Kepala BIN Wujudkan STIN Menjadi Kampus Bertaraf Internasional

Kamis, 10 September 2020 - 20:46 WIB
loading...
Kepala BIN Wujudkan...
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan melakukan beberapa pembaruan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Bogor, Jawa Barat. FOTO/IST
A A A
BOGOR - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan melakukan beberapa pembaruan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) , Bogor, Jawa Barat. Upaya modernisasi itu dilakukan guna mewujudkan STIN sebagai kampus bertaraf internasional dan mampu menghadapi tantangan dan ancaman NKRI.

"Langkah-langkah pembaruan dimulai dengan pembaruan statuta STIN, pembaruan artefak gerbang utama Yuda Waskita sebagai simbol tempat didik para prajurit bayang-bayang dan prajurit perang pikiran sekaligus melambangkan STIN telah masuk ke era baru yang mampu menghasilkan insan-insan intelijen yang tangguh, hebat dan berkelas dunia," kata Budi dalam sambutannya di STIN, Bogor, Kamis (10/9/2020).

Dalam kaitan peningkatan kemampuan SDM, kata Budi, BIN telah melakukan pendidikan intelijen khusus rajawali tahun 2002 dengan pola baru untuk menyiapkan agen-agen prajurit intelijen 4.0 yang siap tempur, handal tangguh dan berkelas dunia sesuai dengan dinamika ancaman tugas ke depan. (Baca juga: Tim Velox Pejaten BIN Mondar-Mandir di Terminal Bandung, Ada Apa? )

"Semuanya itu merupakan simbol pembaruan STIN menuju institusi pendidikan berkelas dunia. Sebagai upaya antisipasi menghadapi Pandemi COVID-19, selaras dengan perintah bapak presiden yang telah menegaskan betapa pentingnya Indonesia melakukan transformasi digital di era contactless berupa cakupan konektivitas, perubahan-perubahan digital, road map digitalisasi, integrasi data nasional dan SDM data nasional yang berbasis digital," papar Budi.

Modernisasi STIN sendiri merupakan bagian dari untuk meningkatkan kemampuan SDM BIN dalam menghadapi dan mengatasi potensi ancaman yang membahayakan terhadap keselamatan dan keutuhan kedaulatan NKRI.

Bahkan, Budi mengungkapkan, bahwa STIN juga membuat program studi baru yakni Intelijen Medik. Hal ini merupakan pembelajaran sekaligus menjawab tantangan terjadinya pandemi virus corona atau COVID-19 yang melanda Indonesia. (Baca juga: MNC Group-Badan Intelijen Negara Gelar Tes Covid-19 )

Dengan dibentuknya program studi tersebut diharapkan cetakan-cetakan STIN nantinya siap dan mampu mencari jalan keluar apabila ancaman-ancaman pandemi kembali terjadi lagi di Indonesia.

"STIN juga menambah program studi S2 di bidang intelijen medik yang akan dimulai pada akhir bulan September ini. Untuk menghadapi ancaman di masa depan seperti ancaman di bidang pandemi. Kemudian pada tahun 2021 akan dikembangkan lagi program studi baru S1 dan S2 intelijen cyber dan S2 intelijen ekonomi dan membuka program S3 ilmu intelijen strategis," ucap Budi.

Pada kesempatan ini, Kepala BIN juga membuka Area Kesatrian Bung Karno yang didampingi oleh Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta pejabat lainnya.

Tak hanya itu hadir pula secara virtual mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri yang memberikan sambutan terkait dengan pesan-pesan kebangsaan dari Presiden pertama Indonesia Soekarno.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Kurikulum S3 Manajemen...
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
Profil Letjen TNI Agus...
Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Kini Jabat Wakil Kepala BIN
5 Jenderal TNI Jabat...
5 Jenderal TNI Jabat Kepala BIN, 3 di Antaranya dari Satuan Kopassus
Perkuat Intelijen, Panglima...
Perkuat Intelijen, Panglima TNI Tunjuk 2 Brigjen Duduki Jabatan Strategis di BIN pada Mutasi Maret 2026
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Rekomendasi
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved