A'wan PBNU Minta KPK Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:44 WIB
loading...
Awan PBNU Minta KPK...
Pengurus A’wan PBNU KH. Abdul Muhaimin meminta KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi kuota haji. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) diminta mengusut tuntas kasus dugaan korupsi kuota haji. Termasuk memeriksa anggota ormas keagamaan yang terlibat dalam kasus tersebut.

Pengurus A’wan PBNU KH. Abdul Muhaimin mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut. “KPK jangan ragu melakukan penggeledahan di tempat-tempat yang diduga kuat terkait dengan kasus korupsi kuota haji 2023-2024 agar kasus ini bisa terlihat jelas ranting hingga ke akar-akarnya,” katanya, Kamis (21/8/2025).

Pendiri dan pengasuh PP Nurul Ummahat, Kotagede, Yogyakarta ini menyakini dalam korupsi itu pasti ada pengumpulan dana, distribusi, dan aliran uang haram.

“Tidak mungkin lah korupsi kuota haji itu, keuntungannya memusat pada satu dua orang. Apalagi taksir kerugian minimal Rp1 triliun. Itu, pasti mengalir kemana-mana,” katanya.

Baca juga: KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Korupsi Kuota Haji

Diketahui, dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024, KPK telah memeriksa banyak pihak. KPK juga telah melakukan pencekalan terhadap tiga orang selama 6 bulan.

“Susahnya pemberantasan korupsi di Indonesia karena orang yang terlibat itu, pintar-pintar dan orang besar. Dan, melibatkan orang lain yang juga pintar. Tapi, mereka semua kan keblinger keuntungan, hingga hak dan keadilan rakyat diabaikan,” ceteluknya.



Kiai Muhaimin memandang tidak masalah bila pemeriksaan KPK dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 sampai ke para pihak didalam ormas keagamaan.

Baca juga: Mutasi TNI, 6 Perwira Kopassus Duduki Jabatan Strategis

“Panitia penyelenggaraan ibadah haji itu melibatkan orang-orang dari berbagai ormas keagamaan di Indonesia. Indikasi tindak korupsi kan oleh orang-orangnya, bukan ormas keagamaannya,” ujarnya.

“Jadi, diperiksa saja orang-orang yang terlibat dan turut mencari keuntungan dalam korupsi kuota haji 2023-2024, dari kalangan ormas keagamaan. Justru dengan begitu, bisa membantu ormas keagamaan dalam menjaga kehormatan dan citra dirinya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai upaya KPK mendalami dugaan korupsi tambahan kuota dan penyelenggaraan haji 2023-2024 melalui posko atau hotline pengaduan, Kiai Muhaimin, mendukung dan meminta partisipasi para pelaksana haji. “Hal itu demi keadilan dan pemenuhan hak para haji serta kewajiban negara yang dijalankan,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Berita Terkini
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved