Seruan Kesetaraan Gender Menjelang HUT Ke-80 RI
Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
“Kepemimpinan perempuan tidak perlu menjadi pengecualian melainkan bagian dari budaya profesional yang kita bangun bersama. Di era di mana talenta dan keberagaman menjadi sumber kekuatan kompetitif, menciptakan ekosistem kerja inklusif adalah kunci mengoptimalkan potensi setiap orang tanpa terkekang,” ujarnya.
Perusahaan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan prinsip tersebut terwujud. Nilai itu telah diterapkan di lingkungan kerja yang percaya bahwa ruang kerja yang adil gender akan membuka peluang sama untuk semua.
Head of Programmers UN Women Indonesia Dwi Yuliawati menyatakan norma gender yang tidak setara, termasuk di antaranya bias yang terjadi secara sadar maupun tidak adalah salah satu hambatan perempuan untuk meniti karier di lingkungan kerja.
Pada tahun 2023, angka partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia hanya berjumlah 55 persen, dibandingkan laki-laki yang berjumlah 85 persen (BPS, 2024). Menurut SDG Global Database, perempuan memiliki kesempatan yang lebih terbatas dalam posisi kepemimpinan, hanya 32 persen perempuan yang menduduki posisi manajerial perusahaan pada tahun 2022.
“Bentuk yang paling nyata adalah persepsi bahwa pekerjaan rumah tangga dan perawatan anggota keluarga adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab perempuan. UN Women berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEPs), sehingga mendorong kebijakan tempat kerja ramah keluarga sebagai satu cara meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan," ungkapnya.
Perusahaan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan prinsip tersebut terwujud. Nilai itu telah diterapkan di lingkungan kerja yang percaya bahwa ruang kerja yang adil gender akan membuka peluang sama untuk semua.
Head of Programmers UN Women Indonesia Dwi Yuliawati menyatakan norma gender yang tidak setara, termasuk di antaranya bias yang terjadi secara sadar maupun tidak adalah salah satu hambatan perempuan untuk meniti karier di lingkungan kerja.
Pada tahun 2023, angka partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia hanya berjumlah 55 persen, dibandingkan laki-laki yang berjumlah 85 persen (BPS, 2024). Menurut SDG Global Database, perempuan memiliki kesempatan yang lebih terbatas dalam posisi kepemimpinan, hanya 32 persen perempuan yang menduduki posisi manajerial perusahaan pada tahun 2022.
“Bentuk yang paling nyata adalah persepsi bahwa pekerjaan rumah tangga dan perawatan anggota keluarga adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab perempuan. UN Women berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEPs), sehingga mendorong kebijakan tempat kerja ramah keluarga sebagai satu cara meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan," ungkapnya.
Lihat Juga :