mengatasi masalah krisis kesehatan terlebih dahulu. Tindakan nyata dan penanganan pandemi itu untuk mencegah trade off (mengorbankan) antara ekonomi dan kesehatan. Dia mengusulkan pemerintah tetap menyukseskan kebijakan PSBB. Namun, tanpa melakukan trade off yang berat bagi perekonomian.

TII memberikan dua langkah yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan pengawasan secara ketat kepada warganya. Koordinasi dari atas hingga tingkat rukun tetangga dan warga agar PSBB ini berjalan efektif.

Kedua, PSBB ini akan bias kepada kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan aktivitas, seperti bekerja atau berjualan di pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
Selly PDIP: Benahi Data...
Selly PDIP: Benahi Data Penerima Bansos agar Tak Jadi Bancakan Pihak Tertentu
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Rekomendasi
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Berita Terkini
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved