4 Jenderal TNI Asli Solo, Nomor Terakhir Baru Diangkat Jadi Wakil Panglima TNI
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya ia diangkat sebagai Komandan SSKAD di Bandung yang sekarang bernama Seskoad sejak April 1952. Pada 1956 sampai Agustus 1968, Djatikusumo menjabat Direktur Zeni Angkatan Darat di Jakarta dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.
Jabatan rangkap lagi-lagi dipercayakan kepada Djatikusumo. Ia diangkat sebagai Koordinator Operasi Militer di Sumatera Utara dan Ketua Tim Pengatur Penempatan Kontingen Pasukan Indonesia di United Nations Emergency Forces (UNEF) di Kairo, Mesir. Jabatan Direktur Zeni Angkatan Darat merupakan jabatan terakhir Djatikusumo di dunia militer.
![4 Jenderal TNI Asli Solo, Nomor Terakhir Baru Diangkat Jadi Wakil Panglima TNI]()
2. Jenderal TNI (Purn) Daryatmo
Jenderal TNI Purnawirawan Daryatmo lahir di Solo pada 18 Juni 1925. Daryatmo menjalani pendidikan militer di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (SSKAD).
Daryatmo kemudian melanjutkan pendidikan di luar negeri yaitu US Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam kariernya di dunia militer, Daryatmo pernah memimpin penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan menjadi bawahan Jenderal Ahmad Yani.
Jabatan militer yang pernah ia duduki adalah Komandan Kompi Badan Keamanan Rakyat (BKR), Kepala Bagian Siasat BKR, Komandan Batalyon 4 Resimen 22, Komandan Batalyon 7 Resimen 21 di Yogyakarta, Kepala Staf Resimen, Panglima Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan (1 Agustus 1963 – 29 Oktober 1965), Asisten 4/Logistik Menteri/Panglima Angkatan Darat
Kepala Staf Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, hingga Dir-Hub TNI AD pada 1959. Daryatmo juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1978-1982 menggantikan Adam Malik yang diangkat menjadi Wakil Presiden (Wapres).
![4 Jenderal TNI Asli Solo, Nomor Terakhir Baru Diangkat Jadi Wakil Panglima TNI]()
3. Jenderal TNI Purn Djoko Santoso
Djoko Santoso merupakan Jenderal TNI Purnawirawan yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 8 September 1952. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru. Setelah menyelesaikan sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta, anak pertama dari sembilan bersaudara itu masuk ke Akademi Militer (Akmil) 1975.
Djoko mengawali jabatan militer sebagai Danton-I/A/121/II pada 1976. Dalam perjalanannya Djoko dipercaya menjadi Waassospol Kassospol ABRI pada 1998. Jabatan yang membuatnya pecah bintang menjadi Brigjen TNI.
Jabatan rangkap lagi-lagi dipercayakan kepada Djatikusumo. Ia diangkat sebagai Koordinator Operasi Militer di Sumatera Utara dan Ketua Tim Pengatur Penempatan Kontingen Pasukan Indonesia di United Nations Emergency Forces (UNEF) di Kairo, Mesir. Jabatan Direktur Zeni Angkatan Darat merupakan jabatan terakhir Djatikusumo di dunia militer.

2. Jenderal TNI (Purn) Daryatmo
Jenderal TNI Purnawirawan Daryatmo lahir di Solo pada 18 Juni 1925. Daryatmo menjalani pendidikan militer di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (SSKAD).
Daryatmo kemudian melanjutkan pendidikan di luar negeri yaitu US Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam kariernya di dunia militer, Daryatmo pernah memimpin penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan menjadi bawahan Jenderal Ahmad Yani.
Jabatan militer yang pernah ia duduki adalah Komandan Kompi Badan Keamanan Rakyat (BKR), Kepala Bagian Siasat BKR, Komandan Batalyon 4 Resimen 22, Komandan Batalyon 7 Resimen 21 di Yogyakarta, Kepala Staf Resimen, Panglima Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan (1 Agustus 1963 – 29 Oktober 1965), Asisten 4/Logistik Menteri/Panglima Angkatan Darat
Kepala Staf Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, hingga Dir-Hub TNI AD pada 1959. Daryatmo juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1978-1982 menggantikan Adam Malik yang diangkat menjadi Wakil Presiden (Wapres).

3. Jenderal TNI Purn Djoko Santoso
Djoko Santoso merupakan Jenderal TNI Purnawirawan yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 8 September 1952. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru. Setelah menyelesaikan sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta, anak pertama dari sembilan bersaudara itu masuk ke Akademi Militer (Akmil) 1975.
Djoko mengawali jabatan militer sebagai Danton-I/A/121/II pada 1976. Dalam perjalanannya Djoko dipercaya menjadi Waassospol Kassospol ABRI pada 1998. Jabatan yang membuatnya pecah bintang menjadi Brigjen TNI.
Lihat Juga :