Roy Suryo: Buku Jokowi’s White Paper Sukses Diluncurkan dengan Berbagai Intimidasi
Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:45 WIB
loading...
Pakar Telematika Roy Suryo menyebutkan bahwa buku Jokowi’s White Paper sukses tetap bisa diluncurkan dengan berbagai intimidasi. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo menyebutkan bahwa buku Jokowi’s White Paper sukses tetap bisa diluncurkan dengan berbagai intimidasi. Buku tersebut ditulis olehnya bersama pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar dan dokter Tifa atau Tifauzia Tyassuma.
“Kebetulan kami bertiga, saya, Rismon, dan Dokter Tifa me-launching buku yang judulnya Jokowi's White Paper. Alhamdulillah sukses tetap bisa di-launching, setelah soft-launching, meskipun dengan tadi yang disampaikan Pak Khozinudin, dengan berbagai intimidasi,” kata Roy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (20/8/2025).
Intimidasi yang pertama, ia menerangkan, tersebut semula digelar di Ruang Nusantara di Gedung University Club (UC). Namun, acara itu tertunda lantaran pihak UGM tiba-tiba membatalkan penyewaan ruang.
Baca juga: Pitra Romadoni Sindir Roy Suryo Cs soal Peluncuran Buku Jokowi: Harusnya Dibayar Lunas Dulu
“Jadi booking sudah kita lakukan, tapi mendadak, kita dengar kabar Minggu malam tanggal 17 Agustus, 17 Agustus lho, kita sedang merayakan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia, tiba-tiba gedung itu disatroni, saya bilang disatroni karena katanya enggak resmi, ada petugas dari polsek setempat itu datang, dan kemudian melakukan intimidasi dan lain sebagainya, interogasi,” ujar dia.
“Dan akhirnya pagi-pagi, Senin pagi, pada hari H, kami akan menyelenggarakan, tiba-tiba panitia menginformasi, ruang itu bisa dipakai. Ya sudah, karena ruangnya enggak bisa dipakai, kita pakai coffee shop,” sambung dia.
Selanjutnya pada 19 Agustus 2025, dia menyebutkan pihaknya juga mendapatkan intimidasi. Hal itu bermula ketika dia, Rismon Sianipar dan Dokter Tifa mendatangi UGM untuk menyerahkan surat pertanyaan.
“Ternyata apa, mau masuk ke lantai 2 saja, di gedung pusat UGM saja, dihalang-halangi oleh satpam yang banyak sekali, dan tidak boleh naik, kayak penjahat saja,” jelas dia.
Sebagai informasi, laporan tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sudah naik tahap penyidikan. Total ada 4 laporan lainnya yang saat ini statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.
“Kebetulan kami bertiga, saya, Rismon, dan Dokter Tifa me-launching buku yang judulnya Jokowi's White Paper. Alhamdulillah sukses tetap bisa di-launching, setelah soft-launching, meskipun dengan tadi yang disampaikan Pak Khozinudin, dengan berbagai intimidasi,” kata Roy kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (20/8/2025).
Intimidasi yang pertama, ia menerangkan, tersebut semula digelar di Ruang Nusantara di Gedung University Club (UC). Namun, acara itu tertunda lantaran pihak UGM tiba-tiba membatalkan penyewaan ruang.
Baca juga: Pitra Romadoni Sindir Roy Suryo Cs soal Peluncuran Buku Jokowi: Harusnya Dibayar Lunas Dulu
“Jadi booking sudah kita lakukan, tapi mendadak, kita dengar kabar Minggu malam tanggal 17 Agustus, 17 Agustus lho, kita sedang merayakan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia, tiba-tiba gedung itu disatroni, saya bilang disatroni karena katanya enggak resmi, ada petugas dari polsek setempat itu datang, dan kemudian melakukan intimidasi dan lain sebagainya, interogasi,” ujar dia.
“Dan akhirnya pagi-pagi, Senin pagi, pada hari H, kami akan menyelenggarakan, tiba-tiba panitia menginformasi, ruang itu bisa dipakai. Ya sudah, karena ruangnya enggak bisa dipakai, kita pakai coffee shop,” sambung dia.
Selanjutnya pada 19 Agustus 2025, dia menyebutkan pihaknya juga mendapatkan intimidasi. Hal itu bermula ketika dia, Rismon Sianipar dan Dokter Tifa mendatangi UGM untuk menyerahkan surat pertanyaan.
“Ternyata apa, mau masuk ke lantai 2 saja, di gedung pusat UGM saja, dihalang-halangi oleh satpam yang banyak sekali, dan tidak boleh naik, kayak penjahat saja,” jelas dia.
Sebagai informasi, laporan tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sudah naik tahap penyidikan. Total ada 4 laporan lainnya yang saat ini statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.
(rca)
Lihat Juga :