Zikir Kebangsaan, Menag Ajak Jadikan Indonesia Rumah Besar Umat Beragama

Minggu, 10 Agustus 2025 - 22:34 WIB
loading...
Zikir Kebangsaan, Menag...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/8/2025) malam. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/8/2025) malam. Dalam kegiatan yang digelar Pengurus Besar (PB) Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) itu, Menag mengajak masyarakat menjadikan Indonesia sebagai rumah besar umat beragama.

"Mari kita menjadikan Indonesia ini sebagai rumah besar bagi umat beragama, rumah besar untuk kita semuanya," ujarnya.

Dia mengatakan, pada malam ini, semua orang menyaksikan resepsi perkawinan antara agama dan bangsa. Di Masjid Istiqlal pula, dilakukan salat Isya dengan pengajian Al-Qur’an, tapi setelah itu juga menyaksikan lagu kebangsaan Indonesia.

Baca juga: Gelar Zikir Kebangsaan, Jatma Aswaja: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman



"Malam ini juga kita menyaksikan perkawinan antara syariah dan tasawuf yang ditandai dengan peresmian organisasi tarekat yang kita saksikan bersama tadi dan di tempat ini juga kita menyaksikan perkawinan antara para penghuni langit dan kita semuanya para penghuni bumi," tuturnya.

"Barang siapa berfikih tak bertasawuf maka itu adalah fasik, rusak, tetapi barang siapa bertasawuf tapi tidak berfikih maka itu zindiq, rusak juga. Barang siapa menggabungkan keduanya maka itulah yang benar," jelas Menag.

Dia menjelaskan, malam ini semua menyaksikan rangkaian perkawinan yang sangat monumental dalam rangka memperingati HUT ke 80 RI di Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal pun menjadi saksi semuanya.

"Tapi masjid ini juga menjadi rumah besar untuk kemanusiaan, bukan saja umat Islam yang bisa hadir di tempat ini, akan tetapi mencontoh masjidnya Rasulullah," kata dia.

Dia mengungkapkan, sebagaimana diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah mengundang tokoh-tokoh lintas agama untuk hadir di masjidnya. Disebutkan ada 60 tokoh lintas agama diundang pada waktu itu, dipimpin oleh Abdul Masih lengkap nama-namanya dari berbagai agama dan kepercayaan.

"Jadi apa yang kita lakukan di Masjid Istiqlal ini, kehadiran tokoh-tokoh agama lain itu sesungguhnya mengikuti ajaran Rasulullah Muhammad SAW," ungkapnya.

Dia lantas menyinggung, mestinya rumah-rumah ibadah itu juga sekaligus menjadi rumah kemanusiaan, siapa pun membutuhkan pertolongan, maka sebaiknya di masjid atau di rumah-rumah ibadah itu ada yang bisa memberikan pertolongan.

Dia lalu menyinggung Indonesia memiliki kecenderungan yang sangat diharapkan oleh bangsa lain untuk menjadi imam peradaban dunia Islam moderen yang akan datang.

"Mungkin mereka sudah menganggap bahwa sudah waktunya Indonesia tampil untuk melahirkan sebuah peradaban Indonesia baru di tempat yang sangat stabil ekonominya, stabil politiknya dan juga sangat damai penduduknya," ungkapnya.

Dia menambahkan, semakin aman suatu negeri, maka semakin peluang untuk berkembang Islam semakin baik. Dia melanjutkan, semakin tertib masyarakat, maka semakin umat beragama itu dapat menjalankan agamanya masing-masing dengan baik.

Diyakini, umat beragama yang mendalami agamanya masing-masing, maka InsyaAllah masing-masing akan lebih sulit menemukan perbedaan antara satu agama dengan agama lainnya. "Namun, kalau dangkal pemahaman agama kita masing-masing, maka sangat mudah kita menemukan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain," paparnya.

Maka itu, dia mengajak semua masyarakat menjadikan Indonesia sebagai rumah besar bagi umat beragama, rumah besar untuk semuanya. Lalu, menjadikan contoh untuk berbagai belahan dunia, tidak ada negara yang paling pluralisme dan semajemuk Indonesia di permukaan bumi ini.

"Mari berikan bukti bahwa kemajemukan, pluralitas itu tidak berarti di situ di dalamnya ada persoalan konflik. mempertemukan antara penghuni langit dan penghuni bumi," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Sinergi BCA Syariah...
Sinergi BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfaq
Rekomendasi
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Berita Terkini
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved