Refleksi HUT ke-80 Indonesia, KMHDI: Masih Jauh dari Cita-cita Kemerdekaan
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:54 WIB
loading...
A
A
A
Di samping ketimpangan sosial, Darmawan juga menyoroti Angka Partisipasi Pendidikan Tinggi (APK) Indonesia yang masih rendah. Menurut BPS, APK pendidikan tinggi untuk 2024 berada dikisaran 32 %, artinya sekitar sepertiga dari penduduk usia 19–23 tahun sedang menempuh pendidikan tinggi. “Dibandingkan negara tetangga, APK Indonesia masih rendah dari Malaysia 43%, Thailand 49,29%, dan Singapura mencapai 91,09%,” ucapnya.
Minimnya lapangan pekerjaan berkualitas dan jaminan kesejahteraan pekerja juga menjadi sorotan, Darmawan mengatakan sampai saat ini jumlah lapangan kerja berkualitas masih sedikit. Hal tersebut di tandai dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi.
Di samping itu, proporsi pekerja informal juga masih mendominasi. Data BPS menunjukan pekerja informal mencapai 59,40%. Sementara pekerja formal 40,60%. “Ini memperlihatkan tenaga kerja kita dalam kondisi rentan. Hal ini mengingat pekerja informal jarang mendapatkan insentif dan perlindungan kerja,” katanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Darmawan mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar bisa menghadirkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Momentum hari kemerdekaan Indonesia ini adalah momentum refleksi kita bersama atas capaian-capaian bangsa ini. Ke depan kita berharap dengan semangat kolaborasi dan gotong royong persoalan tersebut kita bisa selesaikan," tandasnya.
Minimnya lapangan pekerjaan berkualitas dan jaminan kesejahteraan pekerja juga menjadi sorotan, Darmawan mengatakan sampai saat ini jumlah lapangan kerja berkualitas masih sedikit. Hal tersebut di tandai dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi.
Di samping itu, proporsi pekerja informal juga masih mendominasi. Data BPS menunjukan pekerja informal mencapai 59,40%. Sementara pekerja formal 40,60%. “Ini memperlihatkan tenaga kerja kita dalam kondisi rentan. Hal ini mengingat pekerja informal jarang mendapatkan insentif dan perlindungan kerja,” katanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Darmawan mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar bisa menghadirkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Momentum hari kemerdekaan Indonesia ini adalah momentum refleksi kita bersama atas capaian-capaian bangsa ini. Ke depan kita berharap dengan semangat kolaborasi dan gotong royong persoalan tersebut kita bisa selesaikan," tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :