Baju Biru di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Sekjen Peradi: Tendensi pada Seseorang, bukan Partai Politik
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 09:42 WIB
loading...
Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan angkat suara mengenai spekulasi baju biru di balik isu ijazah palsu Jokowi. Sebutan baju biru tidak merujuk partai politik (parpol) tertentu. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan angkat suara mengenai spekulasi baju biru di balik isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Sebutan baju biru tidak merujuk partai politik (parpol) tertentu.
Dia meminta maaf jika ada yang tersinggung terkait masalah ini, termasuk partai politik. “Jadi kalau mengenai baju biru memang saya pun memakai baju biru dan baju biru itu tidak spesifik satu partai politik. Cuma kalau ada yang tersinggung, partai politik, ya mohon maaf,” ujar Ade dalam program Interupsi di iNews, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Demokrat Menyangkal Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Menurut Ade, narasi yang dibangun tidak dimaksudkan menyerang pihak tertentu melainkan merespons berbagai isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Artinya kalau kita membuat narasi itu tujuannya hanyalah untuk melihat dari pasal-pasal yang kita lihat di media sosial. Ada beberapa memang yang saya lihat bahwa memang ini di orkestras, tapi kita tidak bisa memastikan bahwa itu adalah salah satu partai tertentu,” ungkap Ade.
“Namun, kalau orang yang berbaju biru saya akui bahwa itu memang adalah tendensi kepada seseorang bukan partai politik,” sambungnya.
Dia mencontohkan pernyataan Jokowi soal adanya orang besar di balik isu ijazah palsu. “Sama dengan Bapak Joko Widodo ketika beliau menyampaikan bahwa ada orang besar, orang besar kan bisa badan yang besar, bisa juga orang besarnya seperti apa, kan itu analogi berpikir independen, individu dia, tidak bisa kita menghukum,” ujarnya.
“Biru itu seseorang, cukup saya yang tahu, itu individu. Hak saya berpikir, individu, bukan partai politik. Namun, ada yang tersinggung itu yang saya bingung,” tambahnya.
Dia meminta maaf jika ada yang tersinggung terkait masalah ini, termasuk partai politik. “Jadi kalau mengenai baju biru memang saya pun memakai baju biru dan baju biru itu tidak spesifik satu partai politik. Cuma kalau ada yang tersinggung, partai politik, ya mohon maaf,” ujar Ade dalam program Interupsi di iNews, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Demokrat Menyangkal Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Menurut Ade, narasi yang dibangun tidak dimaksudkan menyerang pihak tertentu melainkan merespons berbagai isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Artinya kalau kita membuat narasi itu tujuannya hanyalah untuk melihat dari pasal-pasal yang kita lihat di media sosial. Ada beberapa memang yang saya lihat bahwa memang ini di orkestras, tapi kita tidak bisa memastikan bahwa itu adalah salah satu partai tertentu,” ungkap Ade.
“Namun, kalau orang yang berbaju biru saya akui bahwa itu memang adalah tendensi kepada seseorang bukan partai politik,” sambungnya.
Dia mencontohkan pernyataan Jokowi soal adanya orang besar di balik isu ijazah palsu. “Sama dengan Bapak Joko Widodo ketika beliau menyampaikan bahwa ada orang besar, orang besar kan bisa badan yang besar, bisa juga orang besarnya seperti apa, kan itu analogi berpikir independen, individu dia, tidak bisa kita menghukum,” ujarnya.
“Biru itu seseorang, cukup saya yang tahu, itu individu. Hak saya berpikir, individu, bukan partai politik. Namun, ada yang tersinggung itu yang saya bingung,” tambahnya.
(jon)
Lihat Juga :