Lab 45 Tak Setuju Pengibaran Bendera One Piece Disebut Makar: Kurang Pergaulan Pejabatnya

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:36 WIB
loading...
Lab 45 Tak Setuju Pengibaran...
Akademisi sekaligus Kepala Laboratorium 2045 (Lab 45) Jaleswari Pramodhawardani mengkritisi adanya anggapan bahwa pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk makar. Foto/Muhammad Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Akademisi sekaligus Kepala Laboratorium 2045 (Lab 45) Jaleswari Pramodhawardani mengkritisi adanya anggapan bahwa pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk makar. Dia tak sepakat dengan pejabat pemerintah maupun anggota DPR yang menganggap pengibaran bendera One Piece itu sebagai bentuk makar.

Menurutnya, pernyataan itu terlalu jauh dan menilai kurang pergaulan. “Itu terlalu jauh, saya khawatir lama-lama netizen bilang itu kurang pergaulan pejabatnya,” ujarnya usai konferensi pers menjelang Seminar Nasional bertajuk “Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045” di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2025).

Ia menilai pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk ekspresi keprihatinan, kekecewaan, dan lainnya dari masyarakat. "Sebagai peneliti ini penting untuk diletakkan dalam kebebasan berekspresi, saya rasa bendera merah-putih kita ini terlalu sakral, terlalu rendah kalau dibandingkan bendera-bendera yang sebetulnya itu adalah ekspresi dari soal keprihatinan, kekecewaan, dan lainnya yang kita masih alhamdulillah bentuknya lucu-lucu dan saya rasa di satu sisi kita perlu memperhatikan itu," ucapnya.

Baca juga: Komunikasi Pemerintah Tidak Lancar, Bendera One Piece Berkibar



Dia mengatakan bendera One Piece adalah salah satu bentuk keresahan masyarakat sekaligus mungkin dalam format yang menghibur karena ini bentuk kartun Jepang. "Kita semua tahu dan ini tidak mengancam apa pun, justru kalau ini kemudian direpresi, ditekan, dipaksa untuk diturunkan dan lainnya akan membuat preseden lebih buruk," tuturnya.

Baca juga: Mengungkap Motif di Balik Pengibaran Bendera One Piece

Dia mengajak semua elemen masyarakat merayakan kemerdekaan Indonesia yang akan menginjak usia 80 tahun. Ia juga meminta pemerintah mengakomodir kebebasan berekspresi dan kreativitas masyarakat Indonesia.

"Lebih baik karena kita sedang merayakan kemerdekaan kita dan usianya sudah 80 tahun marilah kita bersama-sama merefleksikan kedewasaan, kematangan, dan kebijaksanaan itu dalam sikap sikap kita kepada masyarakat dan bagaimana pemerintah justru mengakomodir hal hal yang berkaitan dengan kebijakan berekspresi, kreativitas dan lainnya," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Mahfud MD Sebut Pernyataan...
Mahfud MD Sebut Pernyataan Saiful Mujani Bukan Tindakan Makar
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Dilaporkan ke Polisi...
Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Makar, Saiful Mujani: Hak Warga untuk Melapor
Pakar Hukum Minta Bareskrim...
Pakar Hukum Minta Bareskrim Selidiki Pernyataan Saiful Mujani Apakah Ada Unsur Makar
Respons Pontjo Sutowo...
Respons Pontjo Sutowo Soal Saiful Mujani Dituduh Makar
Kantor SMRC Didemo,...
Kantor SMRC Didemo, Saiful Mujani: Ongkos Sebuah Sikap
Geruduk Kantor SMRC,...
Geruduk Kantor SMRC, Massa Ojol: Tangkap dan Adili Saiful Mujani
Setelah 26 Tahun, One...
Setelah 26 Tahun, One Piece Episode Terakhir (1155) Akan Tayang 28 Desember 2025
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved