Presiden: Kita Perlu Kritik-Pengawasan, Tapi Kalau Nyinyir Agak Lain
Rabu, 23 Juli 2025 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Prabowo juga mengaku heran masih ada pihak-pihak yang nyinyir dengan hasil negosiasinya terkait tarif resiprokal ini. Pasalnya, dia mengatakan apapun yang telah dinegosiasikan bertujuan untuk menjaga agar tidak ada PHK pekerja-pekerja Indonesia.
Baca juga: Canda Prabowo di Harlah ke-27 PKB: Mau Minum Kopi, Cangkir Isinya Teh
“Dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak ada alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita. Karena itu ya saya bermusyawarah saya negosiasi, selalu ada yang nyinyir jadi gimana ya, kita perlu kritik, kita perlu pengawasan tapi kalau nyinyir agak lain. Kita nggak ada yang bener gitu, kita mau kerja baik nggak ada yang bener,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung program makan bergizi gratis yang sempat menuai keraguan publik. Menurutnya, polemik yang mempertentangkan antara program makan bergizi gratis dan pendidikan gratis adalah tidak relevan, karena keduanya merupakan mandat konstitusi.
“Makan bergizi gratis di awal-awal bilangnya nggak ada gunanya makan bergizi gratis iya kan? Malah ada yang dipertanyakan mau makan bergizi gratis atau pendidikan gratis saudara-saudara Undang-Undang Dasar 45 itu mewajibkan kita untuk pendidikan gratis Kita harus mencari jalan untuk memberi pendidikan gratis untuk rakyat kita, jangan dipertentangkan, tapi anak-anak yang lapar tidak boleh dibiarkan lapar, dia masa depan kita,” ujarnya.
Baca juga: Canda Prabowo di Harlah ke-27 PKB: Mau Minum Kopi, Cangkir Isinya Teh
“Dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak ada alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita. Karena itu ya saya bermusyawarah saya negosiasi, selalu ada yang nyinyir jadi gimana ya, kita perlu kritik, kita perlu pengawasan tapi kalau nyinyir agak lain. Kita nggak ada yang bener gitu, kita mau kerja baik nggak ada yang bener,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung program makan bergizi gratis yang sempat menuai keraguan publik. Menurutnya, polemik yang mempertentangkan antara program makan bergizi gratis dan pendidikan gratis adalah tidak relevan, karena keduanya merupakan mandat konstitusi.
“Makan bergizi gratis di awal-awal bilangnya nggak ada gunanya makan bergizi gratis iya kan? Malah ada yang dipertanyakan mau makan bergizi gratis atau pendidikan gratis saudara-saudara Undang-Undang Dasar 45 itu mewajibkan kita untuk pendidikan gratis Kita harus mencari jalan untuk memberi pendidikan gratis untuk rakyat kita, jangan dipertentangkan, tapi anak-anak yang lapar tidak boleh dibiarkan lapar, dia masa depan kita,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :