Megawati Soroti Banyak Anak Tak Tahu Sejarah, Abdul Mu’ti: Jadi Concern Kami
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 22:19 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Muti menegaskan bakal menanamkan pendidikan Pancasila sejak dini kepada para siswa. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan banyak anak muda tak paham sejarah. Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Abdul Mu’ti menyadari aga gejala seperti itu dan menyebut apa yang disampaikan Megawati memang menjadi fokusnya saat ini.
“Ya memang ada gejala seperti itu ya dan ini yang memang menjadi concern kami terutama di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagaimana agar rasa cinta Tanah Air, bangga sebagai bangsa Indonesia dan maju dengan semangat kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang berdaulat sesuai dengan semangat peringatan kemerdekaan ini,” kata Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Megawati Mengenang Jadi Anggota Paskibraka pada 1963
Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menanamkan Pancasila sedini mungkin. Salah satunya dengan mewajibkan Pramuka. “Mulai semester ini, Pramuka kita jadikan sebagai ekstra kurikulum wajib dan di antara nilai-nilai dasar dalam Dasa Dharma Pramuka tentu adalah cinta Tanah Air, kemudian berbagai kepribadian yang mulia,” ujar dia.
Cara lain yakni dengan penekanan kurikulum. Ia berharap, pembelajaran mendalam ini siswa bukan sekadar tahu, tapi dijalankan di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Telan Dana Rp16,9 Triliun, Kemendikdasmen akan Renovasi 13.763 Sekolah
“Ini yang coba nanti kita lakukan sehingga penekanan kurikulum atau kurikulum yang menekankan pemberian pengalaman, penanaman nilai-nilai yang mulia itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di masa-masa akan datang,” jelas dia.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Sukarnoputri menyoroti minimnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah Indonesia. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 di Istana Negara, Sabtu (16/8/2025).
“Karena banyak sekali sekarang orang yang tidak mengetahui sejarah Republik Indonesia, yang anak-anak muda apalagi,” ujar Megawati.
Megawati menekankan pentingnya pendidikan ideologi Pancasila sejak dini agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan jati diri. Menurutnya, pemahaman tentang Pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme harus menjadi bekal utama bagi anak muda.
“Supaya anak-anak bangsa ini memang tahu yang namanya Pancasila, yang namanya kebangsaan, yang namanya nasionalisme, dan dengan seperti itu nantinya mereka akan jadi yang namanya Purna Paskibraka,” katanya.
Abdul Mu’ti menyadari aga gejala seperti itu dan menyebut apa yang disampaikan Megawati memang menjadi fokusnya saat ini.
“Ya memang ada gejala seperti itu ya dan ini yang memang menjadi concern kami terutama di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagaimana agar rasa cinta Tanah Air, bangga sebagai bangsa Indonesia dan maju dengan semangat kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang berdaulat sesuai dengan semangat peringatan kemerdekaan ini,” kata Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Megawati Mengenang Jadi Anggota Paskibraka pada 1963
Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menanamkan Pancasila sedini mungkin. Salah satunya dengan mewajibkan Pramuka. “Mulai semester ini, Pramuka kita jadikan sebagai ekstra kurikulum wajib dan di antara nilai-nilai dasar dalam Dasa Dharma Pramuka tentu adalah cinta Tanah Air, kemudian berbagai kepribadian yang mulia,” ujar dia.
Cara lain yakni dengan penekanan kurikulum. Ia berharap, pembelajaran mendalam ini siswa bukan sekadar tahu, tapi dijalankan di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Telan Dana Rp16,9 Triliun, Kemendikdasmen akan Renovasi 13.763 Sekolah
“Ini yang coba nanti kita lakukan sehingga penekanan kurikulum atau kurikulum yang menekankan pemberian pengalaman, penanaman nilai-nilai yang mulia itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di masa-masa akan datang,” jelas dia.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Sukarnoputri menyoroti minimnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah Indonesia. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 di Istana Negara, Sabtu (16/8/2025).
“Karena banyak sekali sekarang orang yang tidak mengetahui sejarah Republik Indonesia, yang anak-anak muda apalagi,” ujar Megawati.
Megawati menekankan pentingnya pendidikan ideologi Pancasila sejak dini agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan jati diri. Menurutnya, pemahaman tentang Pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme harus menjadi bekal utama bagi anak muda.
“Supaya anak-anak bangsa ini memang tahu yang namanya Pancasila, yang namanya kebangsaan, yang namanya nasionalisme, dan dengan seperti itu nantinya mereka akan jadi yang namanya Purna Paskibraka,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :