PAN Khawatirkan Dampak Penolakan 59 Negara terhadap WNI

Kamis, 10 September 2020 - 09:17 WIB
loading...
PAN Khawatirkan Dampak...
Pelaksana Harian Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dinilai harus menyikapi serius kebijakan 59 negara yang melarang masuk warga negara Indonesia (WNI).Larangan yang didasari atas kekhawatiran masuknya virus Covid-19 dinilai akan berdampak terhadap berbagau sektor di Indonesia, salah satunya ekonomi.

"Kalau WNI kita tidak boleh masuk, ini akan menyisakan masalah. Bisa saja WNI yang mau berkunjung untuk menjalankan bisnis dan kegiatan ekonomi. Di tengah pandemi seperti ini, hanya orang-orang yang berkepentingan khusus yang membutuhkan perjalanan ke luar negeri," tutur Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada SINDOnews, Rabu (9/9/2020).(Baca juga: 59 Negara Tolak WNI, PKS: Indikasi Penanganan Covid-19 Belum Tepa t)

Menurut dia, larangan yang diberlakukan 59 negara terhadap WNI penting untuk disikapi Pemerintah Indonesia. Larangan tersebut adalah bukti kekhawatiran negara-negara tersebut terhadap penyebaran virus covid-19 di Indonesia.

"Sebaliknya, jika negara tersebut melarang WNI masuk, pasti warga negaranya pun akan dilarang berkunjung ke Indonesia. Implikasinya, tingkat kunjungan ke Indonesia berkurang dan parawisata kita kena dampak yang luar biasa. Belum lagi kalau kunjungan tersebut adalah kunjungan bisnis," tandas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (Baca juga: 59 Negara Tutup Pintu bagi WNI, DPR: Ini Menjadi Cambuk untuk Kita )

Dalam konteks itu, Pelaksana Harian Ketua Fraksi PAN ini mengatakan, pemerintah perlu bekerja keras untuk meningkatkan kepercayaan dunia internasional pada Indonesia.

Menurut dia, negara harus membuktikan penanganan Covid-19 di Indonesia berhasil. Itu dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO dan lembaga-lembaga kesehatan internasional lainnya.

"Sebagai contoh, kita harus memperbanyak tracing dan testing. Namun, tracing dan testing itu mestinya tidak semakin memperbanyak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yang paling baik adalah, testing dan tracing dilakukan secara massif, namun yang terkonfirmasi positif semakin turun".

Di sisi lain, pemerintah juga harus menunjukkan Indonesia mampu menegakkan disiplin pelaksanaan protokol Covid-19 di tengah masyarakat. Harus jelas adanya penerapan pysical dan social distancing.

Begitu juga pelaksanaan cuci tangan, pakai masker, dan implementasi pola hidup sehat. Ujungnya, warga kita yang positif diharapkan dapat berkurang dan semakin banyak yang sembuh.

Menurut Saleh, kita tidak bisa menolak jika negara lain melarang kita masuk ke negaranya. Kita juga tidak bisa berbuat banyak jika mereka melarang warganya ke Indonesia.

Karena itu, yang paling bisa kita lakukan adalah berperang melawan Covid-19 dan memenangkan peperangan tersebut."Sejauh ini banyak yang menilai kita (Indonesia-red) memang belum mampu menangani Covid-19. Ada banyak kendala di sana sini. Itu yang perlu dievaluasi dan diselesaikan pemerintah," tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Budisatrio : Pemulangan...
Budisatrio : Pemulangan 9 WNI Bukti Nyata Efektivitas Diplomasi RI
Menteri Israel Hina...
Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Rekomendasi
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
PRJ 2026 Pecah! Wali...
PRJ 2026 Pecah! Wali Ajak Penonton Nyanyi dan Joget Bareng
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Berita Terkini
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved