Deklarasi Manifesto Filsafat Intelijen, Hendropriyono: Dunia Dilanda Gelombang Proxy War

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:01 WIB
loading...
Deklarasi Manifesto...
Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono menyebut dunia sedang dilanda gelombang proxy war. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Sejumlah cendekiawan, praktisi, dan pemerhati intelijen mendeklarasikan Manifesto Internasional Filsafat Intelijen. Manifesto tersebut sebagai respons atas kondisi global yang semakin mengkhawatirkan dan penyalahgunaan intelijen.

Manifesto yang ditetapkan di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 18 Agustus 2025 ini digagas oleh Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Saifur Rohman dari Universitas Negeri Jakarta. Mahfud MD dari Universitas Islam Indonesia.

Selain itu, Mustari Mustafa dari UIN Alauddin, Lasiyo, Djoko Suryo, Soejadi, Mukhtasar Syamsuddin, Siti Murtiningsih, dan Ova Emilia dari UGM. Kaelan MS dan Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo, dari Al-Azhar University, Kairo Mesir.

Baca juga: Apa Itu Proxy War? Perang Gaya Baru antara Amerika Serikat dan Rusia

Termasuk Amarulla Octavian dari Universitas Pertahanan (Unhan), R Deltanto dari Sekolah Tinggi Hukum Militer, Hikmahanto Juwana dari Universitas Indonesia (UI). Abdul Munir Mulkhan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Tjip Ismail dari Universitas Al-Azhar Indonesia. Serta Muhadjir Effendy, Universitas Negeri Malang.

Dalam manifesto tersebut, mereka menyebut perkembangan keadaan internasional dewasa ini menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan. Dunia sedang dilanda gelombang proxy war yang bersenjatakan hoaks, disinformasi, dan simulakra yakni, rekayasa realitas yang mengaburkan kebenaran.

Baca juga: Panglima TNI Tunjuk Letjen Muhammad Saleh Mustafa Jadi Wakasad

Fenomena ini bukan hanya memecah belah antarbangsa, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi, hukum, dan kebenaran itu sendiri.

”Sejalan dengan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari komunitas global, kami menyatakan Manifesto ini sebagai seruan etis untuk mengembalikan fungsi sejati intelijen bagi kemaslahatan umat manusia dan kelestarian lingkungannya,” katanya, Rabu (20/8/2025).

Manifesto filsafat intelijen tersebut antara lain:

Paradigma Intelijen untuk Kemaslahatan Manusia dan Lingkungan

Intelijen sejati tidak hanya berurusan dengan keamanan negara, tetapi juga dengan keamanan hidup umat manusia dan kelestarian lingkungan. Paradigma intelijen yang kami usung adalah paradigma yang humanis, etis, dan berorientasi pada masa depan, yang mengutamakan kehidupan damai dan keberlanjutan ekologis.

Etika Universal sebagai Landasan Intelijensia

Etika universal harus menjadi fondasi dari seluruh kegiatan intelijen. Intelijen, pada hakikatnya, adalah panca indera setiap bangsa yang berfungsi mengamati, menganalisis, dan memperingatkan. Tanpa etika, intelijen mudah tergelincir menjadi alat penindasan dan kebohongan. Dengan etika, intelijen menjadi pelindung kebenaran dan penegak keadilan.

Penolakan terhadap Praktik Intelijen yang Tidak Jujur

Kami menolak segala bentuk praktik intelijen yang tidak jujur yakni yang cenderung tidak benar (inaccurate) dan tidak tepat (inappropriate) yang mengakibatkan penderitaan berkepanjangan bagi umat manusia. Intelijen yang menyesatkan adalah pelanggaran moral terhadap tanggung jawab kemanusiaan.

Pemajuan Filsafat Intelijen sebagai Disiplin Ilmu

Kami menyerukan kepada seluruh perguruan tinggi di dunia untuk memberlakukan Filsafat Intelijen sebagai disiplin filsafat yang beroperasi dalam ranah intelijen. Disiplin ini akan menjadi pilar akademik yang mengajarkan moralitas, epistemologi, dan ontologi dalam praktik intelijen, sekaligus menjadi benteng terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Komitmen Kolektif

Manifesto ini adalah komitmen bersama untuk menghentikan penggunaan intelijen sebagai alat proxy war berbasis hoaks dan simulakra. Membangun tata kelola intelijen yang akuntabel, transparan, dan etis. Mengembangkan riset intelijen yang berpihak pada kebenaran dan kesejahteraan global. Menumbuhkan generasi intelijensia yang memiliki integritas, kecerdasanmoral, dan kepekaan ekologis.

“Manifesto Internasional Filsafat Intelijen ini sebagai panduan moral dan intelektual bagi semua bangsa. Kami percaya bahwa intelijen yang berlandaskan filsafat adalah kunci untuk mewujudkan dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan. Manifesto ini bersifat terbuka,” katanya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Profil Letjen TNI Agus...
Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Kini Jabat Wakil Kepala BIN
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Rekomendasi
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved