Sosok Kwik Kian Gie di Mata Anwar Abbas: Tokoh yang Tak Gila Jabatan
Selasa, 29 Juli 2025 - 11:39 WIB
loading...
Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) RI Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin (28/7/2025) malam. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku kehilangan sosok Kwiek Kian Gie . Kwik meninggal dunia pada usia 90 tahun, Senin (28/7/2025).
Menurut Anwar, Kwiek merupakan seorang tokoh dan guru bangsa yang sangat patut menjadi suri tauladan. "Kwiek Kian Gie adalah seorang tokoh yang tidak gila jabatan walaupun dia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di negeri ini," kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Diketahui, Kwiek Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di era pemerintahan Presiden Gus Dur. Dia juga pernah sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Baca juga: Jenazah Kwik Kian Gie akan Disemayamkan di Rumah Duka Sentosa
"Dia adalah sosok politisi yang negarawan dimana lewat dunia politik yang digumulinya dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya," ujarnya.
Waketum MUI itu juga menyebut Kwiek Kian Gie adalah seorang nasionalis tulen yang tidak pernah berhenti berpikir dan berbicara dengan kritis terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negaranya, karena dia ingin bangsa dan negaranya menjadi negara dan bangsa yang hebat dan maju.
"Oleh karena itu dia benar-benar terusik dengan kehadiran dari para pejabat yang telah melakukan praktek korupsi yang telah banyak merugikan rakyat, bangsa dan negaranya," tuturnya.
Sehingga, dia menyatakan Kwiek Kian Gie sebagai seorang ekonom, dia sangat sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan lahirkan tersebut yang tidak sesuai semangat dan jiwanya dengan amanat konstitusi sehingga akhirnya negara dan rakyat sangat banyak dirugikan.
Di samping itu, ia melihat Kwiek Kian Gie juga sangat terganggu dengan kehadiran pihak asing yang masuk dan campur tangan terlalu jauh dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi dan politik dalam negeri indonesia.
"Sehingga telah mengakibatkan kerugian besar bagi bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini. Selamat jalan Pak Kwiek. Politisi negarawan yang kami cintai," pungkasnya.
Kwik Kian Gie lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Dia adalah seorang ahli ekonomi keturunan Tionghoa.
Kwik sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1999-2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001-2004).
Kwik juga merupakan fungsionaris PDI-Perjuangan. Selain itu, sebagai bentuk pengabdian di dunia pendidikan Indonesia, dia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia.
Menurut Anwar, Kwiek merupakan seorang tokoh dan guru bangsa yang sangat patut menjadi suri tauladan. "Kwiek Kian Gie adalah seorang tokoh yang tidak gila jabatan walaupun dia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di negeri ini," kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Diketahui, Kwiek Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di era pemerintahan Presiden Gus Dur. Dia juga pernah sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Baca juga: Jenazah Kwik Kian Gie akan Disemayamkan di Rumah Duka Sentosa
"Dia adalah sosok politisi yang negarawan dimana lewat dunia politik yang digumulinya dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya," ujarnya.
Waketum MUI itu juga menyebut Kwiek Kian Gie adalah seorang nasionalis tulen yang tidak pernah berhenti berpikir dan berbicara dengan kritis terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negaranya, karena dia ingin bangsa dan negaranya menjadi negara dan bangsa yang hebat dan maju.
"Oleh karena itu dia benar-benar terusik dengan kehadiran dari para pejabat yang telah melakukan praktek korupsi yang telah banyak merugikan rakyat, bangsa dan negaranya," tuturnya.
Sehingga, dia menyatakan Kwiek Kian Gie sebagai seorang ekonom, dia sangat sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan lahirkan tersebut yang tidak sesuai semangat dan jiwanya dengan amanat konstitusi sehingga akhirnya negara dan rakyat sangat banyak dirugikan.
Di samping itu, ia melihat Kwiek Kian Gie juga sangat terganggu dengan kehadiran pihak asing yang masuk dan campur tangan terlalu jauh dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi dan politik dalam negeri indonesia.
"Sehingga telah mengakibatkan kerugian besar bagi bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini. Selamat jalan Pak Kwiek. Politisi negarawan yang kami cintai," pungkasnya.
Kwik Kian Gie lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Dia adalah seorang ahli ekonomi keturunan Tionghoa.
Kwik sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1999-2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001-2004).
Kwik juga merupakan fungsionaris PDI-Perjuangan. Selain itu, sebagai bentuk pengabdian di dunia pendidikan Indonesia, dia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :