Wamendukbangga Isyana Sebut 18 Ribu Kader Siap Jadi Ujung Tombak Distribusi MBG
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 20:19 WIB
loading...
Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyebut sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap jadi ujung tombak program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, PAUD, dan balita. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap jadi ujung tombak program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, PAUD, dan balita. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka .
Menurut Isyana, banyak langkah nyata yang telah dilakukan pemerintah untuk menyiapkan generasi emas 2045. Salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG). "MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, juga anak balita dan PAUD. Itu yang tidak di-handle Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Isyana saat menghadiri acara diskusi Double Check yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) bekerja sama dengan Gempita di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Diskusi bertema Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 ini juga menghadirkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan dan Tenaga Ahli Utama PCO Chacha Annisa.
Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Perluasan Cakupan Makan Bergizi Gratis
Isyana mengatakan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Programnya ada di BGN, sementara Kemendukbangga punya kader yang siap digerakkan.
Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga juga kolaborasi dengan Kemenkes dan Kementerian Dalam Negeri membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader PKK, dan kader KB, yang jumlahnya mencapai 600 ribu se Indonesia "Mereka ini ujung tombak distribusi MBG ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita terutama yang di bawah dua tahun," ujar Isyana.
Isyana juga menekankan pentingnya gizi untuk ibu hamil, menyusui, dan balita terutama di bawah 2 tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang masuk dalam Asta Cita ke 4, memang harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga dan sedini mungkin. "Karena kebiasaan-kebiasaan itu dibangun dari keluarga, meski tiap keluarga punya dinamika yang berbeda."
Isyana manambahkan, 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa krusial, yang sangat penting untuk mencegah stunting. 1.000 hari pertama itu tidak dimulai saat anak lahir, tapi saat masih dalam kandungan.
Menurut Isyana, banyak langkah nyata yang telah dilakukan pemerintah untuk menyiapkan generasi emas 2045. Salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG). "MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, juga anak balita dan PAUD. Itu yang tidak di-handle Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Isyana saat menghadiri acara diskusi Double Check yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) bekerja sama dengan Gempita di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Diskusi bertema Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 ini juga menghadirkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan dan Tenaga Ahli Utama PCO Chacha Annisa.
Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Perluasan Cakupan Makan Bergizi Gratis
Isyana mengatakan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Programnya ada di BGN, sementara Kemendukbangga punya kader yang siap digerakkan.
Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga juga kolaborasi dengan Kemenkes dan Kementerian Dalam Negeri membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader PKK, dan kader KB, yang jumlahnya mencapai 600 ribu se Indonesia "Mereka ini ujung tombak distribusi MBG ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita terutama yang di bawah dua tahun," ujar Isyana.
Isyana juga menekankan pentingnya gizi untuk ibu hamil, menyusui, dan balita terutama di bawah 2 tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang masuk dalam Asta Cita ke 4, memang harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga dan sedini mungkin. "Karena kebiasaan-kebiasaan itu dibangun dari keluarga, meski tiap keluarga punya dinamika yang berbeda."
Isyana manambahkan, 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa krusial, yang sangat penting untuk mencegah stunting. 1.000 hari pertama itu tidak dimulai saat anak lahir, tapi saat masih dalam kandungan.
(zik)
Lihat Juga :