PPATK Ungkap Rekening Dormant di Instansi Pemerintah, Nilainya Rp500 Miliar Lebih
Rabu, 06 Agustus 2025 - 19:48 WIB
loading...
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebutkan dari total 122 juta rekening dormant, ada 2.115 rekening dormant pada instansi pemerintah. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan hasil temuan pemblokiran sementara pada 122 juta rekening dormant atau rekening yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi selama tiga bulan lebih. PPATK menyebut dari total 122 juta rekening itu, ada 2.115 rekening dormant pada instansi pemerintah.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana merincikan rekening dormant pada instansi pemerintah terdiri atas 756 rekening di Bank Himbara dan 1.359 rekening di semua bank lainnya.
Baca juga: 28 Juta Rekening Dormant Dibuka Lagi, PPATK Ungkap Ribuan Terkait Judol
"Jadi total rekening dormant sebanyak 122 rekening, di Bank Himbara, bank Negara, dan seluruhnya ada bank di luar bank negara," ujar Ivan, Rabu (6/8/2025).
Total saldo rekening dormant pada instansi pemerintah mencapai lebih dari Rp500 miliar. Rinciannya, saldo rekening dormant di Bank Himbara sebesar Rp169.375.653.891 dan total saldo di semua bank lainnya sebesar Rp361.188.267.442.
"Jadi saldonya Rp500 miliar lebih, saldo per 5 Februari 2025 yang seharusnya dana ini bergerak tidak masuk dormant. Harusnya bergerak," katanya.
PPATK juga menemukan 10,4 juta rekening dormant penerima bantuan sosial (bansos) dengan indikasi dana yang tidak disalurkan sebesar Rp2,1 triliun. Rekening dormant penerima bansos itu mayoritas sudah menganggur lebih dari 3 tahun dengan jumlah saldo Rp1 juta-Rp2 juta.
"Ketemulah 9.323.038 rekening dengan status dormant yang transaksinya sudah tidak aktif di atas 3 tahun dengan saldo sebesar Rp1.421.427.802.325 dengan range saldo hingga Rp1 juta di dalam rekeningnya. Lalu ada 520.119 rekening dengan status dormant yang transaksinya tidak aktif di atas 3 tahun dengan saldo sebesar Rp692.999.793.705, saldo di dalamnya kisaran Rp1-2 juta," ungkapnya.
"Kemudian potensi dana yang rekening bansos yang tidak tersalurkan sebesar Rp2.114.427.596.030," tambahnya.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana merincikan rekening dormant pada instansi pemerintah terdiri atas 756 rekening di Bank Himbara dan 1.359 rekening di semua bank lainnya.
Baca juga: 28 Juta Rekening Dormant Dibuka Lagi, PPATK Ungkap Ribuan Terkait Judol
"Jadi total rekening dormant sebanyak 122 rekening, di Bank Himbara, bank Negara, dan seluruhnya ada bank di luar bank negara," ujar Ivan, Rabu (6/8/2025).
Total saldo rekening dormant pada instansi pemerintah mencapai lebih dari Rp500 miliar. Rinciannya, saldo rekening dormant di Bank Himbara sebesar Rp169.375.653.891 dan total saldo di semua bank lainnya sebesar Rp361.188.267.442.
"Jadi saldonya Rp500 miliar lebih, saldo per 5 Februari 2025 yang seharusnya dana ini bergerak tidak masuk dormant. Harusnya bergerak," katanya.
PPATK juga menemukan 10,4 juta rekening dormant penerima bantuan sosial (bansos) dengan indikasi dana yang tidak disalurkan sebesar Rp2,1 triliun. Rekening dormant penerima bansos itu mayoritas sudah menganggur lebih dari 3 tahun dengan jumlah saldo Rp1 juta-Rp2 juta.
"Ketemulah 9.323.038 rekening dengan status dormant yang transaksinya sudah tidak aktif di atas 3 tahun dengan saldo sebesar Rp1.421.427.802.325 dengan range saldo hingga Rp1 juta di dalam rekeningnya. Lalu ada 520.119 rekening dengan status dormant yang transaksinya tidak aktif di atas 3 tahun dengan saldo sebesar Rp692.999.793.705, saldo di dalamnya kisaran Rp1-2 juta," ungkapnya.
"Kemudian potensi dana yang rekening bansos yang tidak tersalurkan sebesar Rp2.114.427.596.030," tambahnya.
(jon)
Lihat Juga :