Zona Megathrust di Indonesia Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Kamchatka Rusia

Minggu, 03 Agustus 2025 - 08:46 WIB
loading...
Zona Megathrust di Indonesia...
BMKG mengungkapkan zona megathrust di Indonesia lebih mengkhawatirkan dibandingkan wilayah Kamchatka, Rusia yang diguncang gempa dahsyat disertai tsunami. Foto/Dok.BMKG
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan mengenai potensi gempa besar di zona megathrust Indonesia. Bahkan, ternyata zona megathrust di Indonesia lebih mengkhawatirkan dibandingkan wilayah Kamchatka di Rusia Timur yang baru-baru ini diguncang gempa bumi dahsyat disertai tsunami.

“Zona megathrust kita lebih mengkhawatirkan,” tulis Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam judul unggahan di akun media sosial pribadinya, dikutip Minggu (3/8/2025).

Baca juga: Kepala BNPB: Waspadai Potensi Bencana Gempa Megathrust di Sumatera Barat

Sebelumnya, pada Rabu 30 Juli 2025, Gempa dahsyat guncang Kamchatka, Rusia Timur berkekuatan M8,7 dan memicu gelombang tsunami di Samudra Pasifik.



“Jika kita cermati catatan sejarahnya, sebelumnya di Kamchatka sudah pernah terjadi gempa dahsyat kekuatan M9,0 yang memicu tsunami setinggi 18 meter dan menewaskan lebih dari 2300 orang,” tulis Daryono.

Dia menekankan bahwa rentang waktu atau seismic gap sejak gempa besar terakhir di Kamchatka baru sekitar 73 tahun. Sementara itu, sejumlah zona megathrust di Indonesia sudah mengalami kekosongan aktivitas gempa besar selama lebih dari dua abad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Bantah Isu Kemarau 2026...
Bantah Isu Kemarau 2026 Terparah Sepanjang 30 Tahun, Ini Penjelasan BMKG
BMKG Bakal Pantau Hilal...
BMKG Bakal Pantau Hilal di 37 Titik, Potensi Teramatinya Hilal Kecil
BMKG Prediksi Cuaca...
BMKG Prediksi Cuaca saat Lebaran Berawan hingga Hujan Lebat
DPR Minta Prediksi BMKG...
DPR Minta Prediksi BMKG soal Musim Kemarau 2026 Disikapi Serius Pemerintah
Musim Kemarau 2026 Datang...
Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, BMKG: Puncaknya di Agustus
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Rekomendasi
Dokter Internship Tewas...
Dokter Internship Tewas di Apartemen Kalibata City, Diduga Loncat dari Lantai 18
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit di Wajo
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Berita Terkini
NU dan Arsitektur Peradaban...
NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua
Tantangan Semakin Kompleks,...
Tantangan Semakin Kompleks, Panglima TNI Minta Perwira Muda Kuasai Teknologi
Mantan Pemimpin La Via...
Mantan Pemimpin La Via Campesina Jadi Sekjen Partai Buruh
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Calon Pekerja Migran...
Calon Pekerja Migran Indonesia ke Jepang Kini Bisa Akses KUR PMI
Kaesang Tantang Puan...
Kaesang Tantang Puan di Pileg 2029, Ganjar Yakin Jateng Tetap Kandang Banteng
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved