Kepala BNPT Tegaskan Pentingnya Pencegahan Paham Kekerasan Sejak Dini
Kamis, 31 Juli 2025 - 11:44 WIB
loading...
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono saat Lomba Gelar Budaya bertajuk Suara Damai Nusantara (SUDARA) untuk mencegah paham radikal di Denpasar, Bali. Foto/Ist
A
A
A
DENPASAR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali menggelar Lomba Gelar Budaya bertajuk Suara Damai Nusantara (SUDARA). Lomba itu diselenggarakan guna memperkuat ketahanan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA/sederajat dari pengaruh ideologi kekerasan dan paham radikalisme.
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono menegaskan pentingnya upaya pencegahan dilakukan sejak usia dini, agar generasi muda memiliki daya tangkal terhadap paham-paham yang mengajarkan kekerasan.
Baca juga: BNPT: Sistem Pengamanan Pelabuhan Benoa Memenuhi Standar Minimum
"Diharapkan upaya mitigasi, edukasi, literasi bahaya penyebaran paham radikal terorisme dibangun sejak dini," ungkap Eddy Hartono di Aula Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025).
"Sehingga lomba ini selalu dijadikan tempat sebagai wadah, SUDARA ini menjadi sarana bagi adik-adik untuk menunjukan kreatifitas, sportivitas dan semangat membangun bangsa dengan melalui pentas budaya," sambungnya.
Eddy mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya pelibatan generasi muda sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyebaran paham radikal terorisme. SUDARA merupakan inisiatif FKPT Bali yang mengusung pendekatan budaya sebagai media edukasi, literasi, dan mitigasi ideologi kekerasan dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
Dia pun menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang, agar nilai-nilai kearifan lokal di Bali terus hidup dan menjadi bagian dari strategi pencegahan yang efektif.
Baca juga: Kepala BNPT Beberkan Pelaksanaan Program Pencegahan Radikal Terorisme dengan Pendekatan Kolaboratif
“Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahun sehingga nilai-nilai kearifan lokal khususnya di Bali ini semakin tumbuh dan berkembang sebagai upaya menangkal paham radikal terorisme yang ada di Bali ini, dan secara umum untuk Indonesia,” tuturnya.
Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Warmadewa I Gde Suranaya Pandit mengapresiasi keterlibatan BNPT dalam memberikan ruang edukatif yang positif bagi pelajar dan mahasiswa. “Saya berterima kasih kepada Kepala BNPT atas peran serta dan dedikasinya memberikan motivasi, memberikan sosialisasi kepada generasi penerus, bukan saja bagi Universitas Warmadewa termasuk juga adik-adik dari siswa-siswa yang hadir pada kesempatan ini," ujarnya.
"Mereka diberikan inovasi, kreasi untuk menumbuhkan semangat jiwa Pancasila, jiwa toleransi, jiwa kebangsaan, tentunya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa menuju generasi emas,” tambah Suranaya Pandit.
Dia menekankan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyerang nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi Indonesia.
“Radikalisme dan terorisme bukan sekadar ancaman fisik, tetapi juga ancaman terhadap jati diri bangsa, keutuhan negara, serta kebinekaan yang menjadi pilar utama NKRI. Namun kami percaya, melalui edukasi yang tepat, dialog yang terbuka, dan ruang ekspresi yang positif seperti ini, akan tumbuh benih-benih perdamaian, toleransi, dan semangat kebangsaan,” pungkasnya.
Melalui SUDARA, BNPT terus mendorong peran serta aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi agen perdamaian dan pelopor budaya toleransi demi mewujudkan Indonesia yang damai dan bebas dari terorisme.
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono menegaskan pentingnya upaya pencegahan dilakukan sejak usia dini, agar generasi muda memiliki daya tangkal terhadap paham-paham yang mengajarkan kekerasan.
Baca juga: BNPT: Sistem Pengamanan Pelabuhan Benoa Memenuhi Standar Minimum
"Diharapkan upaya mitigasi, edukasi, literasi bahaya penyebaran paham radikal terorisme dibangun sejak dini," ungkap Eddy Hartono di Aula Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025).
"Sehingga lomba ini selalu dijadikan tempat sebagai wadah, SUDARA ini menjadi sarana bagi adik-adik untuk menunjukan kreatifitas, sportivitas dan semangat membangun bangsa dengan melalui pentas budaya," sambungnya.
Eddy mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya pelibatan generasi muda sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyebaran paham radikal terorisme. SUDARA merupakan inisiatif FKPT Bali yang mengusung pendekatan budaya sebagai media edukasi, literasi, dan mitigasi ideologi kekerasan dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
Dia pun menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang, agar nilai-nilai kearifan lokal di Bali terus hidup dan menjadi bagian dari strategi pencegahan yang efektif.
Baca juga: Kepala BNPT Beberkan Pelaksanaan Program Pencegahan Radikal Terorisme dengan Pendekatan Kolaboratif
“Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahun sehingga nilai-nilai kearifan lokal khususnya di Bali ini semakin tumbuh dan berkembang sebagai upaya menangkal paham radikal terorisme yang ada di Bali ini, dan secara umum untuk Indonesia,” tuturnya.
Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Warmadewa I Gde Suranaya Pandit mengapresiasi keterlibatan BNPT dalam memberikan ruang edukatif yang positif bagi pelajar dan mahasiswa. “Saya berterima kasih kepada Kepala BNPT atas peran serta dan dedikasinya memberikan motivasi, memberikan sosialisasi kepada generasi penerus, bukan saja bagi Universitas Warmadewa termasuk juga adik-adik dari siswa-siswa yang hadir pada kesempatan ini," ujarnya.
"Mereka diberikan inovasi, kreasi untuk menumbuhkan semangat jiwa Pancasila, jiwa toleransi, jiwa kebangsaan, tentunya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa menuju generasi emas,” tambah Suranaya Pandit.
Dia menekankan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyerang nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi Indonesia.
“Radikalisme dan terorisme bukan sekadar ancaman fisik, tetapi juga ancaman terhadap jati diri bangsa, keutuhan negara, serta kebinekaan yang menjadi pilar utama NKRI. Namun kami percaya, melalui edukasi yang tepat, dialog yang terbuka, dan ruang ekspresi yang positif seperti ini, akan tumbuh benih-benih perdamaian, toleransi, dan semangat kebangsaan,” pungkasnya.
Melalui SUDARA, BNPT terus mendorong peran serta aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi agen perdamaian dan pelopor budaya toleransi demi mewujudkan Indonesia yang damai dan bebas dari terorisme.
(shf)
Lihat Juga :