Ketum Perisai SI Ajak masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih
Rabu, 06 Agustus 2025 - 22:24 WIB
loading...
Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Aditya Yusma (kanan) menyimak pidato Presiden Prabowo Subianto. Ia mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Aditya Yusma mengajak seluruh pengurus, anggota, dan masyarakat Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih serta mengumandangkan lagu kebangsaan di berbagai ruang publik dan media sosial. Hal itu sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Aditya juga turut mengajak masyarakat bersholawat dan mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberi kesehatan dan umur panjang dalam memimpin Indonesia menuju bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
"Dengan memperkuat cinta Tanah Air, harapan kami generasi penerus bangsa jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang mengibarkan bendera kartun atau fiksi," kata Aditya dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Aditya melanjutkan, Perisai Syarikat Islam adalah bagian dari Syarikat Islam, organisasi pergerakan pertama yang lahir jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 1905. Syarikat Islam juga merupakan bagian dari perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
"Untuk itu mengibarkan bendera Merah Putih adalah kewajiban. Bukan hanya karena menghormati jasa-jasa para pahlawan, namun juga sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa yang menghargai dan mencintai Tanah Air serta menjadikan perjuangan pahlawan bangsa sebagai ibroh (contoh) untuk dijadikan pegangan dalam meneruskan perjuangan di era destruktif atauera disrupsi ini," kata Aditya.
Mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu kebangsaan di media-media sosial merupakan upaya agar tidak terpapar paham-paham intoleransi, radikalisme serta isu isu menyesatkan. "Apalagi memposting bendera yang tidak jelas seperti bendera fiksi atau kartun," ujarnya.
Menurutnya, cara sederhana tapi bermakna, yakni mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal, media sosial dan media-media lainnya. Langkah itu bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata rasa syukur dan hormat kita atas perjuangan para pahlawan.
"Jadikan dirgahayu Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat kembali rasa cinta Tanah Air, semangat kebangsaan, dan persatuan lintas iman, suku, dan budaya," kata Aditya.
Aditya juga turut mengajak masyarakat bersholawat dan mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberi kesehatan dan umur panjang dalam memimpin Indonesia menuju bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
"Dengan memperkuat cinta Tanah Air, harapan kami generasi penerus bangsa jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang mengibarkan bendera kartun atau fiksi," kata Aditya dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Aditya melanjutkan, Perisai Syarikat Islam adalah bagian dari Syarikat Islam, organisasi pergerakan pertama yang lahir jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 1905. Syarikat Islam juga merupakan bagian dari perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
"Untuk itu mengibarkan bendera Merah Putih adalah kewajiban. Bukan hanya karena menghormati jasa-jasa para pahlawan, namun juga sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa yang menghargai dan mencintai Tanah Air serta menjadikan perjuangan pahlawan bangsa sebagai ibroh (contoh) untuk dijadikan pegangan dalam meneruskan perjuangan di era destruktif atauera disrupsi ini," kata Aditya.
Mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu kebangsaan di media-media sosial merupakan upaya agar tidak terpapar paham-paham intoleransi, radikalisme serta isu isu menyesatkan. "Apalagi memposting bendera yang tidak jelas seperti bendera fiksi atau kartun," ujarnya.
Menurutnya, cara sederhana tapi bermakna, yakni mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal, media sosial dan media-media lainnya. Langkah itu bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata rasa syukur dan hormat kita atas perjuangan para pahlawan.
"Jadikan dirgahayu Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat kembali rasa cinta Tanah Air, semangat kebangsaan, dan persatuan lintas iman, suku, dan budaya," kata Aditya.
(abd)
Lihat Juga :