Peringatan HUT Ke-80 RI, Pesta Rakyat Inklusif Jaga Kedaulatan Indonesia
Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pasukan Perdamaian TNI Gelar Upacara HUT Ke-80 RI di KBRI Lebanon
Kedua adalah ruang ekspresi budaya yang mendorong komunitas lokal menampilkan kekayaan tradisinya melalui festival, lomba kreatif, atau pertunjukan seni.
Ketiga yaitu program sosial partisipatif seperti layanan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pasar rakyat inklusif.
“Dengan menempatkan pemuda, pelajar, dan kelompok marginal sebagai pelaku utama, bukan hanya penonton, pesta rakyat dapat menjadi wahana aktualisasi nilai kebangsaan sekaligus penguat ketahanan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Hendri.
Dia pun menjelaskan bahwa beragama secara maslahat dapat diartikulasikan menjadi kegiatan bersama yang mampu mereduksi ruang bagi pemahaman radikal dan ideologi transnasional. Menurut Hendri Satrio, gangguan yang menyerang kebhinekaan dalam agama tidak harus selalu dilawan menggunakan cara yang serupa.
Ia berpendapat, ada banyak ruang sosial lain yang secara nyata mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, dan salah satu yang paling kuat adalah olahraga. Ketika tim nasional Indonesia berlaga dan meraih prestasi, entah itu dalam sepak bola, bulu tangkis, atau cabang lainnya.
“Kita bisa melihat bagaimana jutaan orang dari Aceh sampai Papua, dari berbagai agama, etnis, bahkan pilihan politik bersatu dalam kebanggaan yang sama. Tidak ada yang bertanya siapa agamanya apa, dari suku mana, atau pendukung partai mana. Yang ada hanya satu semangat: bangga menjadi Indonesia,” tambah Hensat, panggilan karibnya.
Kedua adalah ruang ekspresi budaya yang mendorong komunitas lokal menampilkan kekayaan tradisinya melalui festival, lomba kreatif, atau pertunjukan seni.
Ketiga yaitu program sosial partisipatif seperti layanan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pasar rakyat inklusif.
“Dengan menempatkan pemuda, pelajar, dan kelompok marginal sebagai pelaku utama, bukan hanya penonton, pesta rakyat dapat menjadi wahana aktualisasi nilai kebangsaan sekaligus penguat ketahanan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Hendri.
Dia pun menjelaskan bahwa beragama secara maslahat dapat diartikulasikan menjadi kegiatan bersama yang mampu mereduksi ruang bagi pemahaman radikal dan ideologi transnasional. Menurut Hendri Satrio, gangguan yang menyerang kebhinekaan dalam agama tidak harus selalu dilawan menggunakan cara yang serupa.
Ia berpendapat, ada banyak ruang sosial lain yang secara nyata mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, dan salah satu yang paling kuat adalah olahraga. Ketika tim nasional Indonesia berlaga dan meraih prestasi, entah itu dalam sepak bola, bulu tangkis, atau cabang lainnya.
“Kita bisa melihat bagaimana jutaan orang dari Aceh sampai Papua, dari berbagai agama, etnis, bahkan pilihan politik bersatu dalam kebanggaan yang sama. Tidak ada yang bertanya siapa agamanya apa, dari suku mana, atau pendukung partai mana. Yang ada hanya satu semangat: bangga menjadi Indonesia,” tambah Hensat, panggilan karibnya.
Lihat Juga :