Rekening Ketua MUI Cholil Nafis Kena Blokir PPATK: Uang untuk Yayasan
Minggu, 10 Agustus 2025 - 07:42 WIB
loading...
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis jadi korban pemblokiran rekening dormant (pasif) oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis jadi korban pemblokiran rekening dormant (pasif) oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dengan kejadian itu dia menilai kebijakan tersebut adalah aturan yang tidak bijak.
"Sedikit sih gak banyak, paling Rp200-300 juta untuk jaga-jaga yayasan. Tapi setelah saya coba kemarin mau mentransfer, ternyata sudah terblokir. Nah ini kebijakan yang tidak bijak," ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi MUI, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Rekening Ustaz Das'ad Latif yang Sempat Diblokir PPATK Aktif Lagi
Cholil meminta agar pemerintah memikirkan dan mengkaji lebih dulu sebelum membuat suatu kebijakan.
"Disamping PPATK bisa memblokir semua rekening, itu hak asasi. Menurut saya perlu ada tindakan dari Presiden (terhadap) kebijakan yang bikin gaduh," ucapnya.
Pasca kejadian ini, dia meminta agar pemerintah bisa memilah pemblokiran rekening secara tepat sasaran. Sebab pemblokiran rekening yang tidak tepat sasaran bisa membuat masyarakat tidak percaya terhadap anjuran pemerintah untuk 'ayo menabung' di perbankan.
"Mana orang yang melanggar, mana orang yang melaksanakan anjuran pemerintah 'ayo menabung, ayo kita rajin menabung'. Ini sudah menabung karena tidak aktif, lalu diblokir. Jadi kalau memang melanggar maka praduga tidak bersalah, harus dilakukan proses hukum, baru rekeningnya diblokir," ucapnya.
Baca juga: Rekening Ustaz Das'ad Latif Diblokir PPATK: Kebijakan Meresahkan!
Dia menegaskan, pemblokiran rekening tidak bisa dilakukan kepada semua orang. Menurutnya, jika pemblokiran itu tidak tepat sasaran terhadap rekening yang terindikasi melanggar, maka melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
"Oleh karena itu saya berharap pemerintah bisa menilai mana yang benar dan salah. Kedua, tidak hanya orang yang punya rekening, kan bisa dipanggil, dan bisa juga perbankan, ketika pembukaan rekening harus benar-benar selektif persyaratan sehingga tidak digunakan yang macam-macam. Saya pikir kontrol perbankan paling mudah, untuk soal keuangan itu dibanding mengontrol orang yang mencuri ayam," pungkasnya.
"Sedikit sih gak banyak, paling Rp200-300 juta untuk jaga-jaga yayasan. Tapi setelah saya coba kemarin mau mentransfer, ternyata sudah terblokir. Nah ini kebijakan yang tidak bijak," ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi MUI, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Rekening Ustaz Das'ad Latif yang Sempat Diblokir PPATK Aktif Lagi
Cholil meminta agar pemerintah memikirkan dan mengkaji lebih dulu sebelum membuat suatu kebijakan.
"Disamping PPATK bisa memblokir semua rekening, itu hak asasi. Menurut saya perlu ada tindakan dari Presiden (terhadap) kebijakan yang bikin gaduh," ucapnya.
Pasca kejadian ini, dia meminta agar pemerintah bisa memilah pemblokiran rekening secara tepat sasaran. Sebab pemblokiran rekening yang tidak tepat sasaran bisa membuat masyarakat tidak percaya terhadap anjuran pemerintah untuk 'ayo menabung' di perbankan.
"Mana orang yang melanggar, mana orang yang melaksanakan anjuran pemerintah 'ayo menabung, ayo kita rajin menabung'. Ini sudah menabung karena tidak aktif, lalu diblokir. Jadi kalau memang melanggar maka praduga tidak bersalah, harus dilakukan proses hukum, baru rekeningnya diblokir," ucapnya.
Baca juga: Rekening Ustaz Das'ad Latif Diblokir PPATK: Kebijakan Meresahkan!
Dia menegaskan, pemblokiran rekening tidak bisa dilakukan kepada semua orang. Menurutnya, jika pemblokiran itu tidak tepat sasaran terhadap rekening yang terindikasi melanggar, maka melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
"Oleh karena itu saya berharap pemerintah bisa menilai mana yang benar dan salah. Kedua, tidak hanya orang yang punya rekening, kan bisa dipanggil, dan bisa juga perbankan, ketika pembukaan rekening harus benar-benar selektif persyaratan sehingga tidak digunakan yang macam-macam. Saya pikir kontrol perbankan paling mudah, untuk soal keuangan itu dibanding mengontrol orang yang mencuri ayam," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :