Anggota DPR Nilam Sari Lawira Ingatkan Soal Penganggaran yang Berpihak ke Daerah

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 21:12 WIB
loading...
Anggota DPR Nilam Sari...
Anggota Komisi X DPR Nilam Sari Lawira mengingatkan pemerintah agar pengambilan kebijakan penganggaran berorientasi pada kepentingan seluruh masyarakat. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Nilam Sari Lawira mengingatkan pemerintah agar pengambilan kebijakan penganggaran berorientasi pada kepentingan seluruh masyarakat. Termasuk terhadap pembangunan daerah .

"Tidak boleh anggaran berorientasi pada kepentingan kelompok. Semuanya harus memikirkan jangka panjang dan pembangunan dilakukan dari daerah untuk kemajuan bangsa," kata Nilam Sari Lawira usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-1 DPR RI Tahun 2025 - 2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026, Jumat (15/8/2025). Baca juga: Konektivitas dan Pembangunan

Dia berharap setiap pengambilan keputusan oleh pemerintah maupun legislatif ke depan selalu memikirkan kepentingan publik secara menyeluruh. Dia menggarisbawahi soal pentingnya penganggaran yang pro terhadap pembangunan daerah.

"Saya mengambil contoh Sulawesi Tengah, daerah ini merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi negara, tapi anggaran ke daerah ini masih sangat minim untuk menopang pembangunan di sana. Kami berharap ke depan daerah bisa menikmati penganggaran yang benar-benar berkeadilan," kata Anggota DPR RI Fraksi Nasdem dari dapil Sulawesi Tengah itu.

Rapat paripurna dibuka Ketua DPR Puan Maharani di Gedung MPR RI/DPR RI/DPD, Senayan, Jakarta. Rapat dihadiri 473 anggota DPR dari seluruh fraksi.

Dalam sambutannya, Puan menegaskan fungsi pengawasan DPR bukan semata rutinitas, melainkan bagian dari komitmen konstitusional. Dia menyebut, harus ada kesinambungan yang tepat antara presiden, menteri dan juga DPR RI. Baca juga: Ketua Komisi X DPR Tak Setuju Games Roblox Diblokir Pemerintah Gegara Dianggap Berbahaya

Menurutnya pembangunan bukanlah proses yang instan, melainkan membutuhkan waktu, konsistensi, dan kesinambungan kebijakan. "Kebijakan yang hanya berorientasi pada kepentingan sesaat, sebesar apa pun tampaknya hari ini baik, akan tetapi dapat berisiko menjadi beban negara di masa depan," ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved