3 Jemaah Haji Belum Ditemukan, Timwas DPR Desak Kemenag Terus Mencari
Kamis, 24 Juli 2025 - 16:29 WIB
loading...
Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang ke-IV tahun 2024-2025, Kamis (24/7/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak pemerintah atau Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencari tiga jemaah haji yang hilang dan belum ketemu hingga saat ini saat penyelenggaraan ibadah haji 2025 . Ia mengatakan, Timwas Haji DPR menyoroti serius adanya jemaah haji yang hilang.
Hal itu diutarakan Cucun usai memaparkan hasil temuan Timwas Haji DPR RI saat Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang ke-IV tahun 2024-2025, Kamis (24/7/2025). "Timwas juga memberi perhatian serius atas belum ditemukannya 3 orang jemaah haji yang hilang," ujar Cucun.
Kendati demikian, Cucun mendesak pemerintah untuk terus mencari dengan berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi guna menemukan jemaah yang hilang. "Mendesak kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus mencari dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Arab Saudi termasuk pemerintahan Kerajaan Arab Saudi," ujar Cucun.
Baca juga: 3 Jemaah Haji Masih Hilang di Arab Saudi, Menag: Pencarian Tak Akan Dihentikan
Sebanyak tiga jamaah yang hilang adalah Hasbullah dari kelompok terbang (kloter) BDJ 07, Nurimah PLM 19 dan Sukardi (SUB 79). Untuk nama yang disebut pertama baru saja hilang pada Selasa 17 Juni 2025 dini hari Waktu Arab Saudi.
Hasbullah beberapa kali sempat hilang, namun dapat diantarkan petugas haji ke hotel tempatnya menginap. Namun, sejak Selasa 17 Juni 2025 dini hari WIB, Hasbullah yang mengalami dimensia atau penurunan daya ingat belum ditemukan lagi.
Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Kabid Linjam) PPIH Harun Ar-Rasyid mengatakan proses pencarian kepada jamaah haji Indonesia yang hilang terus dilakukan. Beberapa langkah dilakukan termasuk menyisir seluruh rumah sakit di Makkah dan Jeddah.
"Kami membentuk dua tim pencarian, tim A dan tim B, serta berkoordinasi dengan pihak syarikah dan KJRI di Jeddah. Pencarian kami lakukan sejak hari pertama pelaporan hingga saat ini," kata Harun dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (22/6/2025).
"Kami juga melakukan penyisiran-penyisiran ke rumah sakit di rumah Arab Saudi. Kami bekerja sama dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan kami juga lapor kepada Kabid Kesehatan di Makkah untuk sama-sama menyisir di seluruh rumah sakit di Kota Makkah dan Jeddah," lanjut Harun.
Hal itu diutarakan Cucun usai memaparkan hasil temuan Timwas Haji DPR RI saat Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang ke-IV tahun 2024-2025, Kamis (24/7/2025). "Timwas juga memberi perhatian serius atas belum ditemukannya 3 orang jemaah haji yang hilang," ujar Cucun.
Kendati demikian, Cucun mendesak pemerintah untuk terus mencari dengan berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi guna menemukan jemaah yang hilang. "Mendesak kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus mencari dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Arab Saudi termasuk pemerintahan Kerajaan Arab Saudi," ujar Cucun.
Baca juga: 3 Jemaah Haji Masih Hilang di Arab Saudi, Menag: Pencarian Tak Akan Dihentikan
Sebanyak tiga jamaah yang hilang adalah Hasbullah dari kelompok terbang (kloter) BDJ 07, Nurimah PLM 19 dan Sukardi (SUB 79). Untuk nama yang disebut pertama baru saja hilang pada Selasa 17 Juni 2025 dini hari Waktu Arab Saudi.
Hasbullah beberapa kali sempat hilang, namun dapat diantarkan petugas haji ke hotel tempatnya menginap. Namun, sejak Selasa 17 Juni 2025 dini hari WIB, Hasbullah yang mengalami dimensia atau penurunan daya ingat belum ditemukan lagi.
Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Kabid Linjam) PPIH Harun Ar-Rasyid mengatakan proses pencarian kepada jamaah haji Indonesia yang hilang terus dilakukan. Beberapa langkah dilakukan termasuk menyisir seluruh rumah sakit di Makkah dan Jeddah.
"Kami membentuk dua tim pencarian, tim A dan tim B, serta berkoordinasi dengan pihak syarikah dan KJRI di Jeddah. Pencarian kami lakukan sejak hari pertama pelaporan hingga saat ini," kata Harun dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (22/6/2025).
"Kami juga melakukan penyisiran-penyisiran ke rumah sakit di rumah Arab Saudi. Kami bekerja sama dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan kami juga lapor kepada Kabid Kesehatan di Makkah untuk sama-sama menyisir di seluruh rumah sakit di Kota Makkah dan Jeddah," lanjut Harun.
(rca)
Lihat Juga :