Bang Rapin Ajak Alumni Cari Solusi Mahalnya Biaya Kuliah di UI
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 20:37 WIB
loading...
Menjawab keresahan publik mengenai tingginya UKT di UI, calon Ketua Umum Iluni UI periode 2025-2029 Rapin Mudiarjo mengajak alumni bersatu dan mengambil peran sentral sebagai motor penggerak solusi. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menjawab keresahan publik mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Indonesia, calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) periode 2025-2029 Rapin Mudiarjo mengajak seluruh alumni bersatu dan mengambil peran sentral sebagai motor penggerak solusi, bukan sekadar menjadi penonton.
Dalam sebuah diskusi publik via Instagram Live yang turut menghadirkan Dr Badrul Munir (Direktur Kemahasiswaan UI periode 2021-2024) dan Leon Alvinda Putra (Ketua BEM UI 2021), Rapin memaparkan visi konkretnya untuk mengatasi masalah biaya pendidikan yang kerap menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi.
Menurut dia, pendekatan yang dibutuhkan adalah kolaborasi strategis yang menyasar akar masalah. “Masalah UKT mahal bukan sekadar angka di atas kertas, ini adalah tentang masa depan generasi bangsa. Iluni UI tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai jembatan, bukan tembok,” ujar Rapin Mudiarjo yang akrab disapa Bang Rapin, Jumat (1/8/2025).
Dalam paparannya, Bang Rapin menegaskan Iluni di bawah kepemimpinannya akan berfokus pada dua langkah konkret. Pertama, menggalang kekuatan alumni untuk melakukan advokasi kebijakan yang serius kepada pemerintah agar negara kembali menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas.
Kedua, secara internal, dia berkomitmen berkolaborasi erat dengan rektorat guna memperkuat dana abadi (endowment fund) sebagai solusi finansial jangka panjang.
Dana abadi ini juga krusial untuk menciptakan jaring pengaman bagi mahasiswa yang mengalami krisis finansial di tengah masa studi. Dia menekankan bahwa jangan sampai ada lagi mimpi generasi muda yang padam di gerbang UI hanya karena alasan biaya.
Rapin menuturkan advokasi kebijakan menjadi salah satu dari lima pilar advokasi yang akan diusung kepemimpinannya bersama calon Sekjen Nanang. Sementara, penguatan dana abadi dijalankan dengan mengerahkan jejaring alumni yang luas baik di sektor korporasi maupun filantropi untuk secara signifikan meningkatkan jumlah dana kelolaan.
Visi ini sejalan dengan masukan dari narasumber lain dalam diskusi yang menyoroti pentingnya sumber pendanaan alternatif di luar UKT dan perlunya sistem bantuan yang lebih fleksibel untuk membantu mahasiswa. Dengan menawarkan solusi dua jalur ini, advokasi eksternal dan penguatan internal, Rapin memposisikan Iluni UI sebagai mitra strategis yang proaktif bagi almamater dan bangsa.
Dalam sebuah diskusi publik via Instagram Live yang turut menghadirkan Dr Badrul Munir (Direktur Kemahasiswaan UI periode 2021-2024) dan Leon Alvinda Putra (Ketua BEM UI 2021), Rapin memaparkan visi konkretnya untuk mengatasi masalah biaya pendidikan yang kerap menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi.
Menurut dia, pendekatan yang dibutuhkan adalah kolaborasi strategis yang menyasar akar masalah. “Masalah UKT mahal bukan sekadar angka di atas kertas, ini adalah tentang masa depan generasi bangsa. Iluni UI tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai jembatan, bukan tembok,” ujar Rapin Mudiarjo yang akrab disapa Bang Rapin, Jumat (1/8/2025).
Dalam paparannya, Bang Rapin menegaskan Iluni di bawah kepemimpinannya akan berfokus pada dua langkah konkret. Pertama, menggalang kekuatan alumni untuk melakukan advokasi kebijakan yang serius kepada pemerintah agar negara kembali menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas.
Kedua, secara internal, dia berkomitmen berkolaborasi erat dengan rektorat guna memperkuat dana abadi (endowment fund) sebagai solusi finansial jangka panjang.
Dana abadi ini juga krusial untuk menciptakan jaring pengaman bagi mahasiswa yang mengalami krisis finansial di tengah masa studi. Dia menekankan bahwa jangan sampai ada lagi mimpi generasi muda yang padam di gerbang UI hanya karena alasan biaya.
Rapin menuturkan advokasi kebijakan menjadi salah satu dari lima pilar advokasi yang akan diusung kepemimpinannya bersama calon Sekjen Nanang. Sementara, penguatan dana abadi dijalankan dengan mengerahkan jejaring alumni yang luas baik di sektor korporasi maupun filantropi untuk secara signifikan meningkatkan jumlah dana kelolaan.
Visi ini sejalan dengan masukan dari narasumber lain dalam diskusi yang menyoroti pentingnya sumber pendanaan alternatif di luar UKT dan perlunya sistem bantuan yang lebih fleksibel untuk membantu mahasiswa. Dengan menawarkan solusi dua jalur ini, advokasi eksternal dan penguatan internal, Rapin memposisikan Iluni UI sebagai mitra strategis yang proaktif bagi almamater dan bangsa.
(jon)
Lihat Juga :