ARIKSA Dorong Industri Antariksa Jadi Motor Penggerak Baru Indonesia

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:53 WIB
loading...
ARIKSA Dorong Industri...
Diskusi bertema Antariksa: Urgensi dan Relevansi untuk Indonesia yang digelar Asosiasi Antariksa Indonesia (ARIKSA), Jakarta, belum lama ini. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadikan industri antariksa sebagai motor penggerak ekonomi baru. Selain itu, memperkuat kedaulatan nasional di bidang dirgantara, ketahanan pangan, pertahanan, dan teknologi.

Isu ini mengemuka dalam diskusi bertema "Antariksa: Urgensi dan Relevansi untuk Indonesia” yang digelar Asosiasi Antariksa Indonesia (ARIKSA), belum lama ini.

Baca juga: NASA Kembangkan Pesawat Antariksa Bertenaga Cahaya

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting yakni Ketua Umum ARIKSA Adi Rahman Adiwoso, Dewan Pengawas ARIKSA Sofyan Djalil, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Wamenristekdikti Stella Christie, Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara, dan Kadiskomlek TNI AU Marsma TNI Dr Penny Radjendra.

Ketua Umum ARIKSA Adi Rahman mengungkapkan industri antariksa di kawasan ASEAN berpotensi menyumbang hingga USD100 miliar terhadap PDB pada 2030. Dengan posisi geografis strategis di garis ekuator, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat peluncuran roket dan satelit.

“ARIKSA hadir sebagai wadah kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Kita harus mampu menjadi subjek, bukan hanya objek dalam peta industri antariksa global,” ujar Adi, Minggu (24/8/2025).

Sofyan Djalil menuturkan pengembangan industri ini bukan semata urusan ekonomi, tapi juga menyangkut aspek strategis nasional seperti komunikasi, keamanan, dan mitigasi bencana. Dia menegaskan pentingnya kedaulatan ruang antariksa bagi masa depan Indonesia.

“Kalau kita tidak memanfaatkannya sekarang, kita akan tertinggal. ARIKSA siap menjadi mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan yang mendukung kemajuan antariksa,” katanya.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa BRIN sebagai lembaga riset utama Indonesia memiliki peran besar dalam mendorong inovasi di bidang antariksa, khususnya lewat penelitian dan pengembangan (R&D).

“Kemitraan dengan universitas dan industri sangat penting. ARIKSA menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi perkembangan sektor ini,” ucapnya.

Di bidang pengembangan SDM, Wamenristekdikti Stella Christie menekankan pentingnya membuka akses pendidikan lebih merata, khususnya di luar Jawa. Dia juga mendorong jalur vokasi sebagai cara cepat menyiapkan tenaga terampil.

“Industri antariksa bukan sektor eksklusif, tapi bisa menjadi penyerap tenaga kerja besar jika dikelola dengan tepat,” katanya.

Rektor ITB Prof Tatacipta mengatakan, pengembangan satelit melibatkan lintas disiplin ilmu seperti astronomi, geodesi, hingga telekomunikasi. ITB siap berkontribusi melalui penguatan riset dan pendidikan tinggi di bidang ini.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI AU Marsekal Pertama TNI Dr Penny Radjendra menyoroti pentingnya kemandirian dalam sistem satelit untuk menunjang pertahanan. Salah satu teknologi yang vital adalah Space Situational Awareness (SSA) yang memungkinkan deteksi objek dan potensi tabrakan di orbit.

Saat ini hanya segelintir negara yang menguasai sistem GPS. Ketergantungan terhadap pihak asing bisa berisiko pada keamanan data dan sistem senjata. “Kita sudah bicara soal green dan blue economy, tapi belum memasukkan space economy dalam arus utama pembangunan nasional. Ini saatnya kita bergerak,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Jadi Wakil Ketua Pansus...
Jadi Wakil Ketua Pansus RUU Desain Industri, Lola Dorong Industri Nasional Kuat dan Terlindungi
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
BRIN Segera Memiliki...
BRIN Segera Memiliki Observatorium Nasional Terbaik di Asia
Prabowo dan Putin Sepakati...
Prabowo dan Putin Sepakati Kerja Sama Energi, Pendidikan, hingga Industri
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Rekomendasi
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Berita Terkini
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Infografis
Timur Kapadze Jadi Kandidat...
Timur Kapadze Jadi Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved