Gempa M8,6 di Rusia, BNPB: Kosongkan Pesisir Pantai di Gorontalo-Papua hingga Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:19 WIB
loading...
Gempa M8,6 di Rusia,...
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemda dan Forkopimda di Gorontalo hingga Papua mengarahkan masyarakat pesisir untuk mengosongkan pantai sampai peringatan dini tsunami dicabut. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan Forkopimda di Gorontalo hingga Papua agar mengarahkan masyarakat pesisir untuk mengosongkan area pantai sampai peringatan dini tsunami dicabut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peringatan dini ini upaya mencegah kejadian gempa bumi M8,8 di Jepang yang berdampak ke wilayah Jayapura, Papua sekaligus mengantisipasi korban jiwa terdampak tsunami.

Hal itu menyikapi potensi tsunami dampak gempa M8,6 yang terjadi di Kamchatka, Rusia. "Ini tidak boleh membuat kita lengah bahwa pengalaman kita saat Tsunami Jepang 2011 ke Papua terdeteksi Jayapura hanya 33 cm seperti di layar amplifikasi tinggi tsunami sehingga di teluk Youtefa 33 cm itu maksimum 3,8 meter. Jadi formasi daerah pantai sifatnya teluk yang harus kita waspadai kalau bisa daerah ini dikosongkan dulu," ujar Aam, sapaan akrab Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/7/2025).

Baca juga: 8 Fakta Penyebab Gempa Bumi di Rusia

"Ini perhatian kita, dari estimasi modeling sepanjang Pasifik di bawah 50 cm, bicara tsunami 50 cm bisa membunuh. Tahun 2011 satu korban jiwa di Jayapura. Jangan sampai terulang kita waspadai dan kosongkan daerah pantai sampai peringatan dini tsunami di akhiri BMKG baru dapat beraktivitas kembali," tambahnya.

Aam menekankan agar masyarakat tidak beraktivitas di pesisir pantai sesuai waktu estimasi kedatangan gelombang tsunami.

"Supaya ini benar benar dikosongkan pada waktu yang sudah disampaikan Pak Daryono setelah jeda waktu gelombang pertama datang. Tsunami yang melintasi samudera tidak harus terbesar, biasanya datang gelombang ketiga, keempat, kelima waktunya periode jam. Hitungan 1-3 jam sehingga harus kita waspadai tidak hanya menjauhi pantai saat estimasi waktu tsunami datang hingga 2-3 jam tidak usah bermain di pantai," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan hasil analisis dampak dari gempa bumi tektonik yang terjadi di Kamchatka, Rusia berkekuatan 8,6 magnitudo dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km, Rabu (30/7/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Rekomendasi
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
Berita Terkini
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved