Perkuat Silaturahmi, Ikatan Alumni Haji Muzdalifah 09 KBIHU Ummul Quro Gelar Reuni Perdana
Minggu, 27 Juli 2025 - 17:41 WIB
loading...
Ikatan Alumni Haji Angkatan 2025 kloter JKS 43 bernama Muzdalifah 09 dari KBIHU Ummu’l Quro Depok mengadakan reuni perdana. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Alumni Haji Angkatan 2025 kloter JKS 43 bernama Muzdalifah 09 dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ummu’l Quro Depok mengadakan reuni perdana.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Baru Kompleks Pendidikan SIT Ummul Quro Depok, Sabtu 27 Juli 2025. Sebanyak 240 alumni dari 396 jemaah yang tergabung di kloter JKS 43 hadir dalam kegiatan silaturahmi dan temu kangen tersebut.
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai reuni tersebut. Banyak di antara mereka yang masih merasakan kerinduan mendalam terhadap suasana di Masjidilharam, Kakbah, Arafah, Muzdalifah , Mina, serta Raudhah di Masjid Nabawi.
Baca juga: Tutup Operasional Haji 2025, Menteri Agama Jelaskan Formula 5BPH
Reuni ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat silahtuhrami, ukhuwah Islamiyah, pengingat untuk terus menjaga kemabruran dan menjaga nilai-nilai haji di kehidupan sehari-hari.
Ketua Ikatan Alumni Haji 2025 Muzdalifah 09, H. Tommy Hendra Jati, mengatakan, paguyuban dibentuk dari jemaah haji yang tergabung di kloter 43 JKS di bawah bimbingan KBIHU Ummu’l Quro Kota Depok. “Harapannya tetap menjaga kemabruran haji melalui kesolehan kolektif dan kebermanfaatan kepada sesama dalam ikatan kekeluargaan,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Lokasi Kampung Haji Indonesia 400 Meter dari Masjidilharam
Senada, Ketua KBIHU Ummu’l Quro Kota Depok yang juga Amirul Hajj jamaah Haji dari KBIHU Umul Quro Depok dan sebagai Pembina Ikatan Alumni Haji Muzdalifah 09 Ustaz H. Ali Fikri menyampaikan, ibadah haji 2025 menjadi pelaksanaan haji terakhir di bawah pengelolaan Kementerian Agama (Kemenag) dan akan dialihkan ke Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) di 2026.
Kegiatan haji 2025 menjadi transisi dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi jemaah dan pengelola. Pengalaman haji selama Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) dengan beragam cerita menguatkan peran doa, takwa, dan iman dalam beribadah.
Ustaz H. Ali Fikri menyampaikan pentingnya kekuatan doa sebagai benteng dari hal-hal yang merusak kemabruran ibadah haji. Berdoa menjadi wujud kepasrahan hamba kepada Allah dengan mendekatkan, merendahkan dan menyampaikan keinginan dengan penuh harap.
Pada kesempatan ini juga secara resmi Ketua Alumni Haji Muzdalifah 09, H. Tomy Hendra Jati, menyampaikan struktur organisasi serta meluncurkan program atau kegiatan unggulan yang akan dilakukan secara terus menerus oleh berbagai bidang baik bidang kegiatan perawatan spiritual haji, bidang sosial kemasyarakatan dan bidang penguatan kekeluargaan internal.
Perwakilan panitia, H. Joko Prayitno berharap acara reuni semakin memperkuat persaudaraan antaralumni dan bisa berkontribusi untuk umat Islam di mana pun berada. “Pengalaman haji 2025 berharap persaudaraan antara sesama alumni semakin erat dan mendekatkan diri sebagai keluarga,” katanya.
Acara yang dipandu duet MC dari pengurus Muzdalifah-09, Hj. Sari Rahmawati dan Hj. Lisky Safriela Rakiso. Meskipun mereka bukan profesi sebagai MC tapi bisa memandu acara dengan meriah, penuh gelak tawa, menghadirkan kuis, games , video, dan foto kenangan rombongan selama berada di Mekkah dan Madinah memberikan suasana akrab di antara jamaah.
Salah seorang peserta reuni, Hj. Desy Triastuti jemaah asal Kota Depok, menyampaikan kegiatan ibadah haji yang diikuti memberi rasa bahagia, lebih sabar, ikhlas, dan pasrah dalam keseharian.
Sedangkan, H. Chilmi mengaku semangat melaksanakan ibadah tepat waktu selama berada di Madinah dan aura untuk melaksanakan ibadah rutin. Begitu juga dengan Hj. Eni Hariyadi Aidi yang menyatakan senang dan puas dengan perjalanan haji yang sudah dilakukan dan layanan yang diberikan KBIH kepada jemaah.
Acara reuni diakhiri dengan doa dan makan siang bersama untuk mempererat kebersamaan para alumni dan berderma dalam pembangunan kompleks pendidikan SIT Ummu’l Quro. Harapan besar tertanam dalam setiap hati mereka untuk dapat kembali ke Tanah Suci suatu hari nanti, baik sebagai tamu Allah dalam ibadah haji maupun umrah dan juga berharap program yang disusun dan dipilih oleh para jemaah dapat berjalan dengan sesuai dengan rencana.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Baru Kompleks Pendidikan SIT Ummul Quro Depok, Sabtu 27 Juli 2025. Sebanyak 240 alumni dari 396 jemaah yang tergabung di kloter JKS 43 hadir dalam kegiatan silaturahmi dan temu kangen tersebut.
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai reuni tersebut. Banyak di antara mereka yang masih merasakan kerinduan mendalam terhadap suasana di Masjidilharam, Kakbah, Arafah, Muzdalifah , Mina, serta Raudhah di Masjid Nabawi.
Baca juga: Tutup Operasional Haji 2025, Menteri Agama Jelaskan Formula 5BPH
Reuni ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat silahtuhrami, ukhuwah Islamiyah, pengingat untuk terus menjaga kemabruran dan menjaga nilai-nilai haji di kehidupan sehari-hari.
Ketua Ikatan Alumni Haji 2025 Muzdalifah 09, H. Tommy Hendra Jati, mengatakan, paguyuban dibentuk dari jemaah haji yang tergabung di kloter 43 JKS di bawah bimbingan KBIHU Ummu’l Quro Kota Depok. “Harapannya tetap menjaga kemabruran haji melalui kesolehan kolektif dan kebermanfaatan kepada sesama dalam ikatan kekeluargaan,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Lokasi Kampung Haji Indonesia 400 Meter dari Masjidilharam
Senada, Ketua KBIHU Ummu’l Quro Kota Depok yang juga Amirul Hajj jamaah Haji dari KBIHU Umul Quro Depok dan sebagai Pembina Ikatan Alumni Haji Muzdalifah 09 Ustaz H. Ali Fikri menyampaikan, ibadah haji 2025 menjadi pelaksanaan haji terakhir di bawah pengelolaan Kementerian Agama (Kemenag) dan akan dialihkan ke Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) di 2026.
Kegiatan haji 2025 menjadi transisi dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi jemaah dan pengelola. Pengalaman haji selama Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) dengan beragam cerita menguatkan peran doa, takwa, dan iman dalam beribadah.
Ustaz H. Ali Fikri menyampaikan pentingnya kekuatan doa sebagai benteng dari hal-hal yang merusak kemabruran ibadah haji. Berdoa menjadi wujud kepasrahan hamba kepada Allah dengan mendekatkan, merendahkan dan menyampaikan keinginan dengan penuh harap.
Pada kesempatan ini juga secara resmi Ketua Alumni Haji Muzdalifah 09, H. Tomy Hendra Jati, menyampaikan struktur organisasi serta meluncurkan program atau kegiatan unggulan yang akan dilakukan secara terus menerus oleh berbagai bidang baik bidang kegiatan perawatan spiritual haji, bidang sosial kemasyarakatan dan bidang penguatan kekeluargaan internal.
Perwakilan panitia, H. Joko Prayitno berharap acara reuni semakin memperkuat persaudaraan antaralumni dan bisa berkontribusi untuk umat Islam di mana pun berada. “Pengalaman haji 2025 berharap persaudaraan antara sesama alumni semakin erat dan mendekatkan diri sebagai keluarga,” katanya.
Acara yang dipandu duet MC dari pengurus Muzdalifah-09, Hj. Sari Rahmawati dan Hj. Lisky Safriela Rakiso. Meskipun mereka bukan profesi sebagai MC tapi bisa memandu acara dengan meriah, penuh gelak tawa, menghadirkan kuis, games , video, dan foto kenangan rombongan selama berada di Mekkah dan Madinah memberikan suasana akrab di antara jamaah.
Salah seorang peserta reuni, Hj. Desy Triastuti jemaah asal Kota Depok, menyampaikan kegiatan ibadah haji yang diikuti memberi rasa bahagia, lebih sabar, ikhlas, dan pasrah dalam keseharian.
Sedangkan, H. Chilmi mengaku semangat melaksanakan ibadah tepat waktu selama berada di Madinah dan aura untuk melaksanakan ibadah rutin. Begitu juga dengan Hj. Eni Hariyadi Aidi yang menyatakan senang dan puas dengan perjalanan haji yang sudah dilakukan dan layanan yang diberikan KBIH kepada jemaah.
Acara reuni diakhiri dengan doa dan makan siang bersama untuk mempererat kebersamaan para alumni dan berderma dalam pembangunan kompleks pendidikan SIT Ummu’l Quro. Harapan besar tertanam dalam setiap hati mereka untuk dapat kembali ke Tanah Suci suatu hari nanti, baik sebagai tamu Allah dalam ibadah haji maupun umrah dan juga berharap program yang disusun dan dipilih oleh para jemaah dapat berjalan dengan sesuai dengan rencana.
(cip)
Lihat Juga :