Gelar Zikir Kebangsaan, Menag: Bangsa Ini Berdiri karena Doa Tokoh Agama dan Rakyat

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 07:41 WIB
loading...
Gelar Zikir Kebangsaan,...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga pelepasan dari segala bentuk penindasan dan ketertindasan jiwa. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga pelepasan dari segala bentuk penindasan dan ketertindasan jiwa. Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberi sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (1/8/2025) malam.

Acara yang menjadi pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan tersebut digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag dan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftachul Akhyar, dan tokoh agama dari sejumlah daerah.

Hadir pula enam tokoh lintas agama, Majelis Dzikir Hubbul Wathon, pimpinan ormas Islam, majelis taklim, serta para santri dari sejumlah pondok pesantren. Nasaruddin menyampaikan, Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 bukan hanya momen politik, tetapi juga peristiwa spiritual.

Baca juga: Menag Ingatkan Anak di Era Digital: Jangan Sampai HP Jadi Jalan Masuk Iblis



Proklamasi yang dibacakan pada Jumat, 9 Ramadan 1364 Hijriah, mencerminkan keberkahan dan keterhubungan antara perjuangan kemerdekaan dengan nilai-nilai keimanan. “Ini bukan kebetulan. Para Proklamator menyadari betul bahwa hari itu bukan sekadar tanggal, tapi juga momentum ilahiah. Zikir dan doa menjadi bagian dari kekuatan bangsa ini sejak awal berdiri,” ujarnya.

Dalam tradisi Islam, terdapat empat istilah utama yang menggambarkan makna kemerdekaan yakni, istiqlal, tahrir, hurriyah, dan in‘itaq. Namun, kata kunci dari semuanya adalah istiqlal yaitu kemerdekaan dari penjajahan dan kekuasaan yang zalim.

“Tanpa istiqlal, tidak mungkin ada hurriyah, tidak mungkin ada tahrir, dan tidak mungkin ada In'itaq. Karena itu, Masjid Istiqlal bukan sekadar bangunan, tetapi nazar bangsa atas nikmat kemerdekaan,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan kemerdekaan sejati harus diisi dengan perjuangan menghadirkan keadilan sosial. Salah satu indikatornya adalah terpenuhinya gizi anak bangsa dan akses pendidikan yang merata.

“Presiden kita selalu menekankan kemerdekaan tidak sempurna jika masih ada anak-anak kelaparan. Bagaimana masa depan bangsa ini kalau generasi mudanya kekurangan gizi? Maka pemberian gizi sehat dan pendidikan adalah bentuk konkret pengisian kemerdekaan,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat. Banyak anak muda Indonesia yang memiliki kecerdasan tinggi tetapi terkendala akses pendidikan, terutama ke perguruan tinggi bertaraf internasional.

“Pendidikan Garuda adalah salah satu ikhtiar agar anak-anak kita bisa mengakses ilmu global tanpa meninggalkan akar spiritual dan kebangsaannya,” ujarnya.

Zikir dan doa kebangsaan yang dipimpin oleh para tokoh lintas agama menjadi bukti kuat bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan kekuatan Indonesia. Keberagaman yang terjaga adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Inilah Indonesia. Negara yang sangat plural tapi tetap kokoh. Jumlah pulaunya besar, etniknya banyak, agamanya beragam, bahkan waktu dan ruangnya berbeda. Tapi kita bisa utuh karena satu komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan ketuhanan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan seluruh elemen bangsa, anak-anak, orang dewasa, tokoh agama, dan masyarakat sipil, memiliki peran dalam mempertahankan kemerdekaan. Bahkan, doa pun adalah bagian dari perjuangan yang tidak boleh diremehkan.

“Doa adalah senjata paling ampuh orang beriman. Jangan pernah anggap remeh kekuatan doa. Bangsa ini berdiri karena doa para ulama, para tokoh agama, dan rakyat kecil yang ikhlas,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dari enam pemuka agama yang hadir. Suasana khidmat menyelimuti Tugu Proklamasi saat zikir dan doa dilantunkan bersama.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Prabowo Salat Iduladha...
Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal
Menag Ungkap Banyak...
Menag Ungkap Banyak Non-Muslim Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal Siap...
Masjid Istiqlal Siap Gelar Salat Iduladha: Khatib Prof Hamdan Juhannis, Imam Ahmad Anshoruddin
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Rekomendasi
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved